Tips Strategi Cara Cepat Untuk Menjadi Marketing Sukses Yang Handal

 0
Tips Strategi Cara Cepat Untuk Menjadi Marketing Sukses Yang Handalby Adminon.Tips Strategi Cara Cepat Untuk Menjadi Marketing Sukses Yang HandalBerawal dari rasa Suka. Sebelum melakukan suatu pekerjaan, alangkah baiknya bila anda memiliki rasa ketertarikan terhadap jenis pekerjaan yang akan dilakukan. Ini penting, sebab menggeluti suatu pekerjaan berdasarkan rasa suka akan sangat membantu saat menghadapi kesulitan atau rintangan di kemudian hari. Rasa suka yang sudah tertanam akan membangkitkan energy dalam diri sehingga melahirkan karakter tidak […]

rahasia tips menjadi seorang marketing sukses 300x225 Tips Strategi Cara Cepat Untuk Menjadi Marketing Sukses Yang HandalBerawal dari rasa Suka. Sebelum melakukan suatu pekerjaan, alangkah baiknya bila anda memiliki rasa ketertarikan terhadap jenis pekerjaan yang akan dilakukan. Ini penting, sebab menggeluti suatu pekerjaan berdasarkan rasa suka akan sangat membantu saat menghadapi kesulitan atau rintangan di kemudian hari. Rasa suka yang sudah tertanam akan membangkitkan energy dalam diri sehingga melahirkan karakter tidak mudah menyerah atau selalu mencari jalan keluar untuk mengatasi setiap hambatan. Berbeda halnya bila anda menggeluti suatu bidang pekerjaan tanpa didasari rasa suka. Bisa jadi, anda bekerja hanya sebatas menyelesaikan tugas pokok saja. Gairah untuk menambah pengetahuan atau meningkatkan kemampuan untuk berprestasi menjadi yang terbaik tidak ada. Anda bisa bayangkan bila seorang penjual. Baik itu penjual barang maupun jasa, tidak menyukai bidang yang digelutinya, penjual itu tidak akan menggapai sukses. Ia seperti berjalan di tempat, akan jauh tertinggal dari rekan seprofesi yang lebih mencintai bidang pekerjaannya.

Yang dibutuhkan hanya tekad, bukan bakat. Seorang juara tidak akan menjadi juara bila ia tidak menanamkan tekad yang kuat dalam dirinya. Tekad yang kuat sangat diperlukan dalam meraih apa pun. Seorang pendaki tidak akan bisa sampai ke puncak bila tidak memiliki kebulatan tekad. Kebulatan tekadlah yang mengantar sang pendaki sampai di puncak, mengalahkan cuaca ekstrem serta maut yang mengintai. Namun, akan berbeda hasilnya bila si pendaki tidak punya tekad yang kuat. Bisa saja baru separuh perjalanan, ia mengurungkan niatnya untuk menyelesaikan pendakian karena alasan cuaca atau bahaya. Begitu juga bagi anda yang sedang merintis karir atau menggeluti bidang penjualan. Anda harus menanamkan tekad yang kuat agar anda senantiasa bersemangat dan tidak mudah patah arang. Keberhasilan dan kesuksesan tidak dapat diraih dalam waktu singkat. Butuh waktu, pengorbanan, dan perjuangna yang panjang. Maka dari itu, dengan kebulatan tekad, anda bisa bersabar serta meningkatkan kemampuan yang diperlukan dalam meraih keberhasilan dan kesuksesan.

Sukses dulu baru menjual. Sukses tidak datang dengan sendirinya, tetapi datang bersamaan dengan usaha dan kerja keras. Namun, sebelum berhasil menghampiri, perlu meyakinkan diri sendiri bahwa diri anda akan sukses. Ini penting. Sebab, ini merupakan mental positif yang harus dibangun dari waktu ke waktu. Seseorang yang meyakini dirinya akan sukses maka dia akan sukses. Sedangkan, seseorang yang tidak percaya ia bisa meraih sukses maka akan gagal. Sebab, tidak mungkin seseorang akan sukses bila ia tidak percaya dengan kemampuan sendiri. Bila anda ingin menggeluti suatu bidang, baik itu bidang jual-beli atau bidang professional lainnya, sebelum memulainya, yakinkan dulu diri anda bahwa bidang yang dipilih akan membawa kesuksesan. Dengan sikap dan mental positif yang demikian, anda bisa menjual produk apa saja dan kepada siapa saja. Jadi, sebelum anda repot meyakinkan para pelanggan atau klien, sebaiknya anda yakinkan diri sendiri terlebih dahulu karena kunci kesuksesan itu adalah diri anda sendiri.

