MacBook Pro M5 Review 2025 — Kinerja Apple Silicon 3nm, Battery Life 20 Jam, dan GPU AI Ray Tracing
MacBook Pro M5 Review 2025 — Kinerja Apple Silicon 3nm, Battery Life 20 Jam, dan GPU AI Ray Tracing

MacBook Pro M5 Review 2025 — Kinerja Apple Silicon 3nm, Battery Life 20 Jam, dan GPU AI Ray Tracing

Posted on

MacBook Pro M5 bukan laptop yang berubah dari sisi desain, tetapi berubah besar dari sisi performa.

Upgrade Besar di Dalam, Bukan di Luar

Tidak ada revisi sasis, tidak ada layar OLED, tidak ada redesain port. Namun di balik bodi yang sama sejak era M1 Pro 2021, Apple menyimpan kejutan besar lewat chip M5 dengan GPU baru ber-neural accelerator dan fabrikasi 3nm generasi ketiga.

Efeknya?

Kecepatan render naik drastis, konsumsi daya tetap boros… eh maksudnya tetap efisien, dan masa pakai baterai menyentuh level yang membuat laptop Windows apa pun terlihat panik.

Desain, Notch, Port, dan Mini-LED Retina XDR — Masih Tetap Sama Sejak Tahun 2021

Bagi yang berharap perubahan eksternal, MacBook Pro M5 terasa seperti deja-vu:

  • Notch webcam masih nongkrong di atas layar
  • Sasis, sudut, dan material identik
  • Layout keyboard sama persis
  • Touchpad tetap lebar dan presisi

Port lengkap: HDMI, MagSafe, Thunderbolt, dan SD Card UHS-II full size

Pengguna Mac menyebut desain ini sudah sempurna, jadi Apple memilih mempertahankannya lima generasi berturut-turut.

Layar Mini-LED Retina XDR 120 Hz — Bukan OLED, Tapi Masih Jadi Panel Terbaik di Laptop Profesional

Tidak seperti laptop flagship Windows yang berlomba-lomba pakai OLED 4K, Apple tetap percaya bahwa:

  1. Mini-LED Retina XDR sudah cukup akurat,
  2. Blooming minimal,
  3. Brightness ekstrem,
  4. Tidak perlu resolusi 4K untuk layar 14–16 inch.

Bagi fotografer dan videografer yang sering pindah file lewat kamera, kehadiran slot SD UHS-II berkecepatan tinggi adalah anugerah — tinggal “sat-set” transfer file tanpa dongle tambahan.

Audio Enam Speaker Atmos — Laptop Berukuran 14–16 Inch dengan Suara Kelas Hi-Fi Portable

Jika menentukan satu aspek MacBook yang “tidak masuk akal”, maka itu adalah speaker.

Dengan sistem 6-speaker atas–bawah yang mendukung Dolby Atmos, suara:

  • bulat
  • bertenaga
  • jernih
  • luas

dan tetap stabil dari volume rendah hingga maksimal

Laptop ini seperti membawa mini Hi-Fi system yang bisa diajak ngonten, nonton Netflix, atau mixing ringan tanpa butuh speaker eksternal.

Keyboard, Touch ID, dan MacOS Taho — Integrasi Apple Intelligence Jadi Kunci

MacBook Pro M5 langsung menjalankan:

  • macOS 26 Taho,
  • Liquid Glass Interface,
  • Apple Intelligence built-in,
  • Continuity dengan iPhone semakin seamless.

Touch ID tetap di tombol power, responsif, dan aman.

Pengguna Windows butuh waktu adaptasi untuk posisi tombol Fn dan command, tetapi setelah terbiasa, layout ini terasa luas dan ergonomis.

Chip Apple Silicon M5 — 3nm, Neural Accelerator, dan Ray Tracing

Di sinilah revolusinya.

Apple M5 hadir dengan:

  • 10-core CPU (4 performance + 6 efficiency)
  • 10-core GPU generasi baru
    Neural accelerator di dalam GPU
  • Memory bandwidth hingga 153 GB/s
  • Fabrikasi 3nm generasi 3

Benchmark singkat:

  • Mengalahkan M1 Max dengan mudah
  • Mendekati M1 Ultra di beberapa skenario CPU
  • GPU meningkat signifikan dibanding M4

Render 4K 10 menit: dua kali lebih cepat dari ultrabook Windows Intel/AMD terbaru

Kecepatan mendekati laptop gaming ber-GPU RTX 5050

Gaming di Mac Series M5 — Cyberpunk 2077 Lancar di Full HD Medium

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Apple Silicon:

  • Cyberpunk 2077 bisa dimainkan
  • Setting Medium
  • Resolusi Full HD
  • Upscaling via MetalFX + AMD FSR3
  • Suhu tetap adem
  • Performa stabil baik dicolok maupun tidak

Mac bukan laptop gaming, tentu saja. Tetapi kini gaming bukan “mustahil” lagi.

Efisiensi Baterai Level Dewa — 23 Jam Playback YouTube

  • 23 jam playback YouTube (klaim Apple 24 jam)
  • 8 jam kerja normal → baterai masih 45%
  • Penggunaan harian real-world bisa 15–16 jam

Inilah ciri Apple Silicon: daya tahan baterai yang tidak bisa dikejar laptop Windows berapa pun harganya — bahkan yang memakai prosesor ARM sekalipun.

MacBook Pro M5 untuk Content Creator — Workstation Portabel Tanpa Drama

Jika pekerjaan meliputi:

  • edit video 4K
  • photo editing
  • rendering
  • produksi konten
  • mobile workflow
  • sinkronisasi proyek dengan iPhone/iPad

Maka MacBook Pro M5 adalah workstation portabel paling efisien saat ini.

Kuat, tahan lama, senyap, dan performanya stabil meski tanpa charger terpasang.

Harga MacBook Pro M5 Indonesia 2025 — Mulai 33 Jutaan untuk 16/512, versi dasar:

  • RAM 16 GB Unified
  • Storage 512 GB
  • Harga tidak sampai Rp33 juta

Jika ingin sekalian masuk ekosistem Apple, iPhone 16 Pro juga sedang turun harga, sehingga paket lengkap Mac + iPhone menjadi kombinasi produktivitas jangka panjang.

Windows vs macOS — Dua Dunia Berbeda, Keduanya Tetap Relevan

Ada yang aneh ketika seseorang bersikeras bahwa Windows tidak berguna. Sebaliknya, ada juga yang menganggap macOS terlalu “sakral”. Padahal: macOS unggul dalam efisiensi, stabilitas, dan ekosistem. Windows unggul dalam fleksibilitas dan kompatibilitas industri

Tidak mungkin ribuan perusahaan global memakai Windows jika sistem tersebut “tidak bisa diandalkan”. Pada akhirnya, preferensi dan kebutuhan tetap penentu akhir, bukan fanboyisme.

Apakah Worth It Upgrade ke MacBook Pro M5?

Jika kamu:

  • content creator mobile
  • sering render video
  • butuh baterai panjang
  • ingin laptop senyap tapi bertenaga
  • bekerja dalam ekosistem Apple
  • mencari peningkatan signifikan dari M1 atau Intel lama

Jawabannya: sangat worth it.

Jika kamu:

  • pengguna Windows yang butuh aplikasi profesional spesifik
  • gamer berat
  • butuh fleksibilitas tinggi
  • tidak ingin desain lama berulang

Maka upgrade ini tidak terlalu mendesak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *