Review Yadea GTX GT80, Motor Listrik Mirip XMAX Harga di Bawah Rp30 Juta
Review Yadea GTX GT80, Motor Listrik Mirip XMAX Harga di Bawah Rp30 Juta

Review Yadea GTX GT80, Motor Listrik Mirip XMAX Harga di Bawah Rp30 Juta

Posted on

Pasar motor listrik Indonesia kembali kedatangan model yang cukup mencuri perhatian. Bukan karena bentuknya benar-benar revolusioner, melainkan karena Yadea GTX GT80 menawarkan perpaduan antara desain skuter besar, tenaga yang cukup menarik, baterai berkapasitas lumayan besar, serta sejumlah fitur yang biasanya membuat sebuah kendaraan terasa lebih mahal dari harga sebenarnya. Motor listrik ini diperkenalkan dalam ajang Jakarta Fair Kemayoran 2026 dan dibanderol sekitar Rp29,8 juta on the road Jakarta, sehingga masih berada di bawah batas psikologis Rp30 juta.

Sekilas melihat bodinya, orang mungkin akan mengira GTX GT80 sebagai skuter matik bermesin bensin dengan desain bongsor. Proporsi bodinya mengingatkan pada skuter premium seperti XMAX, tetapi dimensinya dibuat lebih ringkas. Perbedaan paling mudah terlihat adalah penggunaan dek rata di bagian tengah, sehingga karakter motor ini tetap terasa seperti skuter perkotaan yang mengutamakan kepraktisan. Bagi yang sedang mencari motor listrik murah di bawah Rp30 juta dengan desain seperti motor besar, model Yadea ini cukup menarik untuk diperhatikan.

Desain Yadea GTX GT80 yang Mirip XMAX tetapi Tetap Punya Karakter Sendiri

Kesan pertama yang muncul dari bagian depan adalah desain lampunya. Bentuk rumah lampu utama dibuat lebar dan tajam, sedangkan lampu siang hari atau DRL ditempatkan mengelilingi bagian lampu utama dengan pola yang cukup atraktif. Ketika dinyalakan, detail pencahayaan tersebut membuat tampilan depan terlihat modern. Lampu utama sudah menggunakan teknologi LED untuk kebutuhan penerangan dekat maupun jauh, sementara lampu sein ditempatkan di area sisi atas yang menyerupai bagian telinga pada skuter besar.

Windshield bening berukuran cukup tinggi juga menjadi bagian dari desainnya. Posisi tersebut berpotensi membantu mengurangi terpaan angin ketika motor digunakan dalam perjalanan, walaupun pengaturannya masih bersifat tetap sehingga tidak bisa dinaik-turunkan sesuai postur pengendara.

karakter desain tidak berhenti di bagian depan. Sisi bodi hingga belakang mempertahankan garis tajam dan sudut-sudut tegas. Lampu belakang dibuat memanjang dengan pola seperti anak panah, kemudian lampu sein berada di bagian samping. Behel belakang dan bentuk bodinya memberikan kesan bahwa GTX GT80 memang sengaja dirancang agar memiliki aura skuter besar, tetapi dengan ukuran yang lebih mudah dikendalikan di lingkungan perkotaan.

Spesifikasi Motor Listrik Yadea GTX GT80 dan Kecepatan Maksimal

Salah satu bagian yang membuat spesifikasi Yadea GTX GT80 menarik adalah motor listrik hub yang ditempatkan di roda belakang. Motor tersebut mempunyai daya 3.000 watt dan kemampuan kecepatan yang diklaim dapat mencapai sekitar 90 km/jam. Pada informasi di panel instrumen, mode tertentu bahkan dapat menunjukkan angka sekitar 93 km/jam.

Konfigurasi seperti ini cukup masuk akal untuk penggunaan harian. Tenaga motor tidak hanya diarahkan untuk mengejar angka kecepatan tinggi, tetapi juga harus mampu membawa bobot motor dan pengendara dengan respons yang sesuai karakter skuter. Karena motor listrik tidak menggunakan mesin pembakaran konvensional, suara dan getaran yang dihasilkan juga jauh lebih minim.

