Redmagic Astra 2, Tablet Mini Gaming dengan OLED 185 Hz dan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Redmagic Astra 2, Tablet Mini Gaming dengan OLED 185 Hz dan Snapdragon 8 Elite Gen 5

Redmagic Astra 2, Tablet Mini Gaming dengan OLED 185 Hz dan Snapdragon 8 Elite Gen 5

Posted on

Ukuran kecil ternyata tidak selalu berarti kemampuan yang terbatas. Redmagic Astra 2 justru hadir dengan konsep yang cukup ekstrem untuk sebuah tablet mini. Perangkat ini membawa layar OLED 9,06 inci beresolusi 2,4K, refresh rate 185 Hz, chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, serta sistem pendingin cair yang disebut sebagai liquid cooling system pertama di dunia pada tablet dengan ukuran seperti ini. Kombinasi tersebut membuat Redmagic Astra 2 terlihat seperti perangkat yang memang dirancang sejak awal untuk pengguna yang menginginkan pengalaman gaming kelas tinggi dalam bodi yang lebih ringkas.

Persaingan tablet mini sendiri semakin ramai. Beberapa produsen mulai menawarkan perangkat berukuran compact dengan kemampuan yang tidak kalah dari tablet berukuran besar. Namun, Redmagic Astra 2 mencoba mengambil jalur yang berbeda dengan menonjolkan performa gaming, sistem pendinginan, refresh rate tinggi, serta sejumlah fitur yang biasanya lebih identik dengan perangkat gaming.

Desain Redmagic Astra 2 yang Compact tetapi Terlihat Gaming

Dari sisi tampilan, Redmagic Astra 2 menggunakan desain yang cukup simpel tetapi tetap memperlihatkan identitas gaming. Varian yang digunakan dalam pengujian memiliki warna Starfrost, yaitu perpaduan warna silver yang membuat bodinya terlihat modern. Logo Redmagic dibuat cukup menonjol pada bagian belakang, sementara tulisan mengenai Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan sistem pendinginnya turut mempertegas karakter perangkat.

Di bagian belakang juga terdapat kamera dan lampu kilat. Sementara itu, bagian samping perangkat dilengkapi tombol khusus yang dapat digeser untuk masuk ke mode gaming. Tombol tersebut menjadi akses cepat menuju Game Space sehingga pengguna tidak harus mencari fitur gaming melalui menu biasa.

Kelengkapan fisiknya cukup sederhana. Di dalam kotak tersedia tablet, kabel USB-C ke USB-C berwarna merah, serta beberapa stiker Redmagic. Adapter pengisi daya tidak termasuk dalam paket yang ditampilkan pada pengalaman unboxing tersebut.

Layar OLED 185 Hz Menjadi Daya Tarik Utama

Salah satu alasan Redmagic Astra 2 menarik perhatian adalah layarnya. Tablet mini ini menggunakan panel OLED berukuran 9,06 inci dengan resolusi 2400 × 1504 piksel atau 2,4K. Tidak berhenti pada panel OLED, Redmagic juga memberikan refresh rate hingga 185 Hz dan touch sampling rate mencapai 2000 Hz.

Kombinasi tersebut membuat layar menjadi salah satu bagian paling menonjol dari perangkat. Refresh rate tinggi sangat terasa ketika digunakan untuk bermain gim yang mendukung frame rate tinggi. Gerakan objek di layar terlihat lebih mulus dan respons sentuhan juga terasa lebih cepat.

Untuk pengguna yang mencari tablet mini OLED terbaik untuk gaming, spesifikasi layar seperti ini menjadi salah satu keunggulan yang sulit diabaikan. Ukurannya memang compact, tetapi teknologi panel yang digunakan tetap diarahkan untuk memberikan pengalaman visual yang serius.

Snapdragon 8 Elite Gen 5 Membawa Performa Kelas Flagship

Bagian yang paling menarik tentu saja berada di balik bodinya. Redmagic Astra 2 menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 sebagai otaknya. Dalam konfigurasi yang diuji, perangkat ini mempunyai RAM 12 GB LPDDR5X dan penyimpanan internal 256 GB UFS 4.1.

