Tips Cara Penjual Menghadapi Komplain Pelanggan & Target

 0
Tips Cara Penjual Menghadapi Komplain Pelanggan & Targetby Adminon.Tips Cara Penjual Menghadapi Komplain Pelanggan & TargetSebagai penjual anda terbilang cukup sukses. Mulai dari omzet yang tinggi, pelanggan dari beragam kalangan, sampai peningkatan penjualan. Pendek kata semua target yang anda tetapkan berhasil diraih dengan sempurna. Namun, ketika pelanggan setia anda Komplain. Ia kecewa dengan produk yang dibeli dari anda. Ia mengkritik pedas tentang hal tersebut. Kejadian ini cukup mengejutkan anda. Karena […]

kiat cara menghadapi komplain customer Tips Cara Penjual Menghadapi Komplain Pelanggan & TargetSebagai penjual anda terbilang cukup sukses. Mulai dari omzet yang tinggi, pelanggan dari beragam kalangan, sampai peningkatan penjualan. Pendek kata semua target yang anda tetapkan berhasil diraih dengan sempurna. Namun, ketika pelanggan setia anda Komplain. Ia kecewa dengan produk yang dibeli dari anda. Ia mengkritik pedas tentang hal tersebut. Kejadian ini cukup mengejutkan anda. Karena selama berkarir sebagai penjual baru kali ini anda mengalami hal yang demikian. Ini bisa menimbulkan rasa tidak percaya diri dan kekecewaan dalam diri anda. Lalu bagaimana seharusnya anda lakukan? Dalam menggeluti bidang apa saja risiko akan selalu menghadang. Tidak ada bidang pekerjaan yang luput dari risiko. Begitu pun dalam hal menjual. Komplain dari pelanggan setia merupakan satu dari sekian banyak rintangan dan risiko yang akan dihadapi. Sangat wajar bila anda kecewa. Tapi jangan sampai terlarut dalam kesedihan. Karena itu bisa menganggu performa anda. Tidak ada waktu untuk berlama dalam rasa kecewa. Bersabar dan berbesar hati pada setiap keadaan. Dengan begitu anda akan terbiasa menghadapi berbagai situasi.

Tidak ada pihak yang kalah atau menang. Semua pihak adalah pemenang. Prinsip inilah yang harus anda tanamkan ketika menjual sehingga pada saat pelanggan Komplain, anda tidak mengabaikan atau lari dari tanggung jawab, tetapi juga ikut merasakan dan memikirkan apa yang mereka rasakan. Penjual tidak boleh memikirkan keuntungan diri sendiri. Ia juga harus memberikan keuntungan pada pelanggan. Setidaknya, melalui produk yang telah dibeli, pelanggan dapat merasakan atau menikmati berbagai manfaat. Namun, bagaimana bila manfaat tersebut tidak didapat, tetapi malah kerugian yang diperoleh. Disinilah prinsip semua pihak menjadi pemenang diberlakukan. Berikan kemenangan yang sama seperti penjual rasakan pada pelanggan. Penjual dapat bertanggung jawab dengan memberikan garansi, meminta maaf, bahkan mengganti produk yang telah membuat pelanggan rugi. Bila ini dapat dilakukan dengan benar maka semua pihak akan menjadi pemenang.

Anda sebagai penjual sudah melakukan semuanya sebaik mungkin. Semua tata cara dan langkah telah anda lakukan, namun tetap terdapat kekurangan. Ini hal wajar, anda tidak perlu menghadapinya dengan pikiran negative. Anggap saja ini merupakan pengalaman serta pelajaran bagi anda. Tidak ada penjual di dunia ini yang tidak pernah dikomplain konsumen, termasuk penjual andal sekalipun. Mereka semua pernah mengalaminya. Jika ada konsumen yang komplain pada anda, bersabarlah. Hadapilah dengan sikap yang positif dan kepala dingin. Masih bagus ada konsumen yang komplain. Itu berarti mereka masih menaruh kepercayaan pada anda. Di satu sisi, mereka juga bermaksud menunjukan pada anda agar nantinya tidak melakukan hal yang sama. Coba bayangkan bila ada konsumen yang kecewa namun tidak melakukan komplain. Anda tidak akan tahu di mana letak kekurangan selama ini. Untuk itu, berikan rasa terima kasih pada konsumen yang komplain karena mereka telah menunjukan kekurangan kita yang harus segera diperbaiki. Untuk itu, atasi segera komplain konsumen, segera layani komplain mereka dengan tulus. Berikan tanggung jawab anda sebagai kompensasi atas rasa ketidakpuasan mereka.