Roda belakang menggunakan ban berukuran 120/80-12, sedangkan roda depan menggunakan 100/90-12. Keduanya menggunakan pelek berukuran 12 inci dengan desain palang yang cukup banyak. Suspensi belakang menggunakan sistem ganda dengan pengaturan preload, sementara bagian depan mengandalkan suspensi teleskopik.

Salah satu detail yang cukup unik berada pada suspensi depan. Bagian batang suspensi mendapatkan perlindungan berupa karet sehingga permukaan batang tidak terlalu mudah terkena debu dan kotoran dari jalan. Detail kecil seperti ini memang tidak langsung meningkatkan tenaga motor, tetapi dapat membantu menjaga komponen agar tetap terlindungi dalam pemakaian jangka panjang.

Rem Depan Enam Piston Jadi Salah Satu Fitur Paling Menarik

Jika ada satu bagian yang langsung menarik perhatian dari Yadea GTX GT80, sistem pengeremannya layak masuk daftar teratas. Rem depan menggunakan cakram dengan kaliper yang mempunyai konfigurasi hingga enam piston. Jumlah tersebut terbagi pada kedua sisi kaliper, sehingga secara visual memang terlihat cukup besar untuk sebuah skuter listrik dengan harga di bawah Rp30 juta.

Sistem pengereman motor ini juga sudah dilengkapi kombinasi pengereman antara roda depan dan belakang. Selain itu, terdapat fitur HDC atau Hill Descent Control serta TCS atau Traction Control System. Kehadiran sistem kontrol traksi menjadi nilai tambah karena motor listrik memiliki karakter penyaluran torsi yang berbeda dari motor bermesin bensin.

Ketika akselerasi terlalu agresif atau permukaan jalan kehilangan daya cengkeram, sistem kontrol elektronik dapat membantu menjaga traksi roda. Fitur seperti ini semakin relevan ketika sebuah motor mempunyai tenaga yang cukup besar dan digunakan pada kondisi jalan yang beragam.

Pilihan Mode Berkendara dan Cruise Control

Panel instrumen Yadea GTX GT80 menggunakan layar digital yang terlihat cukup tajam. Informasi yang ditampilkan mencakup posisi berkendara, jam, status baterai, trip meter, konektivitas, GPS, serta informasi daya yang sedang digunakan. Terdapat pula indikator ketika jok terbuka maupun beberapa informasi keselamatan lainnya.

Untuk mode berkendara, tersedia beberapa pilihan karakter. Mode ekonomis membatasi kecepatan hingga sekitar 54 km/jam, sedangkan mode yang lebih agresif dapat mencapai sekitar 93 km/jam. Ada pula mode bebas yang memberikan karakter berkendara berbeda, serta mode berjalan pelan yang dapat membantu ketika motor perlu didorong dengan kecepatan rendah.

Fitur lain yang cukup mengejutkan untuk kelas harga ini adalah cruise control. Pengendara dapat mengaktifkannya ketika kecepatan sudah sesuai kebutuhan. Setelah aktif, sistem akan mempertahankan laju motor. Untuk menghentikannya, pengereman dapat digunakan sehingga fungsi tersebut otomatis dinonaktifkan.

Kehadiran cruise control pada motor listrik harga Rp29 jutaan membuat GTX GT80 terasa lebih lengkap. Fitur ini tentu bukan kebutuhan utama untuk berkendara di tengah kemacetan, tetapi akan lebih berguna ketika motor digunakan pada jalan yang relatif kosong dan panjang.

Baterai 3,6 kWh dan Opsi Penambahan Baterai

Bagian yang tidak kalah penting tentu saja baterainya. Yadea GTX GT80 versi ini dibekali baterai berkapasitas sekitar 3,6 kWh, dengan spesifikasi 72 volt dan 50 Ah. Baterai utama ditempatkan di area bawah jok dan menjadi sumber tenaga utama motor listrik.

Dengan satu baterai, jarak tempuh yang diklaim berada di kisaran 120 kilometer. Angka tersebut tentunya sangat bergantung pada kondisi penggunaan, bobot pengendara, kecepatan, kontur jalan, serta mode berkendara yang dipilih.

Yang menarik, tersedia ruang tambahan untuk memasang baterai kedua. Baterai tambahan tersebut mempunyai kapasitas berbeda dan bersifat opsional pada varian yang dibahas. Jika menggunakan dua baterai, jarak tempuh secara teoritis dapat meningkat secara signifikan dan diperkirakan bisa mendekati 170 kilometer.

Inilah salah satu kelebihan yang cukup menarik bagi calon pengguna yang membutuhkan motor listrik dengan jarak tempuh jauh untuk perjalanan harian. Pengguna yang hanya membutuhkan motor untuk aktivitas dalam kota dapat bertahan dengan satu baterai, sedangkan mereka yang membutuhkan jarak lebih panjang memiliki opsi menambah kapasitas.

Pengisian baterai membutuhkan waktu sekitar enam jam berdasarkan informasi spesifikasi yang disampaikan, dengan pengisi daya sekitar 450 watt. Waktu tersebut membuat pola penggunaan motor perlu disesuaikan dengan rutinitas. Pengisian pada malam hari, misalnya, dapat menjadi pilihan praktis agar kendaraan siap digunakan pada keesokan harinya.

Bagasi dan Dek Rata Membuatnya Lebih Praktis

Walaupun desainnya menyerupai skuter besar, GTX GT80 tidak mengorbankan sisi kepraktisan. Dek tengah dibuat rata sehingga tersedia area yang cukup luas untuk membawa barang tertentu. Konsep seperti ini sangat berguna bagi pengguna yang membutuhkan ruang tambahan ketika membawa barang berukuran cukup besar.

Di bawah jok terdapat bagasi dengan bentuk memanjang dan cukup lebar. Kedalamannya memang tidak terlalu ekstrem, tetapi masih bisa digunakan untuk menyimpan perlengkapan berkendara maupun barang sehari-hari. Area tersebut juga memiliki akses pengisian daya sehingga proses pengecasan dapat dilakukan dengan lebih praktis.

Terdapat coakan khusus untuk jalur kabel sehingga kabel pengisi daya tetap dapat terhubung ketika jok ditutup. Ruang baterai tambahan juga disiapkan di area tersebut. Dengan demikian, rancangan penyimpanan GTX GT80 tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan membawa barang, tetapi juga kebutuhan sistem kelistrikan motor.

Posisi Berkendara Yadea GTX GT80 untuk Pengendara Tinggi 173 cm

Dari sisi ergonomi, posisi duduk GTX GT80 tergolong nyaman untuk pengendara dengan tinggi sekitar 173 cm. Joknya dibuat cukup lebar dan mempunyai kontur bertingkat antara bagian pengendara dengan penumpang.

Permukaan jok terasa empuk ketika diduduki, meskipun bantalan jok tidak terasa terlalu tebal. Dek yang lebar membuat posisi kaki cukup berbeda dibandingkan motor dengan dek tengah konvensional. Pengendara juga dapat sedikit memajukan atau memundurkan posisi duduk untuk menemukan posisi yang paling nyaman.

Jarak antara jok dan dek relatif dekat sehingga lutut dan kaki mendapatkan ruang yang cukup. Sementara itu, posisi setang terasa cukup jauh sehingga gaya berkendara dapat dibuat lebih santai dengan kaki sedikit selonjoran. Suspensi yang terasa empuk turut mendukung karakter tersebut.

Untuk menaikkan motor menggunakan standar tengah, terdapat tuas yang cukup panjang. Desain tersebut membuat proses menaikkan motor terasa ringan karena memberikan keuntungan mekanis yang lebih baik.

Fitur Smartphone, Bluetooth, dan Kunci Mekanis

Yadea juga memberikan beberapa fitur yang berhubungan dengan konektivitas. Motor dapat terhubung dengan aplikasi smartphone, termasuk untuk fungsi tertentu yang berkaitan dengan sistem kendaraan. Kunci kontak utama masih menggunakan mekanisme mekanis, tetapi terdapat remote untuk menjalankan fungsi answer back system.

Selain itu, terdapat teknologi yang memungkinkan komunikasi atau koneksi dengan perangkat tertentu melalui Bluetooth dalam jarak kurang lebih 10 meter. Fitur seperti ini memperlihatkan bahwa motor listrik modern semakin menggabungkan perangkat keras kendaraan dengan sistem digital.

Pada bagian depan pengendara juga tersedia soket USB yang dapat digunakan untuk kebutuhan pengisian perangkat elektronik. Ada pula tempat botol minum serta gantungan barang yang bisa dilipat ketika tidak digunakan.

Sistem Pencahayaan dan Panel Digital Terlihat Modern

Salah satu daya tarik GTX GT80 adalah bagaimana Yadea mencoba menggabungkan fungsi dengan estetika. Lampu DRL pada bagian depan memiliki desain yang cukup khas, sedangkan lampu belakang dibuat dengan pola yang memberikan kesan futuristis.

Panel instrumennya juga mendukung karakter tersebut. Tampilan informasi terlihat bersih dan mudah dibaca. Selain kecepatan, pengendara dapat memantau kondisi baterai, mode berkendara, status konektivitas, hingga informasi terkait sistem kendaraan.

Motor ini juga memberikan peringatan ketika pengendara melakukan pengereman mendadak. Bunyi peringatan tersebut menjadi salah satu bagian dari sistem keselamatan elektronik yang tersedia.

Yadea GTX GT80 Cocok untuk Siapa?

Dengan harga sekitar Rp29,8 juta, GTX GT80 berada pada posisi yang menarik. Motor ini bukan sekadar kendaraan listrik sederhana untuk perjalanan jarak pendek. Kapasitas baterai 3,6 kWh, motor 3.000 watt, kecepatan maksimum sekitar 90-an km/jam, kontrol traksi, cruise control, rem dengan konfigurasi besar, serta kemungkinan menambah baterai membuat spesifikasinya cukup lengkap.

Bagi pengguna yang mencari motor listrik untuk penggunaan harian dengan desain premium, GTX GT80 bisa menjadi salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan. Bentuknya juga tidak terlihat seperti motor listrik kecil sehingga masih memberikan kesan gagah ketika digunakan di jalan.

Namun, calon pembeli tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan pengisian daya dan ketersediaan baterai tambahan. Keuntungan kendaraan listrik akan terasa maksimal apabila pengguna mempunyai pola pengisian yang sesuai dengan rutinitas sehari-hari.

Harga Yadea GTX GT80 di Jakarta dan Pilihan Warnanya

Untuk pasar Jakarta, harga yang disebutkan berada di sekitar Rp29,8 juta on the road. Dengan angka tersebut, GTX GT80 menjadi salah satu motor listrik yang cukup menarik jika melihat kombinasi desain, fitur, kapasitas baterai, dan kemampuan performanya.

Tersedia tiga pilihan warna, yaitu abu-abu, hitam, dan merah. Pada saat diperkenalkan, unitnya disebut masih dalam kondisi inden dengan perkiraan waktu tunggu sekitar dua minggu.

Yadea GTX GT80 memperlihatkan bagaimana motor listrik mulai bergerak ke arah yang lebih matang. Kendaraan listrik tidak lagi selalu identik dengan desain kecil dan sederhana. GTX GT80 justru mengambil pendekatan berbeda melalui bodi yang menyerupai skuter besar, fitur modern, baterai yang cukup besar, serta sejumlah teknologi keselamatan dan kenyamanan.

Dengan harga yang masih berada di bawah Rp30 juta, kombinasi tersebut menjadi alasan utama mengapa Yadea GTX GT80 2026 layak diperhatikan. Bentuknya memang mengingatkan pada XMAX, tetapi identitasnya tetap merupakan skuter listrik yang menawarkan kepraktisan, performa, dan teknologi dalam satu paket. Bagi calon pengguna yang sedang mencari motor listrik 3.000 watt dengan baterai besar dan fitur lengkap, model ini memiliki daya tarik yang cukup kuat, terutama bagi mereka yang mengutamakan desain sekaligus ingin beralih dari kendaraan berbahan bakar bensin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *