Bagaimana Cara Menjual Memasarkan Produk yang Baik dan Benar

 0
Bagaimana Cara Menjual Memasarkan Produk yang Baik dan Benarby Adminon.Bagaimana Cara Menjual Memasarkan Produk yang Baik dan BenarJangan meremehkan hal kecil. Hal kecil bila dikumpulkan akan menjadi besar juga. Maka dari itu, jangan anggap enteng urusan sepele. Bila ingin meraih suatu yang besar, cobalah dimulai dengan menghargai hal kecil yang berhasil diraih. Penjual andal selalu mendengarkan keluhan atau masukan pelanggan sekecil apa pun. Mereka mengamati para pelanggan mulai dari hal kecil sampai […]

cara memasarkan produk ke luar negeri dengan internet 300x225 Bagaimana Cara Menjual Memasarkan Produk yang Baik dan BenarJangan meremehkan hal kecil. Hal kecil bila dikumpulkan akan menjadi besar juga. Maka dari itu, jangan anggap enteng urusan sepele. Bila ingin meraih suatu yang besar, cobalah dimulai dengan menghargai hal kecil yang berhasil diraih. Penjual andal selalu mendengarkan keluhan atau masukan pelanggan sekecil apa pun. Mereka mengamati para pelanggan mulai dari hal kecil sampai yang besar. Tidak ada hal yang salah bagi mereka memperhatikan hal kecil. Maka itu, belajarlah dari penjual andal yang telah berpengalaman. Tirulah cara mereka mengelola hal kecil tersebut. Buang jauh pikiran bahwa hal kecil itu tidak berguna. Setiap hal yang ada di sekitar kita bila dikelola dengan baik akan menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Penjual tidak bisa mengabaikan kenyataan. Mereka harus memiliki sikap realistis karena sikap demikian sesekali harus digunakan. Penjual bisa saja menyusun target dengan standar tinggi atau mencapai tingkat level tertentu untuk memantapkan eksistensinya. Tapi ingat, sikap realistis tetap digunakan. Tidak semua hal di dunia bisa diraih. Misalkan, dalam satu bulan paling maksimal anda bisa menjual 3 unit mobil. Oleh karena ingin mendapatkan bonus yang besar, anda menargetkan 15 unit mobil dalam sebulan. Tentu ini bukan perkara mudah. Anda akan gentayangan ke sana kemari mencari pelanggan. Tidak ketinggalan juga menawarkan pada pelanggan lama. Anda mungkin lupa, menjual mobil tidak seperti menjual sembako. Selain barang mewah, tidak setiap hari orang membeli mobil. Inilah yang dinamakan tidak realistis. Jadi, sikap realistis itu perlu dalam menetapkan target. Tidak hanya dalam hal menjual saja, dalam hal lain juga sama. Tanpa sikap realistis kita akan hidup di bawah bayang impian. Kita tidak tahu mana yang bisa diraih mana yang tidak. Banyak waktu, tenaga, dan pikiran yang terbuang percuma jika kita tidak mampu berpikir atau bersikap realistis.

Untuk meraih kesuksesan tentunya anda menyiapkan beberapa target yang hendak dicapai. Pencapaian target biasanya dijadkan banyak orang sebagai indicator dalam meraih kesuksesan. Bila semua target telah tercapai, seketika rasa puas menjalar di dada. Dalam bidang apa pun, target masih menjad penentu keberhasilan. Tidak heran bila perusahaan besar berusaha keras menetapkan target untuk dicapai. Namun, tidak semua orang melihat target dengan cara pandang sama. Ada yang menganggap target sebagai langkah untuk mencapai tujuan. Namun, ada juga yang menganggap sebagai beban. Tidak sedikit juga yang menerapkan target terlalu tinggi sehingga tidak jarang juga target menjadi momok yang menakutkan bagi sejumlah tim penjualan. Meskipun target memang penting, namun itu bukan hal segalanya, jangan sampai anda berorientasi pada target semata. Sebab, target adalah salah satu poin saja dalam hal mengembangkan usaha. Jangan akibat target, poin penting lainnya terkesan diabaikan dan tidak penting. Paling penting sebenarnya punya target rasional agar dapat tercapai. Luangkan waktu untuk bisa menyelesaikan poin penting agar kesuksesan bisa dirah.

Pelanggan datang dengan sendirinya, kok bisa? Tentu saja bisa, asal tahu caranya. Anda tidak perlu buang waktu dan tenaga. Tidak perlu ke sana kemari merayu pelanggan sampai mulut berbusa. Anda cukup menunggu, pelanggan yang datang menghampiri. Semua itu bisa terjadi asalkan produk yang anda juga berkualitas. Kualitas produk akan mendorong pelanggan untuk datang. Mereka akan penasaran dan ingin mencobanya. Sebagai seorang penjual terbaik anda perlu menjual produk berkualitas, jangna produk sembarangan. Produk berkualitas memiliki takdirnya sendiri. Produk tersebut bisa menjual dirinya sendiri. Pelanggan tidak suka penjual perayu, apalagi berlebihan. Bisa saja mereka akan curiga dengan rayuan anda. Pernahkah anda mendengar produk asal diburu massa? Tentu tidak. Lihatlah pelanggan dari merek berkualitas. Mereka sangat setia. Bahkan kesetiaan itu menurun pada generasi berikutnya. Maka dari itu, teruslah berusaha menciptakan atau menjual apa pun yang berkualitas. Baik itu barang atau jasa, selama berkualitas pelanggan akan datang dengan sendirinya.

Dalam transaksi jual beli, siapakah yang memperoleh keuntungan? Penjual atau pembeli? Jika jawaban anda penjual yang memperoleh untung, itu salah. Sebagai penjual, jangan pernah berpikir bahwa penjual saja yang memperoleh laba. Sebaliknya, pembeli juga. Pembeli yang telah merogoh kock untuk membeli sesuatu dari anda berhak mendapatkan keuntungan. Lantas, apa keuntungan pelanggan dari transaksi jual beli? Tentunya, keuntungan pelanggan berbeda dengan penjual. Jika penjual mendapat keuntungan berupa nominal maka pelanggan akan mendapat keuntungan berupa manfaat dari kegunaan produk atau jasa yang dibayarnya. Tahukah anda apa yang dipikirkan pelanggan tentang keuntungan? Pada umumnya, pelanggan berpikir bagaimana cara mengeluarkan uang serendah mungkin, namun manfaat yang didapaat dari produk yang dibeli harus lebih tinggi. Nahh, untuk itu seorang penjual harsu mampu memberikan penawaran keunggulan setinggi mungkin pada pelanggan. Tapi ingat, anda harus jujur tentang keuntungan tersebut, jangan mengarang bebas.

Sebagai penjual, anda harus tahu kapan waktunya menjual dan memeroleh keuntungan. Upaya promosi telah menjadi bagian dari kerja keras anda. Kini saatnya anda menunggu para pembeli datang dan melihat produk yang dipromosikan. Di luar dugaan, buah dari promosi yang maksmal mengundang banyak pembeli datang silih berganti melihat produk anda. Dalam situasi demikian, yang harus anda perhatikan adalah waktu melakukan transaksi. Transaksi harus dilakukan dalam waktu yang tepat. Lalu, kapan waktu yang tepat itu? Waktu yang tepat adalah pada saat beberapa pembeli secara bersamaan menawar produk anda. Situasi demikian membuat penjual di atas angin. Secara psikologis, pembeli akan menumbuhkan persaingan di antara sesame. Secara tidak sadar ini tumbuh pada diri mereka karena mereka berminat pada benda yang sama. Sampai pada waktu tertentu, di antara mereka berani menawar dengan harga tertinggi. Pada penawar tersebutlah produk anda jugal. Satu hal yang harus anda ingat supaya produk terjual dengan mudah, menciptakan situasi tertentu yang bisa mengundang banyak pembeli. Buatl sedemikian rupa situasi itu seolah penjual hanya anda seorang.

Penjual anda mampu membangkitkan rasa ingin membeli konsumennya. Keahlian ini bisa dipraktikkan siapa saja. Pembeli tidak suka upaya penawaran yang berlebihan. Maka itu, penjual harus kreatif meyiasatinya. Salah satu caranya, ajukan beberapa pertanyaan pada pembeli. Akan tetapi ingat, jangan ajukan pertanyaan yang membodohi mereka. Maka itu, anda harus mengajukan pertanyaan yang tepat sasaran. Jawaban ya dari setiap pertanyaan akan sangat efekti bagi penjual dalam upaya membangkitkan gairah membeli konsumen.

Saat menawarkan barang, jangan jadi penjual yang menyebalkan. Terkadang, tanpa disadari penjual mempersulit dirinya sendiri. Saat berhadapan dengan calon pembeli, tidak jarang penjual menggunakan istilah yang sulit dimengerti. Penjual tampil sebagai orang sok pintar. Membicarakan hal yang tidak dimengerti sebaiknya dihindari. Pembeli akan merasa terbebabi bila anda membeberkan berbagai pertanyaan sulit atau membicarakan produk pada pelanggan dengan istilah asing. Kaau anda melihat pembeli mulai mengerutkan dahinya, segera bertindak. Pasang akal kreatif anda untuk menormalkan keadaan. Mungkin anda bisa melempar beberapa buah joke segar untuk mencairkan suasana atau mengganti topik pembicaraan yang lebih disukai pembeli.

Ada ungkapan yang berbunyi mulutmu adalah harimaumu. Ungkapan tersebut mengandung arti agar berhati-hati dengan kata yang diucapkan. Sebab, kata bisa membuat orang senang. Namun, kata juga bisa membuat orang marah. Okeh karena kata-kata, seseorang bisa melakukan tindakan yang tidak terduga. Kata-kata bila digunakan dengan baik dan benar, akan menjadi sesuatu yang dahsyat. Begitu juga dalam urusan menjual. Salh satu senjata penjual yang sering digunakan adalah kata. Penjual akan banyak menghabiskan waktunya dengan mengeluarkan kata-kata. Mulai dari membuat janji dengan pelanggan sampai mempresentasikannya di depan mereka. Semua itu menggunakan kata-kata. Maka itu, penjual harus menjaga setiap kata atau ucapan yang keluar dari mulutnya. Hati-hati dengan ucapan yang keluar, terlebih sebagai penjual. Jangan sampai salah sebut atau salah ucap. Bila itu terjadi, bisa-bisa pelanggan akan pergi atau bahkan mereka akan tersinggung. Mungkin anda bermaksud ingin mengakrabkan diri dengan bercanda atau mengungkapkan suatu hal, namun bisa saja pelanggan beranggapan lain. Atau, yang diucapkan hal-hal yang menyinggung perasaan mereka. Untuk itu, sebelum mengungkapkan sesuatu lebih baik dipikir dahulu. Dengan begitu, pelanggan akan terhindar dari hal yang merugikan dirinya.

Penjual pemula sering melakukan kesalahan berupa memotong pembicaraan pelanggan. Saat pelanggan mulai antusias dengan produk yang ditawarkan atau tertarik akan membeli maka mereka akan mengungkapkan banyak hal. Itu wajar karena mereka ingin menunjukkan betapa nyamannya mereka saat berhadapan dengan anda. Maka, saat situasi demikian, penjual harus berperan sebagai pendegnar yang baik. Anda bisa menganggukkan kepala sesekali atau tersenyum kecil. Jangan potong pembicaraan pelanggan. Dengan begitu, mereka akan merasa dihargai. Rasa penghargaan itu sangat mahal. Orang rela melakukan apa saja untuk mendapatkan dirinya dihargai banyak orang. Selain iut, memotong lawan bicara dianggap tidak sopan. Tentu sebagai penjual anda tidak ingin pelanggan berpikir demikian bukan? Belajarlah pada penjual anda yang telah banyak pengalaman. Amati cara mereka melayani pelanggan. Mereka tidak pernah memotong pembicaraan pelanggan karena mereka tahu menjadi pendengar yang baik punya nilai lebih.

Mungkin pembeli senang mengobrol banyak hal pada anda. Mereka nyaman mengungkapkan apa saja pada anda, mulai dari urusan keseharian sampai urusan pribadi. Mereka juga tak segan meminta pendapat anda untuk hal tertentu. Semua itu mereka lakukan karena sudah merasa dekat dengan anda. Batas antara penjual dan pembeli sudah runtuh. Lantas, bolehkah anda bergosip? Tetap tidak boleh. Jangan sesekali bergosip atau menyebarkan gossip dengan pelanggan. Sebab, itu bukan hal baik. Bila anda menyebarkan gossip tentang kejelekan atau kekurangan orang lain, bukan tidak mungkin lawan bicara anda berpikir suatu saat dia yang menjadikorban gossip berikutnya. Bila anda bertemu pelanggan yang suka bergosip, cobalah menahan diri. Alihkan pembicaraan pada hal posititf. Jangan sampai penjual terlena dan menjadi partner bergosip pelanggan tersebut. Bergosip hanya akan membuang waktu anda, juga tidka jelas juntrungannya. Tidak ada aspek positif apalagi produktif yang bisa diambil dari bergosip. Janganlah jadi penjual yang hobi bergosip. Jadilah penjual andal yang produktif serta banyak menuai keuntungan.

Berapa pun omzet yang berhasil diraih atau berapa pun sales yang sukses anda bawahi, jangan sok berkuasa. Ingatlahm anda hanya seorang penjual. Tugas anda melayani banyak orang. Jadi, buah jauh sikap bossy anda, terlebih lagi bila dipraktikkan pada pelanggan. Sebagai penjual, gaya berbicara atau nada ucapan juga tidak hilang dari perhatian pelanggan. Jangan mencoba untuk berbicara dengan gaya perintah karena pelanggan tidak senang diperintah. Mereka akan berontak, setidaknya mereka pergi. Jika mereka pergi maka peluang anda sebagai penjual akan hilang. Bila menginginkan pelanggan melakukan sesuatu untuk anda, gunakanlah kata yang tepat. Misalkan, gunakan akta maaf atau tolong di depan sehingga pelanggan tidak merasa sedang diperintah. Setelah itu, ucapkanlah terima kasih. Pasti mereka senang karena merasa telah dihargai.

Siapapun pembeli anda, buatlah suasana hati mereka selalu senang saat bertemu anda. Kita tidak tahu kapan orang merasa sengan dan kapan merasa kesal. Bisa saja, seorang pembeli sebelum bertemu anda baru saja bersitegang dengan atasannya. Tidak ada yang tahu pasti. Oleh karena itu, setiap bertemu berusahalah membuat hatinya senang sehingga mereka selalu nyaman berada disekitar kita. Jika penjual dapat membuat nyaman hati pembeli maka dengan gampang melakukan presentasi produk pada mereka. Mereka akan mudah mencerna apa yang anda sampaikan. Mulai dari keunggulan produk sampai variasi harganya akan mudah anda beberkan. Ingat pastikan pembeli merasa nyaman dengan anda. Ciptakan suasana menyenangkan. Jadilah teman yang baik bagi mereka sehingga mereka tidak sungkan lagi menjalin keakraban dengan anda. Agar semua bisa terlaksana, kerahkan semua kemampuan anda. Sebagai penjual, anda perlu menanamkan ketulusan dan kejujuran dalam diri.

Menjadi penjual andal bukan perkara mudah. Tidak jarang pandangan negative ditujukan pada penjual. Orang akan menunjukan gejala tidak nyaman dekat anda saat pertama kali bertemu. Hal demikian sering dialami penjual. Kalau sudah begini, penjual harus memiliki trik jitu untuk melaluinya. Biasanya penjual pemula kan sedikit kewalahan dalam situasi demikian. Tidak heran bila mereka sering kehilangan pelanggan. Namun, penjual pemula tidak perlu khawatir. Dimana ada kemauan di situ ada jalan. Untuk melalui fase ini, sebaiknya penjual mempersiapkan diri. Miliki strategi jitu untuk menghadapi berbagai pembeli dalam situasi apa pun. Anda bisa mempersiapkan diri sebelum bertemu langsung dengan pembelinya. Misalkan, menyiapkan strategi menyapa pembeli atau miliki bahan obrolan yang tepat.

Tampil beda bisa menjadi salah satu jurus ampuh. Sesuatu yang beda akan menimbulkan keunikan tersendiri. Keunikan mampu menarik perhatian pelanggan. Ada baiknya penjual menciptakan sesuatu yang unik atau beda dalam menjual. Bisa dari cara promosi, kemasan, sampai pada konsep produknya. Semakin unik, daya pikatnya pun semakin tinggi. Selain itu, tampil beda dan unik akan mempermudah pembeli mengidentifikasi produk anda. Jadi, anda tidak perlu khawatir pada persaingan. Meskipun banyak pesaing menjual produk yang sama, setidaknya dengan keunikan, anda sudah selangkah lebih maju dari para pesaing. Seorang penjual sejati, tidak akan lelah untuk menemukan ide. Maksimalkan potensi yang ada dalam diri. Kenalilah produk pesaing anda. Itu membantu anda untuk menciptakan produk yang unik dan beda.

Related Posts