Motor listrik di Indonesia semakin beragam. Tidak lagi hanya menawarkan kendaraan berkecepatan rendah untuk perjalanan jarak dekat, sejumlah model baru mulai mencoba menghadirkan performa yang lebih serius sekaligus mempertahankan kepraktisan penggunaan sehari-hari. Salah satu yang menarik perhatian adalah Indomobil E-Motor Sprinto, skuter listrik bergaya sporty yang dipasarkan dengan harga sekitar Rp25,75 juta on the road Jakarta.
Dengan banderol tersebut, Sprinto masuk ke area harga yang cukup menarik karena bersinggungan dengan skuter bensin populer seperti Honda Vario 125. Namun, karakter kendaraan ini tentu berbeda. Sprinto mengandalkan motor listrik 3,5 kW, baterai 2,45 kWh, tiga pilihan mode berkendara, serta sejumlah fitur modern yang cukup mencolok, termasuk panel instrumen TFT layar sentuh.
Sprinto bukan sekadar motor listrik yang mengutamakan efisiensi. Ketika mode berkendara paling agresif digunakan, kecepatan maksimalnya dapat mencapai sekitar 101 km/jam. Lantas, apakah performa tersebut cukup untuk membuat Indomobil E-Motor Sprinto layak dipertimbangkan sebagai motor listrik untuk penggunaan harian?
Harga Indomobil E-Motor Sprinto dan Posisi di Kelas Motor Listrik
Salah satu alasan Sprinto menarik untuk dibahas adalah harganya. Dengan harga sekitar Rp25,75 juta OTR Jakarta, motor listrik ini berada pada kelas yang cukup kompetitif. Konsumen yang sedang mencari motor listrik dengan harga Rp25 jutaan tidak hanya mendapatkan kendaraan untuk berkeliling kompleks atau kawasan perumahan, tetapi juga sebuah skuter yang secara kemampuan dapat digunakan di jalan raya.
Jika dibandingkan dengan motor bensin, kisaran harga tersebut bahkan berdekatan dengan skuter bermesin 125 cc. Sementara itu, dalam kategori motor listrik, Sprinto harus berhadapan dengan berbagai model lain yang menawarkan karakter dan keunggulan berbeda.
Keunggulan Sprinto justru terlihat dari kombinasi antara performa, kenyamanan, fitur, dan jarak tempuh. Motor ini memang bukan kendaraan listrik paling murah, tetapi spesifikasinya menunjukkan bahwa produk tersebut dirancang untuk pengguna yang menginginkan kendaraan listrik dengan kemampuan lebih luas daripada sekadar alat transportasi jarak dekat.
Tiga Riding Mode Menentukan Karakter Indomobil E-Motor Sprinto
Salah satu bagian paling penting ketika membahas performa Indomobil E-Motor Sprinto adalah keberadaan tiga mode berkendara. Tersedia Comfort, Sport, dan Boost. Ketiganya memberikan karakter berbeda sehingga pengguna dapat menyesuaikan respons motor dengan kebutuhan perjalanan.
Mode Comfort merupakan pilihan paling santai. Dalam mode ini, kecepatan maksimum berada di kisaran 42 km/jam. Karakter tersebut sebenarnya cukup untuk perjalanan di lingkungan perumahan, gang, mengantar anak sekolah dalam jarak dekat, atau sekadar menuju warung. Namun, ketika digunakan di jalan raya yang ramai, batas kecepatan tersebut terasa terlalu rendah.
Berbeda ketika mode Sport dipilih. Kecepatan maksimum meningkat hingga sekitar 70 km/jam. Angka tersebut sudah lebih masuk akal untuk pemakaian sehari-hari di jalan perkotaan. Respons gas juga terasa lebih sigap sehingga proses berakselerasi atau mendahului kendaraan lain tidak terlalu membuat pengendara merasa ragu.
Mode Boost menjadi pilihan ketika performa menjadi prioritas. Dalam pengujian, Sprinto mampu mencapai sekitar 101 km/jam. Bagi sebuah skuter listrik dengan ukuran relatif ringkas, angka tersebut tergolong menarik. Respons gas juga terasa lebih agresif sehingga karakter motor berubah cukup signifikan dibandingkan Comfort.
Bagi penggunaan sehari-hari, Sport sebenarnya sudah mencukupi. Namun, Boost terasa lebih menyenangkan ketika menghadapi tanjakan, membutuhkan akselerasi lebih cepat, atau ingin mendapatkan respons motor yang lebih spontan.
