Kebayang nggak sih, HP yang bodinya super tipis, layarnya melengkung, tapi ternyata tahan banting parah? Brand ini sempat vakum sekitar 6 tahun, terakhir nongol sekitar 2017-2018, dan sekarang datang dengan gebrakan baru.
Biasanya kan HP tipis itu rentan pecah atau bengkok, tapi yang ini malah tahan jatuh dari ketinggian, bahkan sempat dibuat rekor di Filipina – dijatuhin bareng-bareng sama 200 orang, dan hasilnya? Masih utuh. Udah kayak batu aja ini HP. Bahkan ada yang nekat rebus HP-nya bareng mi instan. Dan… tetap nyala!
Tapi ya, tetap ada satu ganjalan: sertifikasi militer (MIL-STD-810H) yang biasanya jadi bukti ke-badak-an HP outdoor, di sini nggak kelihatan. Mungkin ini bagian dari strategi branding-nya kali ya. Tapi Honor tetap pede, sampai berani kasih garansi layar dan body selama 1 tahun buat kerusakan fisik.
Kalau dipakai buat gaming, performanya standar aja. Chipset-nya pakai Snapdragon 6 Gen 1, bukan yang terbaru memang, tapi masih cukup lah buat main PUBG Mobile atau Mobile Legends.
Buat yang demen nonton Netflix atau main game lama-lama, baterainya bikin senyum-senyum sendiri. Bayangin aja, kapasitasnya 6600 mAh dengan teknologi silicon carbon. Streaming 2 jam cuma habis 12%, dan main Mobile Legends 2 match nonstop cuma ngurangin sekitar 7% baterai. Gila hematnya! Nggak heran sih, HP ini pernah jadi nomor satu versi daya tahan baterai di DxOMark.
Refresh rate X9C 120Hz. Sayang, screen protector bawaannya agak tebal dan mengurangi sensitivitas layar. Jadi kalau punya budget lebih, mending beli pelindung layar tambahan yang lebih tipis dan responsif.
Soal kamera, jangan tertipu desain modul yang kelihatan rame. Sebenarnya cuma ada dua kamera belakang: utama 108MP dan ultrawide 5MP. Kamera utamanya cukup oke untuk foto siang hari, detail tajam, warna natural. Tapi sayangnya, performa HDR-nya masih kurang stabil dan kamera ultrawidenya… ya, bisa dibilang zonk. Detailnya berantakan dan sering muncul efek ungu di pinggiran gambar.
Buat video? Kamera belakang bisa rekam sampai 4K 30FPS, tapi stabilisasi digitalnya masih kasar banget. Sambil jalan, videonya bisa goyang kayak gempa. Kamera depan malah lebih parah: cuma bisa rekam Full HD 30FPS, belum ada opsi 60FPS, apalagi 4K.
Pernah juga kejadian aneh, pas mau rekam video 4K di luar ruangan yang panas banget, HP-nya malah muncul pesan error codec. Tapi waktu dibawa ke tempat lebih adem, baru bisa rekam lagi. Agak nyeleneh sih, tapi semoga bisa diperbaiki lewat update software.
Nah, ngomong-ngomong soal software, sekarang Honor udah nggak barengan sama Huawei. Jadi nggak ada EMUI lagi. Sekarang pakai MagicOS 8 yang basisnya Android 14. Bedanya, MagicOS tetap bisa pakai Google Services. Tampilan dan feel-nya agak mirip HarmonyOS, tapi performa enteng dan bebas iklan. Fitur AI seperti photo eraser dan Magic Portal juga udah lengkap. Navigasi GPS oke, sensor lengkap termasuk NFC, dan sinyalnya juga kuat banget.
X9C ini juga mendukung pengisian cepat 66W, yang bisa isi dari 10% sampai penuh dalam waktu sekitar 1 jam. Jadi kalau sering buru-buru, ini jelas bantu banget.
Kesimpulannya? Kalau cuma cari performa atau kamera mumpuni di harga Rp3,6 jutaan, mungkin ada pilihan lain kayak Poco atau Redmi. Tapi kalau butuh HP yang bisa diajak berpetualang ke lokasi ekstrim, punya daya tahan yang nggak kaleng-kaleng, baterai super irit, dan desain tetap enak dilihat, Honor X9C ini layak banget buat dipertimbangkan. Beli disini



