Cara Kerja Sales Yang Baik dalam Menawarkan Barang dan Menjual Produk

 0
Cara Kerja Sales Yang Baik dalam Menawarkan Barang dan Menjual Produkby Adminon.Cara Kerja Sales Yang Baik dalam Menawarkan Barang dan Menjual ProdukBanyak penjual yang mampu menggambarkan produk yang akan dijual. Mereka mampu mendeskripsikan manfaat dari produk tersebut satu-persatu. Apakah itu sudah cukup? Itu saja belum cukup. Penjual yang hebat harus mampu menonjolkan keunggulan produknya secara spesifik, bukan hanya gambaran dan manfaat umumnya saja. Misalkan anda menjual sebuah mobil, anda bisa menceritakan kelebihan mesin dari mobil tersebut, […]

cara sales promosi yang baik 300x200 Cara Kerja Sales Yang Baik dalam Menawarkan Barang dan Menjual ProdukBanyak penjual yang mampu menggambarkan produk yang akan dijual. Mereka mampu mendeskripsikan manfaat dari produk tersebut satu-persatu. Apakah itu sudah cukup? Itu saja belum cukup. Penjual yang hebat harus mampu menonjolkan keunggulan produknya secara spesifik, bukan hanya gambaran dan manfaat umumnya saja. Misalkan anda menjual sebuah mobil, anda bisa menceritakan kelebihan mesin dari mobil tersebut, mulai dari teknologinya sampai ketahanannya. Atau, anda bisa juga membeberkan keunggulan teknologi yang serba komputerisasi atas mobil tersebut. Jadi, anda tidak hanya membeberkan tentang manfaat yang didapat dari pembeli atas mobil tersebut karena itu akan terlihat biasa-biasa saja di mata pembeli. Ingat, penjual yang biasa saja sudah banyak. Jadilah penjual yang menawarkan keunggulan spesifik.

Bukan produk yang memutuskan pembeli melakukan transaksi, melainkan benefit dari produk tersebut. Benefit adalah kegunaan atau manfaat dari suatu produk. Orang tidak berpikir tentang produk melainkan seberapa banyak atau seberapa besar manfaat yang akan diperoleh bila ia membeli produk yang ditawarkan. Ingatlah, mereka hanya membeli manfaat. Manfaat dapat menyelesaikan solusi mereka. Manfaat juga bisa member mereka kesenangan, rasa nyaman, dan aman. Maka itu, juallah produk yang memiliki benefit atau manfaat. jangan jual produk yang tidak bermanfaat dan tidak bernilai guna. Misalkan pembeli membeli sebuah payung, pembeli tersebut tidak sekadar membeli benda berupa payung semata, melainkan membeli manfaat dari payung tersebut. Memiliki sebuah payung akan menghindarkan seseorang dari hujan dan teriknya sinar matahari.

Menjual itu memiliki cara tersendiri. Begitu juga dalam menawarkan benefit kepada pembeli. Benefit bukan sesuatu yang mengada-ada, melainkan sesuatu yang nyata. Benefit ditawarkan pada pembeli berdasarkan kenyataan dan kejujuran. Maka itu, penjual perlu menyentuh hati pembeli dengan benefit. Bisa saja produk yang ditawarkan memiliki benefit yang cukup bagi pembeli, namun itu belum cukup karena menjual tetap memerlukan strategi atau trik jitu. Meski produk anda memiliki benefit, tapi dalam menawarkannya tanpa strategi atau trik jitu maka hasil yang diperoleh bisa jadi belum maksimal. Maka, siapkanlah trik yang tepat dalam menawarkan benefit. Salahs atu cara yang cukup efekti dengan menggunakan bahasa persuasif dan komunikatif. Dengan mengedepankan komunikasi persuasif, pembeli akan lebih mudah tersentuh perasaannya. Misalkan anda hendak menawarkan sebuah asuransi pendidikan untuk anak. Pilihlah penggunaan bahasa yang tepat untuk menggambarkan benefit yang akan diterima pembeli. Anda bisa saja mengatakan bahwa di masa depan, sebagai orangtua pembeli tidak direpotkan lagi mengenai biaya pendidikan anak. Anak bisa bersekolah di sekolah yang baus. Semua itu akan terjadi bila dipersiapkan dari sekarang.

Wajar bila pembeli akan berpikir dahulu sebelum membeli sebuah produk. Mereka akan mempertimbangkan beberapa hal. Apakah produk ini tahan lama, kuat, atau bagus? Bagaimana bila produk ini mengalami gangguan, kemana saya akan memperbaikinya? Setidaknya, hal demikian yang akan terlintas di pikiran para konsumen saat hendak membeli sebuah produk yang anda tawarkan. Mengapa ada pikiran seperti itu dalam kepala mereka? Pembeli tidak mau mengambil resiko. Mereka tidak mau salah membuat keputusan dengan membeli produk yang salah. Jika sampai itu terjadi, perasaan kecewa dan menyesal yang akan dirasakan dan pembeli tidak mau hal itu. Maka, sebagai penjual sebaiknya anda yakinkan pembeli. Buat mereka percaya bahwa produk yang ditawarkan tidak memliki resiko atau merugikan mereka. Salah satu cara untuk membuata pelanggan atau pembeli yakin adalah dengan member jaminan. Misalnya, anda member jaminan uang kembali bila produk yang dijual tidak berfungsi atau anda memberikan garansi bila produk yang dijual itu rusak. Setidaknya, hal seperti ini akan menimbulkan kepercayaan dan keyakinan dalam diri pembeli.

Sebagai penjual, sedikit mendramatisir itu saj saja dalam menjual. Bukankah seorang penjual harus kreatif, cerdik, dan banyak ide? Terpenting adlah mendramatisir sesuatu yang bukan mengada-ada, nyata, dan benar. Ingat, pembeli bukan orang bodoh. Namun, apa yang dimaksud dengan sedikit mendramatisir? Maksud mendramatisir di sini, anda menjual produk dengan sedikit melebih-lebihkan kerugian yang akan diperoleh pembeli. Anda sedikit membesarkan risiko kehilangan yang akan diterima si pembeli karena tidak membeli. Namun ingat, melebihkan bukan berarti mengada-ada. Umumnya, manusia lebih takut menderita kerugian atau mengalami kehilangan. Manusia lebih senang bila mendapatkan keuntungan. Nah, dari sinilah penjual menggali ide untuk sedikit mendramatisirnya pada pembeli. Misalnya, anda menjual jas hujan. Anda bisa melebih-lebihkan resiko yang diterima bila tidak mengenakan jas hujan saat musim hujan. anda bisa sedikit membesar-besarkan risiko yang diterima ketika tidak mengakan jas hujan di musim penghujan.

Umumnya, orang membeli sebuah barang bukan berdasarkan hal logis, melainkan karena adanya dorongan keinginan membeli dari dalam diri. Makanya, dalamn menawarkan barang sedikit mendramatisir tentang kerugian dan manfaat suatu barang itu perlu karena dapat mendorong keinginan atau hasrat seseorang untuk membeli. Misalkan, saat anda bepergian menggunakan kereta api kelas bisnis atau ekonomi maka akan terbiasa melihat pedagang asongan yang hilir mudik menjajakan berbagai aneka minuman dan makanan kepada para penumpang. Lihatlah pedagang kopi keliling, ia akan berteriak mengatakan bahwa minum kopi bikin melek, kalo melek terhindar dari copet. Maka, tanpa pikir panjang penumpang serasa terhipnotis dengan kata melek dan copet tersebut sehingga beberapa dari mereka membeli segelas kopi dari pedagang tersebut. Hal demikian yang dikatakan bahwa membeli karena keinginan. Orang umumnya membeli karena dorongan dan keinginan dari dalam dirinya, bukan karena alasan logis. Maka sebagai penjual anda harus tepat dan jeli dalam mendramatisir kerugian dan manfaat.

Anda memiliki banyak rekan bisnis? Kuatkanlah hubungan anda dengan mereka. Bagaimana caranya? Banyak yang bisa dilakukan untuk mempererat hubungan dengan rekan bisnis atau relasi. Salah satu caranya mengajak rekan bisnis anda makan siang. Cara ini yang paling sering dilakukan banyak orang. Mungkin kedengarannya biasa saja mengundang rekan bisnis makan siang, namun terbukti dari acara makan siang bersama bisa berakhir menjadi suatu kerja sama yang saling menguntungkan. Menjamu atau mengundang relasi atau rekan bisnis sama halnya membuka pintu peluang anda. Obrolan ringan di sela makan siang anda dengan si pembuat keputusan bukan tidak mungkin berakhir pada penandatanganan kontrak. Makan siang di suatu tempat yang tenang dapat meminimalisir stress dan ketegangan sehingga obrolan bisnis sehabis bersantap pun terkesan santai tapi berbobot. Bukan hal yang mustahil juga and amendapat rekan bisnis baru dari pertemuan makan siang tersebut. Bisa saja relasi atau rekan anda membawa rekannya yang potensil untuk diprospek. Siapa yang tahu?

Siapa bilang penjual tidak boleh berjanji, apalagi mengobral janji, penjual boleh saja berjanji sebab janji merupakan salah satu jurus ampu penjual. Dengan janji, penjual dapat menaklukan berbagai macam pembeli. Maka itu, penjual boleh membuat janji pada siapa saja. Bahkan, mengobral janji diperbolehkan untuk menunjang keberhasilan penjual dalam menjual. Tapi ingat, berjanji bukan sekedar asal berjanji saja. Berjanjilah mengani hal yang mampu anda penuhi. Jangan pernah berjanji mengenai hal di luar kemampuan anda. Bila anda mampu memenuhi semua janji pada pembeli maka anda akan memiliki nilai plus di mata pembeli. Rasa kepercayaan mereka terhadap anda akan tumbuh. Mereka tidak akan segan membeli beberapa produk dari anda. Namun sebaliknya, jika penjual hanya megobral janji manis saja tanpa bisa memenuhinya, itu akan merugikan penjual. Kepercayaan pembeli akan berkurang atau malah mereka akan pergi ke penjual lain yang bisa mereka percaya. Bukan itu saja, kemungkinan terburuk reputasi penjual akan tercoreng. Pembeli akan menceritakan sepak terjang anda pada orang lain. Bila itu terjadi maka habislah riwayat anda. Maka itu, ingatlah bahwa berjanji itu boleh saja, namun berjanjilah mengenai hal yang mamu dipenuhi atau ditepati saja.

Kalau apda prinsip sebelumnya disebutkan penjual boleh saja berjanji asal janji yang bisa dipenuhi. Ya itu benar, tetapi tidak sesederhana itu mengartikannya. Janji yang diucapkan harus sesuai dengan hasil yang diberikan .bukan janji yang ditagih pembeli, tetapi hasil terbaik yang penjual janjikanlah yang diminta pembeli. Maka itu, janji tak bisa dipisahkan dari hasil. Misalkan, seorang penjual menjanjikan sebuah handphone canggih pada pelanggannya. Handphone itu dilengkapi berbagai fitur serta fasilitas teknologi canggih dengan harga miring. Lalu, beberapa hari kemudian penjual itu kembali dengan membawa serta beberapa jenis handphone, salah satunya jenis handphone yang telah dijanjikan. Transaksi pun berlangsung. Kini pelanggan itu memiliki handphone baru yang canggih. Saat si pelanggan mencoba berbagai fitur dan fasilitas teknologinya, ternyata tidak semuanya berfungsi dengan benar atau sesuai dengan yang dijanjikan si pembeli. Pembeli pun kecewa dan merasa telah ditipu. Dalam hal ini terlihat jelas bahwa penjual hanya mengobral janji saja tapi kualitas atau hasil yang ditawarkan tidak sesuai yang ia janjikan. Penjual hebat tidak akan berindak konyol seperti demikian.

Dalam industri apa saja pasti terdapat perusahaan besar yang menjadi kiblat bagi perusahaan lain. Segala hal tindak tanduk perusahaan tersebut akan diamati dan diawasi perusahaan lain, baik dalam hal system manajemen sampai urusan peningkatan omzetnya. Sebagai penjual harus mampu dan jeli melihat fenomena demikian. Sebab, tipe perusahaan tersebut merupakan peluang bisnis yang besar. Jika penjual bisa berbisnis dengan perusahaan seperti itu, selain prestise, omzet anda pun akan meroket tajam dan membuka klien lain atau calon pelanggan baru berdatangan. Misalkan anda seorang pengusaha tembakau, anda telah bekerja sama dengan salah satu perusahaan rokok no.1 di industri tersebut. Maka, anda cukup punya peluang untuk menawarkan tembakau tersebut pada perusahaan rokok lainnya. Bila mendapat kesempatan untuk presentasi, katakanlah pada para top manajemen atau CEO bahwa klien anda perusahaan rokok no. 1 di Indonesia. Katakana juga anda telah menjalin hubungan kerja sama yang cukup lama dengan perusahaan tersebut. Itu akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi mereka untuk membeli atau menggunakan tembakau dari anda. Peluang anda cukup terbuka untuk mendapatkan kontrak kerja sama.

Penjual andal bisa menjual apa saja dan di mana saja. Dalam berbagai situasi, dia bisa menggaet pembeli lalu menjual beberapa buah produk. Tempat dan waktu tidak bisa membatasi geraknya, yang ia tahu hanya peluang. Peluang bisa hadir di mana saja dan kapan saja, yang terpenting, penjual anda jeli menciptakan dan melihat peluang. Untuk menjad penjual yang andal, persiapkan diri anda dengan segala alat bantu dan kemampuan. Misalkan catatan kecil, catalog, brosur, dan kartu nama. Anda juga jeli dalam membaca berbagai situasi. Dibutuhkan ide kreatif dalam menciptakan atau menjerat peluang. dengan begitu, sebuah peluang bisa anda konversikan menjadi suatu keuntungan.

Sebagai penjual, anda akan bertemu berbagai macam watak pembeli. Mulai dari yang mudah diajak bekerja sama sampai yang keras kepala. Terkadang, menghadapi pembeli yang keras kepala tidak semudah menghadapi pembeli lainnya. Untuk itu, anda harus memiliki jurus khusus untuk menghadapinya. Adalah hal wajar bila para pembeli beranggapan bahwa penjual hanya memikirkan kepentingannya saja. Setiap perkataan yang diucapkan adalah upaya untuk meraih keuntungan semata. Begitulah biasanya pandangan pembeli. Sebagai penjual, itu merupakan sebuah tantangan, yaiu tantangan untuk meyakinkan dan membuat pembeli percaya. Terlebih lagi pembeli yang keras kepala. Salahs atu cara untuk menumbuhkan kepercayaan pembeli terhadap produk yang dijual adalah menyertakan bukti kesaksian atua testimony. Tentunya anda punya pelanggan yang puas terhadap pelayanan dan produk yang ditawarkan. Kesaksian pelanggan demikian itu bisa menjadi senjata untuk menaklukan pembeli yang keras kepala. Anda bisa menyertakan bukti kesaksian tersebut dalam menawarkan produk pada pembeli. Dengan demikian, diharapkan pembeli akan percaya dan yakin terhadap produk tersebut.

Saat anda berhasil menjual produk pada pembeli, tentunya kepuasan menyertai perasaan anda. Transaksi berlangsung dengan lancer dan anda memperoleh keuntungan. Setelah itu, apa yang harus dilakukan? Setelah transaksi selesai, jangan buru-buru meninggalkan pembeli anda. Mungkin saja dia punya sesuatu yang bisa menjadi peluang anda untuk meningkatkan omzet. Setelah selesai bertransaksi, penjual bisa meminta rekomendasi pada pembeli tersebut. Mintalah informasi kerabat atau rekan yang juga membutuhkan produk yang anda jual. Siapa tahu itu sebuah peluang bagi anda. Kesalahan yang sering dilakukan penjual pemula adalah buru-buru meninggalkan pembeli sehabis bertransaksi. Penjual pemula biasanya cepat puas. Selesai bertransaksi, mereka langsung memburu pembeli lainnya. Mereka tidak mau menggali informasi dari pembelinya. Cara demikian sebaiknya tidak dilakukan. Untuk menjadi penjual yang anda, anda bisa meminta rekomendasi atau sekadar menggali informasid ari si pembeli. Ingat, penjual andal bisa menciptakan dan menangkap peluang kapan saja dan di mana saja.

Terkadang, ada hal yang tidak sesuai denga harapan kita. Tidak jarang, kekecewaan melanda bila harapan tidak terpenuhi. Begitu juga dalam transaksi jual beli. Pembeli mengharapkan sesuatu yang bisa memberikan kesenangan dan kenyamanan dari membeli produk. Pembeli ingin memperoleh keuntungan dan kepuasan seperti penjual juga. Namun sayangnya, terkadang hal demikian tidak terpenuhi. Tidak smeua penjual memahami hal tersebut. Pembeli yang tidak terpenuhi rasa puasnya akan mengalami kekecewaan. Tidak jarang mereka merasa ditipu atua dibodohi. Penjual adna menangkap rasa kecewa pembeli sebagai peluang . ia melihat ada celah dibalik kekecewaan tersebut, yaitu memberi obat penawar. Penjual bisa menawarkan produk miliknya sebagai obat penawar rasa kecewa pada pembeli. Anda bisa menunjukan pada pembeli tersebut manfaat serta kelebihan produkd ari pesaing. Bila transaksi ini berhasil, secara tidak langsung anda telah mengatakan pesaing yang telah membuat pembeli kecewa.

Belajarlah pada penjual sukses.penjual sukses bukan orang yan gbanyak bicara, sebaliknya mereka pendengar yang baik. Mereka tidak akan menggunakan cara lama, yaitu berlama-lama mengobral kata agar konsumen tidak sempat berpikir. Penjual sukses memberikan keleluasaan pembeli untuk berbicara mengutarakan banyak hal. Mereka hanya berperan sebagia pendengar yang budiman. Merkea menyimak setiap informasi yang keluar dari mulut pelanggan sebab hal itu penting dan bisa menjadi celah untuk meyakinkan pelanggan. Penjual sukses juga memahami bahwa pembeli membeli suatu produk bukan berdasarkan ocehan penjual, melainkan dari apa yang mereka rasakan terhadap suatu produk, baik manfaatnya, kegunaannya, serta nilai yang melekat pada produk tersebut.

Memiliki pengetahuan lebih memang membanggakan apalagi dengan pengetahuan tersebut bisa berbagi dengan banyak orang. Namun, jangan sesekali memamerkan pengetahuan atau ilmu aygn dimiliki untuk maksud menyombongkan diri. Orang lain tidak menyukai itu. Menyombongkan diri dengan pengetahuan atau menjadi orang sok pintar akan membuat orang lain pergi menjauh. Jadilah sederhana dan bersahaja. Kalaupun memiliki pengetahuan lebih, berbagilahd egna sesame, bukan menyombongkan diri atau bertingkah sok pintar. Ini berlaku pad asiapa saja, termasuk apda penjual. Sebagai penjual, bisa saja anda mengetahui banyak hal akrena pendidikan yang pernah diraih. Tapi, bukan berarti itu mengharuskan anda untuk bersikap sok pintar dan arogan. Orang sok pintar itu terkesan menggurui, itulah yang menyebabkan orang lain tidak suka. Kaan lebih baik bila pengetahuan dipakai untuk membantu. Saat menjual produk, berbagi ilmu pengetahuan juga bisa membuat pembeli merasa senang karena ia mendapat sebuah pengalaman baru yang tidak didapat dari penjual lainnya.

Ingin menjadi penjual anda, mudah. Jangan melakukan hal seperti langsung meninggalkan konsumen atau cepat puas setelah melakukan transaksi., tidak dapat meyakinkan konsumen bahwa produk yang ditawarkan merupakan solusi terbaik bagi mereka, menjual secara buru-buru berusaha melakukan closing padahal konsumen belum sedia untuk membeli, tidak dapat mengenali perbedaan produk dan jasa yang dijual dari pesaing pada konsumen dan tidak dapat memberikan nilai tambah produk sendiri pada konsumen, tidak menguasai harga regular, promosi harga, dan tawaran khusus, tidak bisa menjadi pendengar yang baik bagi konsumen, terlalu banyak bicara tak bermutu, hanya berfokus pada diri sendiri dan mengabaikan kosumen, tidak emgnetahui apa yang konsumen inginkan, serta tidak mampu menjalin hubungan dengan konsumen.

Terkadang pembeli lebih mementingkan rasa nyaman dan kemudahan dalam membeli. Bagi pembeli yang demikian, harga bukanlah yang terpenting. Jangan sepelekan hal ini. Buatlah tata cara prosedur pembelian yang tidak merepotkan. Jika membelinya saja sudah repot, untuks eterusnya mereka enggan membeli. Coba periksa kembali tata cara menjual anda, apakah sudah sederhana atau belum. Jika belum, cobalah segera sederhanakan. Jika dapat dibuat mudah, kenapa pilih yang susah?

Sudah menjadi hal wajar bila pembeli selalu lama dalam memilih produk. Mereka butuh waktu untuk memutuskan mana yang cocok untuk dibeli. Anda harus sabar melayani dan meladeni sikap pembeli yang demikan. Tunjukkan sikap ingin melayani dan rasa antusias. Mereka akan senang. Setelah memutuskan untuk membeli suatu produk, mereka tidak sabar ingin segera mencoba merasakan manfaat barang tersebut. Mereka ingin membuktikan kenyamanan yang akan diperoleh dari produk yang baru saja dibeli. Ini wajar, pembeli suka sesuau yang instan. Coba perhatikan orang yang barus aaja membeli sebuah temapt tidur baru lengkap beserta kasurnya. Ia sudah tidak sabar untuk berbaring di atasnya. Ia sudah membayangkan betapa nikmat tidurnya nanti di atas kasur tersebut. Hal instan seperti itulah yang diinginkan pembeli dari produk yang dibelinya.

Sudah wajar penjual memberikan potongan harga diskon pada pembeli. Pembeli terkadang tidak segan menanyakan apakah produk yang ditawarkan memiliki diskon atau tidak. Memberikan diskon potongan harga merupakan strategi untuk menarik minat pembeli menawar produk yang ditawarkan. Namun, memberi potongan harga juga ada strateginya. Penjual tidak usah buru-buru memberikan diskon. Diskon dibeirkan untuk menaikkan angka penjualan saja. Penjual bisa memberikan diskon bila pembeli mau membeli produk leibh dari satu buah. Penjual bisa saja memberikan diskon 15% bila pembeli membeli produk tiga buah. Tentunya, strategi demikian cukup menggiurkan pembeli. Tanpa disadari mereka akan membeli banyak produk. Pembeli susah menolak potongan harga.

Related Posts