Peluang Prospek Kerja Kuliah Lulusan Fakultas Jurusan Farmasi

 0
Peluang Prospek Kerja Kuliah Lulusan Fakultas Jurusan Farmasiby Adminon.Peluang Prospek Kerja Kuliah Lulusan Fakultas Jurusan FarmasiFarmasi merupakan salah satu bidang professional kesehatan dengan kombinasi antara ilmu kesehatan dan ilmu kimia, yang mempunyai tanggung jawab memastikan keamanan dan efektivitas penggunaan obat. Ruang lingkup praktik farmasi termasuk praktik farmasi tradisional seperti penyediaan sediaan dan peracikan obat, serta pelayanan farmasi modern yang berhubungan dengan layanan terhadap pasien meliputi layanan klinik, keamanan penggunaan obat, […]

prospek farmasi di masa depan ugm ui unair 216x300 Peluang Prospek Kerja Kuliah Lulusan Fakultas Jurusan FarmasiFarmasi merupakan salah satu bidang professional kesehatan dengan kombinasi antara ilmu kesehatan dan ilmu kimia, yang mempunyai tanggung jawab memastikan keamanan dan efektivitas penggunaan obat. Ruang lingkup praktik farmasi termasuk praktik farmasi tradisional seperti penyediaan sediaan dan peracikan obat, serta pelayanan farmasi modern yang berhubungan dengan layanan terhadap pasien meliputi layanan klinik, keamanan penggunaan obat, evaluasi efikasi, dan penyediaan informasi obat. Di dalam perkuliahan, farmasi adalah jurusan yang terkait dengan ilmu kedokteran dan kimia. Jika kedokteran memfokuskan penyembuhan pasien lewat penanganan secara langsung, maka farmasi memfokuskan tentang-obat-obatan yang berguna menyembuhkan pasien. Farmasi mempelajari mulai dari pembuatan obat, ramuan tradisional, nasib obat di dalam tubuh, pelayanan obat kepada pasien, dan farmasetika, termasuk menjelaskan kepada pasien tentang indikasi, tata cara penggunaan obat yang benar, dan efek samping. Lulusan jurusan farmasi akan mendapatkan gelar Amd. Far untuk lulusan D3 Farmasi, Sarjana Farmasi (S.Farm) untuk lulusan dari S1 Farmasi, dan di belakang namanya ditambah dengan gelar profesi Apoteker (Apt.)

Jika memilih jurusan farmasi, kemampuan analis sangat diutamakan. Mengapa? Sebab, umumnya, sarjana farmasi dan apoteker bekerja di industri farmasi, dan mereka akan bersentuhan dengan bahan kimia dan obat-obatan. Pekerjaan ini membutuhkan ketekunan, ketelitian, dan kesabaran. Karakter ini yang harus dimiliki calon mahasiswa farmasi. Selama menempuh studi, mereka akan menghadapi banyak penelitian, hafalan, dan praktik kerja di industri farmasi. Oleh karena itu, kemampuan matematika yang bagus sangat menunjang pembelajaran di jurusan farmasi. Kesenangan terhadap ilmu alam pun menjadi modal utama di jurusan ini. Beberapa mata pelajaran yang mendukung seleksi antara lain Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Biologi, Kimia, Fisika, Matematika, dan Ujian Kognitif. Setidaknya, calon mahasiswa harus memiliki nilai 7 untuk mata pelajaran tersebut. Sedangkan, syarat utama lainnya adalah tidak buta warna.

Prospek Masa Depan Bagi Lulusan Farmasi

Soal prospek lulusan, jangan ditanya. Lulusan farmasi merupakan salah satu lulusan yang memiliki prospek cerah. Lulusannya bukan saja mudah diserap lapangan kerja, sebelum lulus pun mereka banyak yang dipesan oleh perusahaan farmasi, baik di dalam maupun luar negeri. Menurut survey HESA, sebanyak 94% lulusan farmasi dan yang berkaitan dengan obat-obatan dengan cepat mendapatkan pekerjaan. Berikut tempat pekerjaan yang memerlukan tenaga farmasi. Bidang pemerintahan juga memberikan lowongan bagi penyandang gelar sarjana farmasi. Beberapa di antaranya adalah Dinas Kesehatan, Departemen Kesehatan, serta Badang Pengawas Obat dan Makanan. Lulusan farmasi yang bekerja di instansi pemerintahan tersebut biasanya ditempatkan sebagai pengamat obat-obatan. Lulusan farmasi juga bisa bekerja di bagian administrasi pelayanan obat di instansi pemerintahan/Polri/TNI. Selain itu, ia juga bisa menjadi dosen pada Departemen Pendidikan Nasional sebagai dosen bidang farmasi. Sudah jelas, prospek kerja bidang kesehatan paling menjanjikan. Sebagai sarjana farmasi, anda dapat bekerja di sebuah instansi kesehatan semacam apotek, rumah sakit, maupun puskesmas. Anda akan dipekerjakan sebagai apoteker, pengembang, pengolah, pengamat, serta peracik obat-obatan.

Dalam bidang perindustrian, lapangan pekerjaan bagi lulusan jurusan farmasi tentu saja sangat terbuka lebar. Di Indonesia, banyak industri atau perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan dan memproduksi obat-obatan. Para alumni jurusan farmasi tentu saja sangat dibutuhkan oleh perusahaan tersebut. Di antaranya bidang industri produk biologi dan obat-obatan, seperti Bayer, Mead Johnson, Kalbe Farma dan lainnya. Bidang industri makanan, seperti Orang Tua Group, Indofood, Wingsfood, Nestle, dan lainnya. Bidang Industri Kosmetik, seperti Martha Tilaar dan Mustika Ratu. Bidang industri perbekalan kesehatan dan rumah tangga, seperti P&G, Unilever, dan lainnya. Bidang industri obat tradisional dan jamu, seperti, Nyonya Meneer, Sido Muncul, Jamu Jago, dan Air Mancur. Bidang industri perdagangan, seperti menjadi penjamin mutu standar keamanan, kualitas obat-obatan, dan alat kesehatan.

Jika anda merupakan seorang yang ingin menemukan sesuatu yang baru dalam dunia kesehatan, anda sebagai lulusan farmasi juga dapat menjadi peneliti. Penelitian yang dilakukan sudah pasti penelitian mengenai obat-obatan. Anda dapat mencalonkan diri sebagai peneliti di sebuah instansi penelitian. Beberapa prospek kerja jurusan farmasi tersebut merupakan bukti bahwa jurusan farmasi memiliki prospek kerja yang menjanjikan. Mulai yang termasuk bidang industri, pemerintahan, kesehatan, maupun peneliti.

Di Indonesia, banyak perguruan tinggi yang sudah dan mulai membuka fakultas atau jurusan farmasi. Bidang studi dalam farmasi pun sudah mulai berkembang, dari bidang studi farmasi umum, farmasi sains, apoteker, dan teknologi, sampai pada farmasi obat alami dan studi obat herbal. Berkembangnya jurusan farmasi ternyata diilhami dari semakin banyaknya peminat jurusan tersebut, dan lulusan yang langsung terserap lapangan kerja. Artinya, peminat lulusan farmasi sangat banyak. Misalnya, jurusan apoteker. Saat ini, bisnis apoteker di Indonesia juga mulai naik daun, seiring dengan tren bisnis franchise di bidang apotek. Di kota besar, seperti Jakarta atau di pulau jawa, apoteker memang sudah banyak. Tetapi, di kota kecil, apalagi di kawasan sumatera, Sulawesi, papua, bahkan Kalimantan, profesi apoteker masih sangat langka. Bisa dibilang, indonesia masih kekurangan apoteker. Tentu saja, fenomena ini menjadi satu tantangan lagi bagi sarjana farmasi atau calon apoteker untuk mengembangkan dan mengabdikan diri di kota kecil.

Daftar Universitas Fakultas Farmasi Terbaik di Indonesia

Berikut ini adalah daftar universitas favorit yang memiliki fakultas jurusan farmasi di Indonesia, diantaranya adalah Universitas Surabaya, Universitas Sumatera Utara Medan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Universitas Pancasila Jakarta, Universitas Padjajaran Bandung, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Katolik Widya Mandala, Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin Makassar, Universitas Gadjah Mada, Universitas Andalas Padang, Universitas Airlangga, Universitas Ahmad Dahlan, dan Institut Teknologi Bandung.

Ketua umum ikatan apoteker Indonesia mengatakan, saat ini, di Indonesia baru terdapat sekitar 30 ribu apoteker. Sedangkan, rasio apoteker di Indonesia adalah 1 banding 8000. Jumlah ini masih kurang ideal. Setidaknya, meniru negara asean lainnya, satu orang apoteker hanya melayani 4-5 ribu orang saja. Di rumah sakit Indonesia pun, sebenarnya masih kekurangan apoteker. Sebab, yang terjadi sekarang, rumah sakit hanya menyediakan 1-2 apoteker. Padahal, sesuai dengan aturan, idealnya, setiap 30 bed untuk pasien, rumah sakit menyiapkan satu apoteker. Fakta ini menunjukan bahwa Indonesia memang masih kekurangan apoteker sampai sekarang. Selain itu, ada juga bidang studio bat herbal. Penyebabnya, tren pengobatan herbal dalam kemasan modern, kini mulai diminati masyarakat. Perguruan tinggi pun tertantang untuk mengembangkan riset ilmiah. Di eropa dan asia, terutama cina, studi pengobatan herbal sudah lama masuk dalam kurikulum fakultas kedokteran. Tetapi di Indonesia, studi farmasi cukup mulai digalakan, sesuai melalui berbagai tuntutan akan suatu kebutuhan pengobatan terhadap masyarakat. Universitas Indonesia kemudian telah membuat program studi magister yang berfokus kepada studi khusus ilmu herbal.

Abdul mun’im, yang kini telah menjabat sebagai ketua dari program studi magister ilmu herbal, universitas Indonesia, menyatakan menyadari bahwasannya ilmu ini termasuk ke dalam program studi baru di UI, bahkan di Indonesia. Misi ini dilakukan agar supaya pengembangan terhadap riset obat-obatan dan pengobatan secara herbal tradisional Indonesia dapat diteliti dan dikembangkan lebih jauh, serta memperoleh bukti ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Harapannya, agar para praktisi kedokteran dan yang terkait dapat menilai dan menganggap bahwa obat-obatan untuk pengobatan secara herbal tradisional dapat digunakan secara aman bagi pasien, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif di dalam penulisan resep dokter. Pada sebelum dibukanya program studi magister ini secara resmi, departemen farmasi universitas Indonesia, telah melakukan banyak studi banding ke beberapa universitas di Cina dan Jerman. Dan setelah hasil kunjungan studi banding dari luar negeri, Diketahui bahwa ilmu ini rupanya luar biasa prospektif dan sekarang adalah waktu dimana kita dapat memperdalam untuk meneliti serta mengembangkan riset ilmiah dari berbagai bahan herbal Indonesia baik yang sudah terkenal maupun yang belum untuk pengobatan medis.

Lowongan Kerja Sarjana Farmasi di Perusahaan Indonesia

Ada tiga jalur untuk yang berminat mengikuti program studi ini, yakni, studi herbal medis, studi estetika Indonesia, dan studi herbal keperawatan. Studi herbal medis, peminatnya sebagian besar merupakan dokter dan apoteker yang sebenarnya telah menjadi ahli untuk bidang pengobatan secara alternatif, seperti akupuntur. Studi ini dibuat untuk mengembangkan dan mengkaji penelitian mengenai obat-obatan herbal. Mengeri cara meracik folmularian obat-obat dari bahanherbal, agar pada saatnya nanti, obat herbal dapat mengikuti jalur formal yang telah biasa dilakukan oleh para dokter agar dapat menyembuhkan pasien. Peminatan herbal keperawatan. Mayoritas mahasiswanya merupakan para perawat yang memiliki keinginan untuk mendalami studi obat herbal. Lalu yang ketiga, yaitu studi estetika Indonesia, yang didukung oleh perusahaan kosmetik terkemuka seperti Martha Tilaar, program studi ini lebih banyak berfokus terhadap bahan kosmetik herbal Indonesia. Program studi herbal di Indonesia memang tergolong baru. Studi peminatan estetika Indonesia serta herbal medicine merupakan program studi jurusan yang paling banyak diminati. Tidak hanya terbatas dari kalangan mahasiswa saja, program studi ilmu herbal ini sudah lama telah menjadi bagian yang diincar oleh industri farmasi, dari dalam bahkan luar negeri. Perusahaan farmasi sudah banyak melakukan kerja sama yang biasanya digunakan untuk uji klinis, uji toksositas, dan penelitian agar dapat menciptakan obat yang sekarang telah atau baru akan dijual ke pasaran. Yang lebih hebatnya lagi, banyak perusahaan yang sudah terlebih dahulu memesan beberapa orang alumni dari lulusan program studi magister ilmu herbal agar langsung bekerja menjadi tenaga ahli di berbagai perusahaan farmasi raksasa di Indonesia. Sebut saja PT Medifarma Laboratories Inc, PT. Papua, PT Combiphar, Reksa, Martina Berto, Jamu Puspo, Internusa, Industri Borobudur, Industri Farmasi, dan Darya Varia Laboratoria. Besaran standar penghasilan gaji tenaga farmasi fresh graduate S1 biasanya sekitar Rp.3.500.000,- dan meningkat apabila telah memiliki pengalaman kerja yang lama dan sesuai bidang.

Related Posts