Akselerasi Sprinto Bukan yang Tercepat, tetapi Top Speed-nya Menarik
Kecepatan maksimal yang tinggi belum tentu berarti akselerasinya paling cepat. Hal tersebut juga terlihat pada Sprinto. Berdasarkan pengujian menggunakan perangkat pengukur akselerasi, Sprinto membutuhkan sekitar 10 detik untuk mencapai 60 km/jam.
Sementara untuk jarak 402 meter, waktunya berada di kisaran 23 detik. Angka tersebut menunjukkan bahwa karakter Sprinto lebih mengarah pada keseimbangan antara performa dan penggunaan harian, bukan mengejar akselerasi ekstrem.
Jika dibandingkan dengan motor listrik lain di kelasnya, catatan akselerasinya masih dapat dikatakan biasa. Namun, keunggulan Sprinto justru muncul pada kemampuan mencapai kecepatan maksimal yang cukup tinggi. Jadi, pengguna mendapatkan motor yang tetap nyaman untuk perjalanan rutin tetapi masih memiliki cadangan tenaga ketika dibutuhkan.
Seberapa Jauh Jarak Tempuh Indomobil E-Motor Sprinto?
Pertanyaan mengenai jarak tempuh motor listrik Indomobil E-Motor Sprinto tentu tidak kalah penting. Kapasitas baterainya mencapai sekitar 2,45 kWh atau lebih tepatnya sekitar 2.456 Wh. Baterai tersebut dipasangkan dengan motor listrik bertenaga 3,5 kW.
Jarak tempuh sangat bergantung pada mode berkendara. Dalam Comfort, yang memiliki batas kecepatan paling rendah, jarak tempuh dapat mencapai sekitar 116–120 km dalam kondisi pengujian tertentu. Angka tersebut tentunya dapat berubah berdasarkan bobot pengendara, kondisi jalan, temperatur, gaya berkendara, serta seberapa sering motor digunakan untuk berakselerasi.
Ketika beralih ke Sport, jarak tempuh berada di sekitar 85–90 km. Sementara dalam Boost, jaraknya masih berada di kisaran 75 km. Untuk pemakaian harian, angka tersebut tergolong cukup menarik karena pengguna tidak harus selalu memikirkan pengisian ulang setiap beberapa puluh kilometer.
Artinya, apabila Sprinto digunakan untuk perjalanan pulang-pergi kantor dengan jarak yang tidak terlalu jauh, pengisian baterai tidak perlu dilakukan setiap hari. Pengguna tinggal menyesuaikan kebiasaan pengisian dengan jarak perjalanan.
Baterai 2,45 kWh dan Pilihan Pengisian Standar
Sprinto dibekali charger standar dengan daya sekitar 450 watt. Keuntungannya cukup jelas bagi rumah dengan kapasitas listrik terbatas. Pengisian masih dapat dilakukan pada rumah dengan daya listrik 900 VA, meskipun tentu saja pengguna perlu memperhatikan perangkat listrik lain yang sedang digunakan secara bersamaan.
Konsekuensinya adalah durasi pengisian menjadi cukup panjang. Dari kondisi baterai kosong hingga penuh, waktu yang dibutuhkan sekitar enam jam. Bagi sebagian pengguna, durasi tersebut mungkin terasa lama. Namun, sebenarnya metode tersebut masih cocok untuk pola penggunaan sehari-hari.
Motor dapat dihubungkan dengan charger pada malam hari sehingga ketika pagi tiba baterai sudah kembali penuh. Sistem penghentian pengisian otomatis juga membantu mengurangi kekhawatiran ketika baterai sudah mencapai kapasitas penuh.
Fast Charging Sprinto Mencapai 3.300 Watt
Indomobil menyediakan opsi pengisian cepat yang dijual terpisah. Perangkat fast charging tersebut memiliki daya sekitar 3.300 watt sehingga durasi pengisian dapat dipangkas secara signifikan.
Namun, pilihan tersebut memiliki beberapa konsekuensi. Pertama, harganya sekitar Rp4,5 juta sehingga cukup besar jika dibandingkan dengan harga motor secara keseluruhan. Kedua, kebutuhan listrik rumah juga meningkat. Daya 3.300 watt tentu tidak ideal untuk rumah dengan kapasitas listrik rendah.