Harus total, tidak boleh setengah. Saat anda menggeluti suatu bidang, anda harus total, tidak boleh setengah dalam mengerjakannya. Dengan begitu, anda bisa meraih keseuksesan. Cobalah perhatikan para kuli panggul di pasar. Mereka bekerja dengan sepenuh hati meski beban karung yang dipanggul cukup berat dan bayaran yang diterima hanya Rp.3000. mareka tetap semangat mengerjakannya. Tidak terpancar sedikit pun raut keberatan dari wajah mereka. Bagi pengguna jasa kuli panggul, kehadiran mereka di tengah keriuhan pasar dianggap sebagai pahlawan karena dapat membantu menyelesaikan persoalan. Kuli panggul yang sigap rela berdesakan menerobos kerumunan massa sambil memanggul karung berat dipundaknya. Dari hal ini, bisa dipetik sebuah pelajaran bahwa segala sesuatu harus harus dikerjakan dengan total dan keseriusan. Tidak ada tempat untuk mental setengah. Totalitas sang kuli yang memasang badan, berdesakan di kerumunan pasar, merupakan suatu bentuk pengabdian terhadap pekerjaan yang dilakoninya. Coba anda baying apa jadinya bila si kuli tidak total dalam bekerja? Apakah rela ia menyisihkan tenaganya untuk mengangkat karung berat? Apakah mau ia berdesakan di tengah keramaian pasar? Apakah bila diketahui upah yang diterima hanya beberapa ribu saja. Jawabannya adalah tidak. Semua tidak akan terjadi tanpa totalitas.

Apa yang dipikirkan seorang Michael Phelps saat berhasil menyabet 8 medali emas pada ajang olimpiade 2008 di Beijing? Jawabannya: kemenangan. Ya, Michael Phelps hanya memikirkan kemenangan yang ada di depan mata. Begitulah seorang juara sejati seharusnya saat bertarung. Tidak ada hal lain yang dipikirkan selain menang. Banyak orang memiliki berbagai kualitas diri yang hebat, namun tidak banyak yang berpikir menang. Penting untuk memiliki tekad selalu menang setiap saat karena itu modal utama. Tidak ada seorang pun yang datang ke medan laga untuk menjadi nomor dua atau yang berikutnya. Mereka datang sebagai sang juara atau sang pemenang. Sebagai seorang penjual, tekad demikian harus anda tanamkan. Sebab, menjual memiliki banyak tantangan dan hambatan. Anda harus bisa mengikis setiap hambatan yang dihadapi dan keluar sebagai pemenang. Ingat, hanya ada satu kata dalam kepala anda, yaitu menang. Sebagai penjual yang hebat, anda harus memenangi banyak pertarungan. Pokoknya harus menang, titik.

Seorang penjual harus memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Sebab, bertindak tanpa memiliki kepercayaan diri hanya akan menimbulkan keraguan. Begitu juga dengan sikap ragu-ragu, sikap demikian hanya akan menimbulkan kekhawatiran. Jika seseorang dilingkupi perasaan khawatir maka sikap yang dihasilkan pun setengah. Sebagai seorang penjual, anda telah melangkah setengah jalan dari tujuan yang dicapai bila memiliki kepercayaan diri. Kepercayaan diri juga melahirkan kreativitas dan rasa optimis. Yakinkan diri sendiri bahwa anda bisa. Dengan begitu, rasa percaya diri pun hadir. Sebagai seorang penjual, rasa percaya diri mutlak dimiliki. Bagaimana orang lain percaya terhadap diri anda. Jika anda tidak percaya pada diri sendiri? Percayalah pada diri sendiri, dengan begitu anda sudah punya modal untuk bertindak. Dalam setiap tindakan, modal satu ini sangat diperlukan. Misalnya, ketika menawarkan produk kepada pelanggan, menghadapi complain dari pelanggan, dan mempresentasikan produk kepada pelanggan, semua itu tidak akan berjalan lancer tanpa rasa percaya diri. Bidang apa pun yang anda geluti, percaya dirilah dalam menjalankannya karena itu adalah keharusan.