Dalam kondisi apa pun, penjual harus tulus menghadapi dan melayani Komplain pembeli walau penjual dalam kondisi bosan atau lelah, mereka tidak boleh memalingkan diri dari pembeli. Melayani pembeli itu harus tuntas, tidak boleh setengah. Seorang pembeli mendatangi anda karena merasa kecewa. Mereka kecewa dengan produk yang dibeli dari anda. Anda harus tetap menghadapi pembeli tersebut. Anda tidak bisa mengacuhkan mereka begitu saja. Walau demikian si pembeli tersebut bisa saja bersalah. Namun anda tetap harus melayaninya dengan sabar dan tulus. Penjual harus bersikap mengalah. Tidak perlu mengungkapkan kekeliruan atau kesalahan pembeli. Ingat kunci melayani pembeli Komplain adalah sabar. Jadilah penjual yang melayani.

Penjual tidak dapat memilih orang seperti apa yang akan menjadi pelanggannya. Bisa jadi, orang yang berkarakter temperamental, pendiam, atau lembut. Semua orang bisa menjadi pelanggan yang potensial. Watak yang berbeda membuat setiap pembeli berbeda dalam menyampaikan pendapatnya. Begitu juga dengan pelanggan anda. Setiap pelanggan punya cara tersendiri untuk menyampaikan komplainnya. Sebagai penjual, anda harus membiasakan diri menghadapi pembeli dengan berbagai karakter, terlebih saat menghadapi Komplain dari mereka. Bisa saja suatu saat anda menghadapi pelanggan yang meledak saat marah, yaitu tipe orang yang mengkritik dengan mengeluarkan kata pedas sampai membuat telinga pandas. Dalam situasi seperti ini, anda harus tetap sabar. Terkadang, pembeli suka berlebihan saat menyampaikan komplainnya. Itu wajar, sebagai pembeli mereka menaruh harapan pada produk yang dibeli dan pada akhirnya apa yang diharaptkan tidak terwujud. Jadi, penjual harus bisa merasakan kekecewaan pembeli, bukannya ikut membalas mengatakan hal yang mengiris telinga juga. Sebagai penjual tidak mudah untuk mencari pelanggan baru. Oleh karena itu rawatlah pelanggan lama dengan baik. Bila mereka mengeluarkan kata yang tidak mengenakan saat Komplain jangan membalasnya. Cobalah rasakan apa yang mereka rasakan. Dengan demikian, anda akan tulus melayani dan bertanggung jawab pada pelanggan lama anda.

Bila anda jeli, keluhan yang diutarakan pembeli dapat digunakan menjadi keuntungan. Penjual mahir tahu bagaimana carai melakukannya. Untuk itu, selesaikanlah keluhan dengan cara yang benar. Hal yang dapat dilakukan untuk mengubah keluhan menjadi keuntungan yaitu memperbaiki Komplain pembeli, mencari tahu tingkat penuasan pelanggan, memberikan kompensasi, meminta maaf, berikan sikap ingin membantu, selesaikan keluhan pelanggan, dan persiapkan diri dalam menghadapi keluhan. Bila semua poin di atas dilaksanakan dengan benar dan baik, bukan tidak mungkin pelanggan yang tadinya mengeluh kembali lagi pada anda karena mereka puas dengan cara anda mengelola keluhan mereka.

Menyiapkan kartu nama itu penting sebab setiap saat anda akan bertemu orang dan setiap orang berpotensi menjadi pelanggan. Memberikan kartu nama kepada orang yang berpotensi menjadi pelanggan. Memberikannya pada pelanggan lama adalah wajib hukumnya sebab pelanggan lama yang paling setia berbelanja pada anda. Bisa saja ia merekomendasikan anda pada orang terdekatnya. Akan tetapi, ada satu hal yang harus anda ingat. Anda telah membagikan kartu nama pada beberapa pelanggan maka harus siap menerima konsekuensi menjadi seorang yang mudah dihubungi karena percuma saja membagikan kartu nama atau identitas bila anda sulit untuk dihubungi. Oleh karena itu, anda jangan menjadi penjual yang sulit dihubungi.

Membuat sebuah daftar yang berisi data konsumen anda. Seperti alamat, profesi, nomor telepon, nama, dan sebagainya. Penjual mahir selalu memiliki data semacam itu. Banyak hal bisa dimanfaatkan dari data konsumen tersebut. Penjual bisa menggunakan data tersebut untuk mengontak pelanggan lama. Anda bisa mengadakan janji untuk mengadakan percakapan bisnis. Dengan begitu, ada peluang yang bisa digali. Membaca data konsumen juga sama halnya menyusun target pasar. Anda bisa menemukan pasar potensial di dalam data tersebut. Untuk itu, anda dapat menyiapkan data konsumen serinci dan sebaik mungkin. Semakin rinci data anda, semakin mudah anda menentukan sasaran. Selain itu, data konsumen akan membantu di saat atasan memberikan target yang cukup ketat. Tentu anda tidak mau kalah bersaing dengan beberapa rekan bukan? Segeralah mulai dari sekarang dengan membuat data konsumen yang detail.

Biasanya, peluang penjual untuk menjual ulang serta meningkatkan keuntungan didapat dari pelanggan lama. Pelanggan lama biasanya setia dan mau kembali membeli. Oleh karena itu, jangan abaikan pelanggan lama. Rawat hubungan dengan pelanggan lama. Terkadang pelanggan baru yang datang pada penjual berasal dari saran pelanggan lama. Bila pelanggan telah mempercayai soerang penjual, secara tidak sadar pelanggan tersebut telah melakukan promosi untuk si penjual. Ia akan mengatakan bahwa si penjual dapat dipercaya. Selalu berhubungan dengan pelanggan lama secara rutin. Penjual dapat menanyakan, apakah si pembeli membutuhkan suatu produk darinya atau juga bisa si penjual menawarkan produk terbaru padanya. Selain itu, bila penjual telah menjalin hubungan pertemanan dengan pembeli, penjual dapat menanyakan tentang pekerjaan atau kabar. Buat hubungan dengan pembeli sekarab mungkin.

Persaingan semakin ketat, setiap saat pesaing dapat saja mendahului. Mereka terus mengintai para pelanggan anda. Saat anda lengah maka para pesaing pun beraksi. Oleh karena itu, berikan arasa setia pad apelanggan maka pelanggan juga akan setia pada anda. Jika anda tidak setia pada pelanggan, mereka akan segera pergi. Maka itu jangan sepelekan hal ini. Berikanlah pelanggan layanan terbaik. Jangan pernah mencurangi atau menipu mereka. Sekali saja anda ketahuan melakukannya, itu sama dengan bunuh diri. Ingat persaingan semakin ketat. Semua orang ingin menjadi pemenang. Maka itu jangan gegabah dalam bertindak. Hanya pelanggan yang membuat penjual sukses. Maka sudah sewajarnya penjual setia pada pelanggan. Setia pad apelanggan itu sama artinya dengan menjaga pintu rezeki. Pintu rezeki penjual akan senantiasa terbuka bila tetap setia dan menjalin hubungan baik dengan pelanggan. Namun sebaliknya, jika penjual mencurangi atau meninggalkan pelanggan, pintu rezekinya akan tertutup. Sebab, mencari pelanggan baru bukan soal mudah.

Jika hubungan pelanggan lama dengan penjual sudah sangat akrab maka keduanya dapat leluasa berbicara apa pun. Mulai dari urusan pribadi, hobi, sampai pekerjaan. Jika hubungan antar keduanya sudah begitu, inilah waktu yang tepat untuk mewawancarai pembeli. Mewawancarai maksudnya mengumpulkan informasi. Penjual dapat dianggap pembeli sebagai narasumber. Dari pembeli informasi dapat diambil. Penjual dapat menanyakan bagaimana alasan pembeli seperti apa yang tidak disukai dari pelayanan si penjual, apa yang disukai, apa yang membuat pembeli puas berbelanja, kenapa pembeli mau membeli produknya, dan sebagainya. Bila penjual berhasil mewawancarai si pembeli serta berhasil meraih sejumlah informasi. Maka ini suatu keberuntungan bagi dirinya. Berbekal informasi tersebut, penjual dapat mencari pelanggan baru untuk meningkatkan penjualannya. Dari informasi itu juga, penjual dapat menutupi kekurangan dan meningkatkan kelebihan ketika berhadapan atau mencari pelanggan baru. Seorang penjual tidak pernah lelah untuk belajar serta meningkatkan kemampuan. Setiap hari persaingan semakin kompetitif dan tidak pernah lepas dari perubahan. Maka itu, penjual harus selalu belajar. Tidak boleh puas karena hari ini belum tentu sama dengan hari esok.

Saat menjual produk tentu seorang penjual sering mendengar kata tidak dari pembeli. Bagi sebagian penjual, kata tidak adalah momok yang menakutkan. Kata itu dapat meruntuhkan semangat yang telah dibangun, juga dapat membuat penjual mati kutu dan membuyarkan focus konsentrasi. Semua penjual pernah mengalami situasi demikian tanpa terkecuali. Bila penjual mengalami situasi ini maka penjual harus tetap tenang serta berupaya menguasai keadaan. Ini juga cukup membantu menjaga kepercayaan diri. Selanjutnya, pembeli harus tahu apa yang menyebabkan pembeli mengatakan tidak. Cobalah untuk mencari tahu hal tersebut. Ada banyak alasan mengapa pembeli berkata tidak diantaranya yaitu ada rasa keraguan untuk membeli produk yang ditawarkan, kualitas yang ditawarkan produk tidak sesuai, serta harga yang tidak dapat dijangkau pembeli.

Untuk mendapatkan kesuksesan dalam bidang apa saja, jadilah orang yang bermanfaat bagi siapa saja. Jangan pamrih saat membantu orang. Dengan banyak memberi manfaat kepada orang lain maka kesuksesan akan mendatangi kita. Begitu juga ketika menjadi penjual. Jadilah penjual mahir yang sanggup member manfaat bagi orang banyak, terutama untuk pelanggan. Memang betul bahwa semua penjual membutuhkan keuntungan karena keuntungan merupakan bentuk dari keberhasilan dalam peningkatan penjualan. Tetapi bukan berarti untuk meraih keuntungna harus menggunakan segala cara sehingga harus bersikap sebagai penjual sembarangan. Lihatlah penjual yang telah berpengalaman. Mereka bukan hanya sekedar menjual, namun juga memberikan manfaat kepada orang banyak, terutama pada pembeli. Salah satunya dengan bersikap jujur dalam menjual. Bersikaplah tulus ketika melayani. Jadilah penjual yang memiliki tanggng jawab. Jadilah penjual yang mampu memberikan manfaat untuk pembeli.

Tidak selamanya hidup itu indah, terkadang tidak bahagia dan terkadang senang. Itulah dinamika kehidupan. Ketika tidak enak hati, anda harus tetap bertemu dengan pelanggan karena sudah berjanji sejak jauh hari. Jangan tunjukan perasaan anda ke pelanggan. Jangan sampai pelanggan menangkap kegundahan anda. Dalam kondisi bagaimana saja, penjual harus tampil siap dalam menghadapi pelanggan. Selalu tersenyum seolah anda sedang tidak punya masalah. Selalu antusias saat melayani pelanggan. Seorang penjual harus tampil professional. Pelanggan tidak punya salah kepada anda. Jangan lampiaskan kekesalan anda ke mereka. Beberapa penjual pemula ketika sedang tidak enak hati secara tidak sengaja melampiaskan kekesalan pada pelanggan. Itu bukan hal yang tepat. Belajarlah pada penjual mahir yang telah berpengalaman. Mereka tahu bagaimana cara menyimpan kegundahan hati agar tidak terlihat oleh pelanggan.

Ide bisa didapat dari siapa saja, bisa dari sesama penjual atau pelanggan. Saat sedang berbincang dengan pelanggan, terkadang mereka menyelipkan pendapat atau masukan tentang berbagai hal. Bila anda jeli, ini dapat menjadi sebuah ide. Ingat, penjual harus dapat menjadi pendengar yang baik bagi pelanggan, siapa tahu itu dapat mendongkrak omzet anda. Tidak ada larangan memanfaatkan ide dari pelanggan. Malah sebaliknya, penjual harus mengetahui pendapat dan masukan dari pelanggan. Dengan demikian penjual tahu informasi hal yang disukai dan tidak dari pelanggan. Menyerap ide dari pelanggan juga jangan asal. Ambillah ide yang menurut anda positif dan dapat menunjang kinerja serta penjualan. Anda juga perlu ingat bahwa pelanggan berasal dari berbagai kalangna. Tentu cara pikir dan hal yang mereka lewati berbeda dengan anda. Ide yang mereka utarakan pastinya juga menarik dan unik. Anda tidak perlu terburu-buru menggunakan ide yang mereka ungkapkan. Anda dapat mengendapkannya kemudian mengkombinasikan dengan ide anda sendiri.

Bidang apa saja yang digeluti, rajin tetap menjadi satu kata kunci dalam meraih keberhasilan. Orang yang rajin akan dinilai sebagai orang yang bersungguh dalam bekrerja. Oleh karena itu hanya murid rajin saja yang dapat menjadi juara kelas. Sama juga halnya dengan urusan menjual. Seorang penjual harus rajin. Kalau tidak, penjual tidak akan dapat meningkatkan omzet penjualan, apalagi mencapai target. Pelanggan juga tidak suka mengadakan janji atau membeli dengan penjual yang malas. Mereka tidak percaya. Kalau sduah demikian, maka penjual sendirilah yang rugi. Pelanggan akan berpaling kepada para pesaing. Namun bila anda rajin, pelanggan selalu kembali. Mereka senang membeli dari anda karena anda menjual dengan sepenuh hati. Mereka menangkap aura positif dari diri anda.

Setiap orang tentu memiliki pengalaman dalam hidupnya, baik itu duka atau suka. Pengalaman suka biasanya mudah dikenang karena rasanya manis. Bahkan orang ingin mengalaminya lagi. Sebaliknya, pengalaman duka kadang meninggalkan pahit dan kegetiran. Tidak sedikit juga yang menyisakan tangis ketika mengenangnya. Dari pengalaman itu, banyak pelajaran yang dapat dipetik. Terlepas itu pengalaman buruk atau baik, semuanya tetap memberikan hikmah bagi setiap orang yang menjalaninya. Tidak salah bila ada pepatah yang megnatakan pengalaman adalah guru terbaik. Sebagai penjual, tentunya anda jug amemiliki banyak pengalaman yang dapat diambil sebagai pelajaran, mulaid ari pengalaman diteolak konsumen, berhasil menjual produk, hingga pengalaman menghadapi konsumen yang Komplain. Semua ini tidak dapat dilupakan begitu saja. Kalau ingin meraih sukses, belajarlah dari pengalaman karena dari pengalaman seseorang dapat mengetahui apa yang menjadi kelebihan dan kelemahannya. Ini juga dapat diterapkan untuk penjual dalam meningkatkan penjualan.

Related Posts