Pengguna yang ingin memanfaatkan fast charger dengan lebih aman sebaiknya memiliki kapasitas listrik rumah yang lebih besar agar perangkat elektronik lain tetap dapat digunakan bersamaan. Ukuran perangkat fast charger juga cukup besar sehingga membutuhkan ruang tambahan ketika dibawa.
Posisi Berkendara Sprinto Terasa Ramah untuk Pengendara Harian
Dari sisi ergonomi, Sprinto memiliki karakter yang cukup bersahabat. Dengan tinggi jok yang masih berada dalam rentang ramah untuk postur pengendara Asia, pengendara dengan tinggi sekitar 173 cm masih dapat menapak dengan kedua kaki secara baik.
Bagian depan jok dibuat cukup ramping sehingga kaki tidak terlalu membuka ketika motor berhenti. Posisi setang juga cenderung rendah dan sedikit mengarah ke belakang. Hasilnya adalah posisi berkendara yang memberikan kesan sporty, tetapi tetap nyaman untuk penggunaan sehari-hari.
Dek kaki memiliki area yang cukup panjang sehingga posisi kaki masih dapat disesuaikan. Permukaannya juga terasa cukup kesat sehingga tidak mudah membuat kaki bergeser. Bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan perkotaan, fleksibilitas seperti ini menjadi nilai tambah karena posisi duduk dapat diatur mengikuti kondisi perjalanan.
Salah satu hal yang paling terasa adalah joknya. Busa jok tergolong empuk dan memberikan kenyamanan ketika motor digunakan dalam waktu cukup lama. Karakter suspensinya juga mendukung hal tersebut.
Suspensi Empuk dan Handling Ringan
Sprinto memiliki bobot sekitar 107 kg. Angka tersebut membuatnya relatif mudah dikendalikan. Karakter kemudinya ringan dan lincah sehingga perpindahan arah di jalan perkotaan dapat dilakukan tanpa membutuhkan tenaga besar.
Suspensi depan dan belakang juga cenderung empuk. Ketika melewati polisi tidur atau permukaan jalan yang kurang rata, motor mampu memberikan rasa berkendara yang cukup nyaman. Karakter seperti ini membuat Sprinto cocok digunakan untuk mobilitas harian yang banyak menghadapi kondisi jalan perkotaan.
Namun, terdapat satu catatan pada bagian standar samping. Ketika motor dimiringkan cukup dalam saat berbelok, bagian standar samping dapat berpotensi menyentuh permukaan jalan. Hal tersebut mungkin tidak terasa ketika berkendara santai, tetapi pengendara yang memiliki kebiasaan menikung dengan kemiringan besar perlu lebih memperhatikan karakter tersebut.
Rem Cakram Depan dan Belakang Menambah Rasa Aman
Sprinto menggunakan rem cakram pada roda depan dan belakang. Penggunaan dua rem cakram menjadi salah satu keunggulan karena kemampuan pengereman terasa cukup meyakinkan.
Karakter tuas rem juga tidak terasa terlalu kosong. Ketika ditekan, respons pengereman dapat langsung dirasakan secara bertahap. Kombinasi tersebut membuat Sprinto lebih mudah dikontrol ketika harus mengurangi kecepatan secara cepat.
Suspensi belakang juga memiliki pengaturan preload. Pengguna dapat menyesuaikan karakter suspensi sesuai kebutuhan, termasuk ketika motor lebih sering digunakan bersama pembonceng.
Fitur Sprinto: Keyless, Alarm, hingga Kunci Mekanis
Untuk urusan fitur, Sprinto menawarkan dua jenis akses. Pertama adalah kunci mekanis biasa, sedangkan pilihan lainnya berupa remote multifungsi.
Remote tersebut dapat digunakan untuk mengaktifkan motor, mematikan sistem, serta mengaktifkan alarm. Ketika sistem pengamanan diaktifkan dan motor dipaksa bergerak, roda belakang dapat terkunci dan alarm akan berbunyi.
Keberadaan sistem seperti ini memberikan lapisan keamanan tambahan ketika motor diparkir. Pengguna juga tidak selalu harus menggunakan kunci mekanis karena beberapa fungsi dapat dikendalikan melalui remote.
Lampu LED Sprinto Terlihat Modern dan Terang
Sistem pencahayaan pada Sprinto sudah menggunakan LED. Lampu utama ditempatkan pada bagian depan dengan desain yang memberikan kesan agresif. Sorotan lampunya juga cukup lebar sehingga memberikan visibilitas yang baik ketika digunakan pada malam hari.
Bagian lampu depan dilengkapi beberapa kluster pencahayaan, sementara lampu jauh memberikan sorotan tambahan. Di area atas juga terdapat lampu sein, sedangkan DRL memberikan identitas visual yang lebih mudah dikenali.
Roda depan menggunakan ukuran 14 inci dengan ban 90/90-14. Sistem pengereman depan menggunakan cakram dengan kaliper dua piston, sedangkan suspensi depannya memakai model teleskopik.
Panel TFT Layar Sentuh Menjadi Salah Satu Daya Tarik Utama
Salah satu fitur yang paling mencolok dari Indomobil E-Motor Sprinto adalah panel instrumennya. Motor ini menggunakan layar TFT berwarna yang sudah mendukung sentuhan.
Berbeda dari layar ponsel yang sangat sensitif, layar Sprinto membutuhkan tekanan yang sedikit lebih kuat. Karakter tersebut sebenarnya masuk akal karena panel instrumen harus tetap dapat digunakan ketika terkena air atau ketika pengendara menyentuhnya saat motor bergerak.
Menu yang tersedia cukup beragam. Pengguna dapat mengakses pengaturan musik, koneksi smartphone, informasi kendaraan, diagnosis, serta berbagai pengaturan sistem.
Dukungan konektivitas juga menjadi nilai tambah karena sistem dapat terhubung dengan perangkat pintar. Tersedia pilihan seperti CarPlay dan Android Auto, sehingga fungsi hiburan maupun konektivitas dapat diakses dengan lebih praktis.
Informasi Berkendara Ditampilkan Secara Lengkap
Panel instrumen Sprinto tidak hanya menampilkan kecepatan. Pengendara juga dapat melihat trip meter, odometer, playlist, persentase baterai, tegangan baterai, hingga informasi lain yang berkaitan dengan kondisi kendaraan.
Salah satu tampilan yang cukup menarik adalah indikator gaya atau G-Force. Informasi tersebut menggambarkan arah gaya ketika motor berakselerasi, mengerem, atau berbelok. Fitur tersebut memang lebih bersifat informatif dan hiburan, tetapi membuat pengalaman menggunakan motor terasa berbeda.
Selain itu, terdapat indikator regeneratif, GPS, status kendaraan, serta mode berkendara. Semua informasi tersebut disusun dalam sebuah panel yang terlihat modern.
Hill Start Assist Membantu Ketika Berhenti di Tanjakan
Sprinto juga memiliki fitur Hill Start Assist. Fitur tersebut berguna ketika motor berhenti di jalan menanjak karena pengendara tidak harus terus-menerus menahan tuas rem.
Pengaktifannya cukup sederhana. Setelah tuas rem ditarik selama beberapa saat, sistem akan menahan motor dalam kondisi tertentu. Fitur seperti ini dapat memberikan kenyamanan tambahan terutama bagi pengguna yang sering melewati area dengan kontur jalan naik turun.
Motor juga dilengkapi regenerative braking yang dapat diaktifkan atau dinonaktifkan. Ketika aktif, efek perlambatan terasa seperti engine brake pada kendaraan bermesin bensin.
Bagasi Sprinto Cukup Besar untuk Kebutuhan Harian
Kepraktisan menjadi salah satu aspek penting pada skuter listrik. Sprinto memiliki bagasi di bawah jok yang cukup luas. Ruang tersebut bahkan masih dapat digunakan untuk membawa charger standar, perangkat fast charging, dan beberapa perlengkapan lainnya.
Bagian dek juga cukup lega sehingga barang berukuran tertentu masih dapat ditempatkan di sana. Selain itu, tersedia gantungan barang yang dapat dilipat serta tempat botol minuman.
Namun, posisi tempat botol yang agak miring menjadi salah satu detail yang masih dapat diperbaiki. Ketika melewati jalan berguncang, botol berpotensi lebih mudah bergerak atau bahkan terjatuh jika tidak ditempatkan dengan benar.
Motor Listrik 3,5 kW dengan Baterai 76,8 Volt
Secara teknis, Sprinto menggunakan motor listrik tipe hub dengan daya sekitar 3,5 kW. Baterainya memiliki spesifikasi sekitar 76,8 volt dan 32 Ah dengan kapasitas total sekitar 2.456 Wh.