Penilaian pada seseorang akan menempel di benak kita. Bila kita berpikir positif pada seseorang maka rasa aman dan tenang akan dirasakan saat bersamanya. Namun sebaliknya, kita akan selalu waspada saat berada di sekitar orang yang kita anggap negative. Pikiran negative akan menyusahkan diri kita sendiri. Padahal, belum tentu apa yang disangkakan itu terbukti. Sebaiknya berpikirlah secara positif karena itu membuat orang di sekitar kita juga merasakan hal yang sama. Secara tidak sadar kita telah menularkan aura positif buat orang-orang di sekitar. Seorang penjual harus memiliki pola pikir demikian. Jika tidak, akan susah meraih kesuksesan karena belum apa-apa sudah berpikiran negatif duluan. Padahal, belum terbukti apa yang dipikirkannya, itulah yang sesungguhnya. Sangat penting untuk memberikan efek positif pada pembeli karena feedback-nya penjual itu sendiri yang merasakan.

Thomas Alfa Edison mampu menciptakan lampu pijar berkat ketekunan. Dia sangat yakin dengna apa yang disebut ketekunan. Dalam menggeluti bidang apa pun, ketekunan merupakan kunci untuk meraih kesuksesan. Ketekunan mampu mengalahkan segala penghalang serta membangkitkan semangat seseorang dari setiap kegagalan yang telah dialami. Jika ingin menjad penjual sukses, keahlian menjual saja tidak cukup. Seorang penjual harus memiliki ketekunan yang luar biasa. Dalam menjual, segala kemungkinan bisa saja terjadi. Penjual mungkin telah memiliki rencana dan target yang ingin dicapai, tetapi saat di tengah perjalanan banyak rintangan dan akhirnya yang diraih pun tidak sesuai harapan. Dalam kondisi demikian ketekunanlah alat yang tepat untuk bangkit. Dengan ketekunan dan sedikit kegigihan, kesuksesan bisa diraih secara perlahan. Untuk bisa menumbuhkan ketekunan dalam diri, seorang penjual harus memiliki kesabaran. Sebab, kesabaran erat kaitannya dengan ketekunan. Tanpa kesabaran, ketekunan tidak bisa tumbuh.

Seorang penjual yang ingin meraih kesuksesan harus memiliki kedisiplinan yang tinggi. Ingat, menjual adalah kegiatan yang berhubungan dengan orang banyak. Saat menjual banyak variasi dinamika yang terjadi. Misalkan, saat membuat sebuah janji dengan pelanggan. Untuk menjaga hubungan agar tetap lancer, janji yang telah disepakati harus dipenuhi. Di sinilah kedisiplinan diperlukan. Sebagai seorang penjual, anda berjanji bertemu pelanggan pukul 12 siang di sebuah restoran. Namun, anda hadir sekitar pukul 1 siang, hampir satu jam terlambat. Saat bertemu pelanggan, anda mengutarakan bahwa keterlambatan akibat kendaraan yang bermasalah, sebut saja sepeda motor mogok dalam perjalanan. Nah, apa pun yang menjadi alasannya, anda tetap tidak disiplin. Seharusnya, jauh beberapa jam sebelum pertemuan anda harus sudah mengecek semua perlengkapan untuk pertemuan, mulai dari menyiapkan bahan presentasi, menyiapkan alat peraga, sampai memeriksa kondisi kendaraan. Bukankah anda memiliki janji pukul 12 siang? Hal seperti inilah yang harus menjadi perhatian penjual yang ingin sukses. Tidak bisa menjalani segalanya secara asal. Semua harus disiapkan secara teliti dan detail karena persiapan matang menunjang kedisiplinan anda. Bersiaplah untuk ditinggalkan pelanggan atau klien bila anda tidak mampu mendisiplinkan diri sejak sekarang.

Semua berawal dari impian, begitu yang sering diungkapkan orang sukses. Mulai Thomas Alfa Edison si penemu bola lampu pijar sampai orang yang menemukan pesawat. Semuanya bermuara dari impian. Memiliki impian sama halnya memiliki peta. Dengan peta, seseorang tahu ke mana ia akan pergi. Seorang penjual anda awalnya juga berangkat dari impian. Mereka memimpikan meraih omzet yang berlipat. Dengan kegigihan semua impian berhasil mereka lampaui. Berbeda dengan penjual yang tidak memiliki impian, mereka akan terlihat seperti pengemudi yang tak punya tujuan. Mereka tidak tahu apa yang ingin dicapai sebagai penjual. Bagi penjual pemula, milikilah impian, kemudian bekerja keras untuk meraihnya.

Jangan melakukan kesalahan, sebab itu contoh yang tidak benar. Akan tetapi, bersikaplah dengan benar karena orang menyukai hal tersebut. Bertindak benar adalah salah satu cara untuk member contoh yang benar atau baik pada orang lain. Orang akan melihat apa yang telah kita lakukan. Bila itu membawa manfaat maka banyak orang yang mengikutinya. Dan, biasanya sikap dan perilaku benar atau sikap baik akan mendatangkan kebaikan juga. Saat menjual produk pada pelanggan, berperilakulah dengan benar. Pelanggan dapat menangkap hal tersebut. Tingkah dan perilaku anda yang baik dan benar menumbuhkan keyakinan dalam diri mereka. Itu akan mendorong mereka untuk membeli produk dari anda. Ada anggapan bahwa menjadi penjual itu harus bisa sedikit mengelabui pelanggan. Itu adalah anggapan yang salah. Jangan pernah mengikuti anggapan menyesatkan tersebut. Ingat, pelanggan menyukai penjual yang jujur, baik, dan bisa dipercaya.kalau anda tidak bersikap baik atau jujur, tidak ada yang mau menjadi pelanggan anda. Pelanggan bukan orang yang bisa dibodohi, mereka juga bisa merasakan mana yang benar tulus dan mana yang bukan. Bertindak benar dan berperilaku baik akan mendatangkan kebaikan. Maka, jadilah penjual yang bisa mendatangkan kebaikan bagi siapa saja.

Tampil sederhana bukan berarti tampil serba kekurangan, melainkan tidak berlebihan. Semuanya wajar saja. Kesederhanaan membuat seseorang mempunyai nilai lebih Karen kesederhanaan merupakan wujud dari kemampuan diri menahan ego dan hawa nafsu. Sebabm, tidak semua orang mampu menahan diri. Jika anda penjual yang beromzet tinggi, janganlah langsung mengubah gaya hidup. Tetaplah tampil sederhana dan apa adanya. Dengan begitu, kesan sombong jauh dari diri anda. Kesederhanaan mampu meredam ego sang pembeli. Apalagi selain sederhana anda memiliki pengetahuan lebih. Pembeli semakin menghormati anda, mereka menganggap anda bukan penjual yang sombong. Dengan begitu, rasa aman dan nyaman akan tibul. Bila sudah demikian, mereka tidak ragu untuk membeli produk dari anda. Berpenampilan menarik memang perlu dalam urusan menjual, namun bukan berarti berpenampilan menarik itu berdandan berlebihan. Kenakanlah pakaian yang bersih, pantas, dan sopan. Tidak bersikap arogan dan tulus melayani merupakan wujud kesederhanaan itu sendiri.

Sebagai seorang penjual, anda akan berhadapan dengan berbagai macam karakter pelanggan. Untuk membuat para pelanggan tertarik dan membeli produk yang ditawarkan, tidak harus memahami karakter mereka seutuhnya. Cukup dengan menguasai teknik berkomunikasi saja, anda sudah bisa menjual. Mampu berkomunikasi dengan baik sama artinya menjual dengan baik. Sebab, senjata utama saat menjual adalah komunikasi. Melalu pesan lisanlah elanggan bisa mengerti produk yang ditawarkan padanya. Para penjual hebat selalu mengatakan bahwa menjual berarti berkomunikasi dengan lancar. Setiap akan bertemu pelanggan, siapkan bahan obrolan. Itu bisa diperoleh di mana saja, mulai dari televise, Koran, majalah, internet, dan buku cerita. Semua itu dapat dijadikan bahan untuk mengobrol bersama pelanggan. Akan tetapi, harus ingat siapa lawan bicara anda. Sebab itu menentukan bahan obrolan. Sebagai penjual, tidak bisa menentukan siapa pelanggan anda. Pelanggan bisa datang dari berbagai lapisan. Maka itu, persiapkan diri dengan berbagai wawasan. Dengan begitu, anda akan selalu nyambung setiap kali ngobrol dengan pelanggan.

Keberhasilan tidak semata-mata ditentukan oleh kepintaran atau keahlian saja, tetapi juga harus memiliki sikap dan mental positif. Untuk itu, hargailah setiap orang, baik tua maupun muda. Jangan berbuat seenaknya atau semaunya pada orang lain karena dapat merugikan diri sendiri. Tidak seorang pun di dunia ini yang mau bekerja sama dengan orang sombong yang berperilaku semaunya. Orang akan senang bekerja sama dengan mereka yang sederhana dan sopan. Orang yang sederhana dan sopan mampu diajak kerjasama secara tim dengan baik. Sedangkan, mereka yang berperilaku seenaknya sangat sulit bekerja secara tim. Buang jauh sikap semaunya, terlebih bagi seorang penjual. Pembeli tidak akan membeli produk dari penjual arogan. Sikap arogan tidak bisa melayani dengan tulus. Sementara, pelanggan butuh pelayanan tulus dari pembeli. Pembeli butuh kenyamanan saat menawar suatu produk. Mreka ingin diperlakukan istimewa. Namun, itu semua tidak akan didapat dari penjual yang bersikap seenaknya.

Setiap manusia memiliki keunikannya sendiri. Tidak ada manusia berkarakter sama, bahkan yang kembar sekalipun. Namun, untuk mempertegas perbedaan antara anda dengan orang lain, tanamkan pikiran positif dan sikap antusias. Memiliki pikiran positif dan sikap adalah penting. Cobalah anda menjual produk dengan menggerutu dan wajah cemberut kepada para pelanggan. Tidak ada pelanggan yang mau membeli produk anda. Akan tetapi, coba anda mendengar curhatan seorang teman yang memiliki permasalahan dengan penuh antusias. Bisa jadi, teman anda semakin terbuka dan semakin banyak hal yang diungkapkannya karena sikap antusias anda telah membuatnya nyaman. Seorang penjual penting sekali memiliki sikap penuh antusias. Dengan antusias yang terpancar dari wajah dan sikap, pelanggan pun akan ikut merasakannya. Sebab, antusias yang dibangun atas pikiran positif akan menularkan aura positif juga pada orang lain, selain itu, yang dibutuhkan pelanggan adalah kenyamanan. Kenyamanan akan melahirkan kepercayaan. Saat kepercayaan pelanggan sudah diraih, merkea akan membeli apa saja dari kita.

Salah satu kemampuan yang harus dimiliki penjual adalah kemampuan beradaptasi. Penjual yang mudah beradaptasi akan mudah melakukan penawaran pada siapa saja. Secara alamiah manusia telah dikaruniai kemampuan untuk beradaptasi. Penjual yang mampu beradaptasi dengan pelanggan atau lingkungan pembelinya tidak akan mengalami kesulitan dalam menjalankan pekerjaannya. Banyak keuntungan yang diperoleh menjadi orang yang mampu beradaptasi. Selain disenangi oleh banyak orang, kemampuan ini membuat nyaman diri sendiri. Rasa nyaman pada diri sendiri diperlukan saat sedang behadapan atau memasuki lingkungan baru. Begitu juga keuntungna penjual yang mampu beradaptasi. Penjual tidak bisa menentukan siapa yang harus jadi pelanggannya. Semua roang dari berbagai kalangan dan beragam karakter bisa menjadi pelanggan. Inilah alasan mengapa seorang penjual harus mampu beradaptasi.
-Seorang penjual harus memiliki rasa percaya diri. Percaya diri merupakan salah satu senjata yang harus dimiliki. Tanpa rasa percaya diri, bagaimana penjual bisa menghadapi konsumennya? Percaya diri bisa diibaratkan sebagai sesuatu yang diyakini. Bila penjual telah memiliki keyakinannya sendiri, ia mampu melakukan apa saja, termasuk mempresentasikan produknya di hadapan pembeli. Keraguan merupakan wujud rasa tidak percaya diri. Seorang penjual yang memiliki keraguan terhadap barang produknya akan sulit menjual produk tersebut karena ia sudah ragu sejak awal. Tidak percaya diri akan menutup kemampun seseorang yang sesungguhnya. Seseorang yang memiliki keahlian atau kepandaian bila tidak percaya diri maka tidak akan mampu menjual dirinya dengna benar karena tidak ada orang lain yang tahu bahwa orang tersebut memiliki kemampuan yang luar biasa.

Ketika berhadapan dengan orang dalam urusan pekerjaan, janganlah memasang wajah murung. Sebaliknya, tunjukan wajah ceria anda pada orang lain. Keceriaan yang terpancar dari wajah seseorang bisa memberikan energy positif bagi yang melihatnya. Hal tersebut berlaku dalam urusan menjual. Janganlah menjual dengan memasang wajah murung. Sebab, pembeli tidak betah berhadapan dengan penjual yang demikian. Sebaiknya, menjuallah dengan wajah yang tulus dihiasi senyum hangat. Penjual seperti itu akan terlihat lebih akrab dan pembeli pun merasa nyaman. Bila pembeli sudah nyaman maka menjual akan lebih mudah. Menunjukan keceriaan membuat seseorang terlihat antusias. Selain itu, wajah ceria terlihat lebih menarik di mata orang lain. Keceriaan penjual dapat mengundang para pembeli. Pembeli tidak segan melakukan penawaran pada produk yang penjual miliki. Jadi, pembeli tidak perlu repot mencari pelanggan.

Tanamkanlah rasa tanggung jawab dalam diri. Mampu memenuhi tanggung jawab akan membuat anda terlihat sebagai orang hebat karena mampu menjalankan hak dan kewajiban secara bersamaan. Wujud tanggung jawab berbagai macam, tergantung siapa yang memikulnya. Bila yang memikul tanggung jawab seorang penjual maka ia bertanggung jawab pada masyarakt secara umum dan kepada pelanggan secara khusus. Tanggung jawab penjual adalah menjual produk yang bermanfaat bagi pelanggan, bukan produk yang merugikan. Penjual juga harus menjual produk yang mampu mendatangkan rasa senang dan nyaman, bukan rasa kecewa. Penjual tidak boleh meninggalkan pelanggan begitu saja saat pelanggan mengeluh. Ia harus sabar bertanggung jawab menyelesaikan semua masalah yang ada, tidak terkesan lepas tangan. Bertanggung jawab bukan perbuatan mudah. Menjalankannya tidak segampang mengucapkannya.

Jadilah penjual yang meyakinkan bagi pelanggan anda. Sebab, para pelanggan tidak akan membeli jika tidak yakin terhadap penjualnya. Itu artinya, setiap penjual harus tampil meyakinkan, mewakili produk yang dijualnya. Ingalah baik-baik kalimat tersebut. Sebelum membeli sebuah barang, pelanggan terletbih dahulu melihat siapa penjualnya. Mereka memiliki penilaian tersendiri mengenai itu. Jika pelanggan tidak merasa yakin atau percaya maka mereka tidak akan membeli. Akan tetapi sebaliknya, jika mereka yakin, mereka akan membeli barang yang ditawarkan. Atau paling tidak, mereka menunjukan ketertarikan. Satu hal yang harus diketahui oleh penjual, bahwa pembeli selalu menilai dan menghbungkan. Misalnya saja, sebagai penjual anda menawarkan pasta gigi pada seorang pelanggan atau konsumen. Anda katakana bahwa ini pasta gigi terbaru yang bisa membuat gigi terlihat putih mengkilap. Sementara, gigi anda tampak tidak terjaga kesehatannya. Lantas, apakah si konsumen percaya? Bisa jadi tidak karena mereka suka menilai dan menghubungkan.