Dengan spesifikasi tersebut, Redmagic Astra 2 diposisikan sebagai salah satu tablet gaming mini Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang sangat bertenaga. Hasil pengujian yang ditampilkan dalam video menunjukkan skor AnTuTu sekitar 4,5 juta, bahkan lebih tinggi dibandingkan perangkat pembanding dengan chipset yang sama yang disebut berada di kisaran 4,1 juta.

Angka benchmark tentu bukan satu-satunya indikator kemampuan perangkat. Namun, hasil tersebut memberikan gambaran bahwa Redmagic Astra 2 memang memiliki tenaga pemrosesan yang besar untuk menjalankan aplikasi berat dan gim dengan tuntutan grafis tinggi.

Liquid Cooling System Bukan Sekadar Hiasan

Jika ada satu fitur yang membuat Redmagic Astra 2 berbeda, sistem pendinginnya mungkin menjadi kandidat terkuat. Tablet ini menggunakan liquid cooling system yang disebut sebagai sistem pendingin cair pertama di dunia untuk tablet berukuran tersebut.

Berbeda dengan generasi sebelumnya yang menggunakan kipas, sistem pendingin pada Astra 2 dapat bekerja tanpa menghasilkan suara kipas. Pengguna juga dapat mengaktifkan atau menonaktifkannya sesuai kebutuhan, bahkan menambahkan pencahayaan agar tampilan perangkat semakin memiliki nuansa gaming.

Pengujian menunjukkan bahwa ketika liquid cooling system aktif, suhu perangkat berada di sekitar 37 derajat Celsius saat digunakan untuk aktivitas berat. Ketika sistem tersebut dinonaktifkan, suhunya dapat mencapai sekitar 40 derajat Celsius. Artinya, berdasarkan pengujian tersebut, sistem pendingin cair memberikan perbedaan sekitar 2–3 derajat Celsius.

Jadi, fitur ini bukan hanya ditambahkan untuk membuat spesifikasi terlihat menarik. Dalam penggunaan gaming, sistem pendingin tersebut memang memberikan kontribusi terhadap temperatur perangkat.

Gaming Genshin Impact di Redmagic Astra 2

Kemampuan layar dan chipset terasa semakin relevan ketika digunakan untuk memainkan gim berat seperti Genshin Impact. Dalam pengujian, pengaturan grafis digunakan pada tingkat tinggi dengan frame rate 60 fps. Tampilan OLED membuat warna terlihat lebih menarik dan kontras layar memberikan pengalaman visual yang lebih nyaman.

Redmagic Astra 2 juga mempunyai Red Core Air4 Gaming Chip. Fitur ini digunakan untuk membantu meningkatkan resolusi gambar dan frame rate. Ketika fitur tersebut diaktifkan dalam pengujian Genshin Impact, resolusi gambar terlihat lebih tajam dan frame rate dapat meningkat hingga 144 fps.

Penggunaan selama sekitar satu jam untuk bermain Genshin Impact disebut mengurangi kapasitas baterai sekitar 10 persen. Temperatur juga tetap berada pada tingkat yang relatif terkendali ketika sistem pendingin cair digunakan.

Tablet Mini untuk Mobile Legends dan COD Mobile

Gim Android yang lebih ringan tentu bukan tantangan besar bagi perangkat dengan spesifikasi seperti ini. Mobile Legends dapat dijalankan pada pengaturan tinggi dengan frame rate mencapai 144 fps tanpa frame drop yang berarti dalam pengujian.

COD Mobile juga dapat dimainkan pada frame rate 144 fps. Menariknya, Redmagic Astra 2 tidak hanya bisa digunakan dengan kontrol sentuh. Mouse dan keyboard juga dapat dihubungkan sehingga pengalaman bermain dapat dibuat lebih menyerupai komputer.

Fitur pemetaan tombol memungkinkan kontrol permainan disesuaikan dengan perangkat input yang digunakan. Dengan demikian, tablet ini tidak hanya menawarkan performa tinggi, tetapi juga fleksibilitas dalam cara bermain.