Baterai ditempatkan di bawah jok dan terpasang secara permanen sehingga bukan tipe baterai yang dapat dilepas begitu saja untuk dibawa ke dalam rumah. Sistem tersebut membuat desain kendaraan tetap ringkas, tetapi pengguna perlu memiliki akses stopkontak yang sesuai dengan lokasi parkir motor.
Pengisian standar dilakukan melalui port khusus, sedangkan perangkat fast charging memiliki koneksi tersendiri. Jadi, pengguna perlu menyesuaikan perangkat pengisian dengan metode yang digunakan.
Apakah Sprinto Cocok untuk Penggunaan Sehari-hari?
Jika melihat keseluruhan paketnya, motor listrik Indomobil E-Motor Sprinto untuk harian memiliki beberapa keunggulan yang cukup jelas. Mode Comfort dapat digunakan ketika ingin menghemat energi, Sport memberikan keseimbangan antara performa dan efisiensi, sedangkan Boost menawarkan respons paling agresif.
Jarak tempuh hingga sekitar 75 km ketika menggunakan mode paling kencang juga masih tergolong layak untuk mobilitas perkotaan. Dalam mode yang lebih santai, jaraknya bahkan dapat meningkat hingga lebih dari 100 km dalam kondisi tertentu.
Kenyamanan jok, suspensi empuk, bobot relatif ringan, rem cakram depan-belakang, serta bagasi yang cukup luas membuat motor ini tidak terasa seperti kendaraan listrik yang hanya mengutamakan efisiensi.
Sprinto mempunyai sejumlah kelebihan yang cukup menarik. Performa hingga 101 km/jam menjadi salah satu nilai jual terbesarnya. Kemudian tersedia tiga mode berkendara, jarak tempuh yang cukup panjang, suspensi nyaman, rem cakram depan-belakang, panel TFT layar sentuh, konektivitas smartphone, keyless, alarm, regenerative braking, Hill Start Assist, serta bagasi yang cukup luas.
Di sisi lain, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Pengisian standar membutuhkan waktu sekitar enam jam karena charger hanya berdaya 450 watt. Fast charger memang jauh lebih cepat, tetapi harganya mahal dan membutuhkan kapasitas listrik rumah yang besar.
Mode Comfort juga memiliki batas kecepatan yang terlalu rendah jika motor akan sering digunakan di jalan raya. Selain itu, posisi standar samping perlu diperhatikan ketika motor dimiringkan cukup dalam saat menikung.
Sprinto Menawarkan Paket Motor Listrik yang Cukup Lengkap
Indomobil E-Motor Sprinto hadir sebagai skuter listrik dengan karakter sporty dan fitur yang cukup lengkap. Harga sekitar Rp25,75 juta OTR Jakarta memang bukan angka paling murah untuk sebuah motor listrik, tetapi paket yang ditawarkan cukup menarik.
Performa maksimal sekitar 101 km/jam membuatnya tidak hanya cocok untuk perjalanan lingkungan sekitar rumah. Dalam mode Sport, kecepatan 70 km/jam sudah cukup untuk berbagai kebutuhan perkotaan, sementara Comfort dapat dipilih ketika efisiensi menjadi prioritas.
Baterai 2,45 kWh memberikan jarak tempuh sekitar 75 km dalam mode Boost dan dapat mencapai lebih dari 100 km dalam mode yang lebih santai. Pengisian enam jam menggunakan charger standar mungkin bukan yang tercepat, tetapi masih masuk akal apabila motor diisi pada malam hari.
Yang membuat Sprinto semakin menarik adalah fitur-fiturnya. Layar TFT sentuh, konektivitas smartphone, keyless, alarm, regenerative braking, Hill Start Assist, lampu LED, rem cakram depan-belakang, hingga bagasi yang cukup besar menunjukkan bahwa motor ini tidak hanya menjual teknologi penggerak listrik.
Indomobil E-Motor Sprinto lebih cocok dilihat sebagai pilihan bagi pengguna yang menginginkan motor listrik praktis tetapi tetap memiliki performa, kenyamanan, dan fitur modern. Dengan karakter tersebut, Sprinto menjadi salah satu opsi menarik di kelas motor listrik sekitar Rp25 jutaan, khususnya bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan perkotaan dengan kemampuan lebih dari sekadar transportasi jarak pendek.