Seseorang tidak bisa dinilai baik-buruknya melalui penampilan semata. Namun, biar bagaimanapun, penampilan adalah hal pertama yang dilihat orang lain dari diri kita. Untuk itu, jagalah penampilan agar selalu terlihat menarik. Penampilan yang menarik akan membawa hal positif. Lingkungan baru atau kenalan baru akan lebih mudah menerima orang yang mampu memukau dengan penampilannya. Penampilan terbaik juga dibutuhkan dalam urusan menjual. Penjual jangan asal percaya diri saja, tapi perhatikan juga penampilan, sudah menarik atau belum, sudah enak dilihat atau belum. Pembeli enggan menawar pada penjual yang jorok dan tidak sedap dipandang mata. Mereka lebih suka menawar pada penjual yang wangi, bersih, serta enak dilihat. Cobalah anda memasuki gedung atau apartemen mewah dengan pakaian compang-camping. Bisa jadi baru sampai di depan pintu masuk, anda sudah dijejali berbagai pertanyaan dari satpam setempat. Bahkan, anda bisa diusir karena dicurigai mengganggu ketertiban atau ketenang penghuni bangunan tersebut. Kenapa bisa demikian? Ya, karena penampilan anda tidak meyakinkan. Satpam gedung tersebut menilai dari pakaian anda yang compang-camping tersebut.

Sebagai seorang penjual anda dituntut untuk tahu dan mengerti banyak hal, terutama hal yang berkaitan dengan produk yang anda jual. Mulai dari hal kecil sampa persoalan besarnya harus anda kuasai. Minimal, jika ada pelanggan yang bertanya, anda bisa member sebuah jawaban pasti, bukan alasan mengada-ada. “maaf, saya tidak tahu mengenai hal itu.” Mengungkapkan kalimat demikian akan sangat fatal bagi seorang penjual karena dapat membuat pelanggan kecewa. Ungkapan tersebut bukan mencerminkan seorang penjual sejati. Sebab, penjual sejati selalu menguasai produk yang dijualnya. Saat ada pelanggan bertanya mengenai produknya, ia akan antusias memberikan segala informasi yang dibutuhkan. Ia akan mudah membeberkan apa saja yang menyangkut produknya. Begitulah seorang penjual sejati. Oleh karena itu, tidak hera bila karyawan baru di perusahaan besar sebelum terjun langsung dibekali berbagai macam product knowledge terlebih dahulu. Menjual suatu produk tanpa menguasainya sama saja seperti maju ke medan pertempuran tanpa persiapan. Intinya, kuasailah produk anda. Buatlah konsumen percaya.

Tidak satu pun penjual yang mengatakan produknya bukan yang terbaik. Semua pasti mengatakan produk yang dijualnya yang terhebat. Namun, tahukan anda seberapa hebat produk tersebut? Jangan-jangan tidak lebih hebat dari produk para pesaing. Penjual anda harus mampu mengukur sejauh mana produk bisa bersaing di pasaran. Dia harus mengetahui di mana posisi produknya di antara produk-produk sejenis. Penting bagi penjual untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan produk pesaing. Dengan begitu, kita sebagai penjual akan memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas produk sendiri karena kita sudah mengetahui seperti apa produk pesaing. Memahami produk pesaing juga membuat anda sebagai penjual, memiliki celah untuk mengalahkan pesaing. Bukankah yang ada di pikiran penjual sejati hanya kemenangan? Maka, inilah salah satu langkah untuk memenangkan persaingan anda. Kerahkan seluruh kemampuan dan potensi anda, cari tahu apa yang konsumen suka.

Berkunjunglah ke sebuah pameran lukisan. Temukan lukisan yang paling anda suka, lalu amati. Tentunya tidak hanya anda yang mengamati lukisan tersebut. Pasti ada pengunjung lain yang juga ikut mengamati. Tanyakan pada mereka, apa pendapatnya tentang lukisan tersebut. Bisa jadi jawaban mereka tentang lukisan itu tidak sama dengan anda. Mengapa bisa demikian? Jawabannya adalah persepsi. Setiap manusia memiliki persepsi yang berbeda-beda terhadap apa yang dilihat dan dirasakannya. Manusia akan menyukai sesuatu bila yang dilihatnya mempersepsikan hal baik. Sebaliknya, manusia tidak menyukai sesuatu bila itu dianggapnya kurang baik. Semua itu bermuara pada persepsi. Maka, disinilah kegigihan anda sebagai penjual diuji. Sebagai penjual yang andal, anda harus bisa mempersepsikan bahwa produk anda sesuatu yang baik bagi konsumen, sesuatu yang bagus buat mereka. Karena dengan begitu, mereka akan membeli produk anda. Membentuk persepsi pelanggan juga penting. Bila persepsi telah terbentuk, apa pun bisa anda jual. Bahkan, bidang apa pun bisa anda geluti jika kemampuan ini benar-benar telah anda kuasai.

Related Posts