Redmagic Astra 2 Bisa Terhubung ke Monitor dan TV

Dua port USB-C menjadi salah satu fitur praktis pada perangkat ini. Selain digunakan untuk kebutuhan pengisian daya, port tersebut mendukung bypass charging dan display out.

Output tampilan melalui USB-C dapat mencapai resolusi 4K dengan refresh rate hingga 144 Hz berdasarkan informasi dalam video. Artinya, tablet dapat dihubungkan ke monitor atau televisi untuk mendapatkan pengalaman bermain dengan layar yang lebih besar.

Konsep ini membuat Redmagic Astra 2 terasa seperti perangkat yang berada di antara tablet dan konsol gaming portable. Pengguna dapat memainkan gim pada layar tablet atau menghubungkannya ke perangkat eksternal ketika membutuhkan tampilan yang lebih luas.

Emulasi Game PC di Redmagic Astra 2

Kemampuan Snapdragon 8 Elite Gen 5 juga dicoba untuk menjalankan game PC melalui Game Hub. Salah satu game yang diuji adalah Red Dead Redemption 2 yang dipasang melalui Steam.

Hasilnya cukup menarik. Game tersebut dapat dijalankan dan frame rate berada di atas 40 fps dalam pengujian, meskipun belum bisa dikategorikan benar-benar mulus. Namun, kemampuan tersebut menunjukkan potensi bahwa perangkat Android dengan chipset kelas tinggi semakin mendekati kemampuan untuk menjalankan game PC.

Untuk saat ini, pengalaman tersebut tentu belum menggantikan PC gaming sepenuhnya. Akan tetapi, kemampuan menjalankan game berat seperti RDR2 melalui lingkungan yang tersedia pada perangkat memberikan gambaran mengenai perkembangan performa perangkat mobile.

Baterai 8.300 mAh untuk Gaming Lama

Redmagic Astra 2 membawa baterai berkapasitas 8.300 mAh. Kapasitas tersebut cukup besar untuk ukuran tablet mini, terutama jika mempertimbangkan performa chipset dan layar dengan refresh rate tinggi.

Dalam penggunaan gaming penuh, perangkat disebut mampu bertahan lebih dari sembilan jam berdasarkan pengujian yang ditampilkan. Perangkat juga mendukung pengisian cepat hingga 75 watt melalui sistem dual USB-C fast charging.

Dukungan bypass charging menjadi nilai tambah bagi pengguna yang sering bermain dalam waktu lama. Fitur tersebut memungkinkan perangkat digunakan dengan skema pengisian yang lebih sesuai untuk sesi gaming panjang.

Kamera Redmagic Astra 2 untuk Video dan Meeting

Walaupun fokus utamanya adalah gaming, Redmagic Astra 2 tetap memiliki kamera. Kamera belakang mempunyai resolusi 13 megapiksel, sedangkan kamera depan menggunakan sensor 9 megapiksel.

Kamera belakang mampu merekam video hingga 4K 30 fps. Dalam pengujian video, hasilnya disebut mampu memberikan detail dan warna yang cukup baik. Stabilitas saat perangkat digunakan sambil berjalan juga masih dapat diandalkan untuk kebutuhan perekaman sederhana.

Sementara itu, kamera depan mendukung perekaman Full HD 30 fps. Kamera ini lebih masuk akal digunakan untuk video call, konferensi daring, atau meeting dibandingkan fotografi. Penempatan kamera depan pada sisi landscape juga menjadi keputusan yang tepat karena ketika tablet digunakan secara horizontal, posisi kamera terasa lebih natural seperti saat menggunakan laptop.

Speaker Stereo dan Pengalaman Multimedia

Tablet berukuran mini tidak hanya digunakan untuk bermain gim. Redmagic Astra 2 juga dirancang untuk menikmati konten multimedia. Panel OLED dipadukan dengan DTS:X Ultra serta speaker stereo 3D sehingga pengalaman menonton film atau video dapat terasa lebih imersif.

Ukuran layar 9,06 inci juga berada pada titik yang cukup menarik. Layarnya masih lebih besar daripada smartphone, tetapi bodinya tidak sebesar tablet konvensional. Karena itu, perangkat dapat digunakan untuk menonton video sambil tetap mempertahankan bentuk yang relatif mudah dibawa.

Redmagic OS 11.5 Berbasis Android 16

Dari sisi perangkat lunak, Redmagic Astra 2 menjalankan Redmagic OS 11.5 yang berbasis Android 16. Antarmukanya tetap terlihat seperti Android pada umumnya dan tidak terlalu dipenuhi elemen visual bertema gaming.

Beberapa aplikasi bawaan tersedia di dalam sistem, tetapi sebagian di antaranya dapat dihapus. Untuk penggunaan produktivitas, tablet ini juga mempunyai fitur multitasking seperti split screen dan floating windows.

Fitur tersebut membuat tablet tidak hanya berguna sebagai perangkat gaming. Pengguna dapat membuka dua aplikasi sekaligus atau menampilkan aplikasi dalam jendela mengambang, sehingga penggunaan perangkat terasa lebih mendekati komputer ringan.

Konektivitas dan Fingerprint Sensor

Untuk konektivitas, Redmagic Astra 2 sudah mendukung Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6. Salah satu fitur yang cukup jarang ditemukan pada tablet gaming adalah sensor biometrik.

Sensor sidik jari ditempatkan pada tombol power. Penempatan ini membuat proses membuka perangkat tetap praktis tanpa harus menggunakan kode atau pola setiap kali ingin mengakses tablet.

Keberadaan dua port USB-C juga memberikan fleksibilitas tambahan, terutama bagi pengguna yang sering menghubungkan tablet dengan aksesori, monitor, atau perangkat lain.

Redmagic Astra 2 vs Lenovo Legion Gaming Tab

Dalam persaingan tablet gaming berukuran compact, Lenovo Legion Gaming Tab generasi kelima menjadi salah satu pesaing terdekat yang disebut dalam video. Perangkat Lenovo tersebut juga sudah masuk secara resmi ke Indonesia sehingga lebih relevan bagi pengguna yang ingin mendapatkan produk dengan jalur distribusi resmi.

Redmagic Astra 2 memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya menarik. Panel OLED 185 Hz menjadi salah satu pembeda utama, kemudian liquid cooling system memberikan pendekatan pendinginan yang berbeda, sedangkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 menawarkan performa yang sangat tinggi.

Dengan kata lain, pilihan antara kedua perangkat tidak hanya bergantung pada angka performa. Ketersediaan resmi, harga di pasar Indonesia, karakter layar, sistem pendinginan, dan kebutuhan pengguna juga menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan.

Apakah Redmagic Astra 2 Layak Jadi Tablet Gaming Mini?

Redmagic Astra 2 menunjukkan bahwa tablet berukuran compact tidak harus mengorbankan performa. Dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, RAM 12 GB, storage 256 GB, layar OLED 185 Hz, baterai 8.300 mAh, serta liquid cooling system, perangkat ini memang diarahkan untuk pengguna yang mengutamakan performa gaming.

Layar OLED 2,4K menjadi salah satu keunggulan paling menarik karena tidak hanya memberikan refresh rate tinggi, tetapi juga membuat konten visual terlihat lebih hidup. Sementara itu, sistem pendingin cair memberikan manfaat nyata dalam menjaga temperatur ketika perangkat digunakan untuk aktivitas berat.

Kemampuan memainkan gim Android pada frame rate tinggi, dukungan mouse dan keyboard, koneksi display hingga 4K 144 Hz, serta potensi menjalankan game PC membuat perangkat ini memiliki fleksibilitas yang cukup luas.

Redmagic Astra 2 bukan sekadar tablet mini biasa. Perangkat ini lebih tepat dilihat sebagai tablet gaming compact yang mencoba menggabungkan performa flagship, layar kelas tinggi, pendinginan serius, dan mobilitas dalam satu perangkat. Bagi pengguna yang mencari tablet mini terbaik untuk gaming, terutama yang menginginkan OLED 185 Hz dan performa Snapdragon 8 Elite Gen 5, Astra 2 menjadi salah satu perangkat yang sangat menarik untuk diperhatikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *