Review Keeway Benda Napoleon Bob 500, Cruiser 500 cc Bergaya Motor Custom dengan Ban Gendut
Review Keeway Benda Napoleon Bob 500, Cruiser 500 cc Bergaya Motor Custom dengan Ban Gendut

Review Keeway Benda Napoleon Bob 500, Cruiser 500 cc Bergaya Motor Custom dengan Ban Gendut

Posted on

Kalau sebuah motor baru keluar dari dealer dengan tampilan yang sudah menyerupai hasil garapan bengkel custom, tentu daya tariknya bukan hanya soal mesin. Hal seperti itu justru menjadi salah satu nilai jual Keeway Benda Napoleon Bob 500, motor cruiser berkapasitas hampir 500 cc yang tampilannya benar-benar berbeda dari kebanyakan kendaraan sekelasnya. Siluet rendah, jok tunggal, roda berukuran besar, suspensi depan yang tidak biasa, sampai detail cat dan bodinya membuat motor ini terlihat seperti kendaraan yang sudah menjalani proses modifikasi sebelum keluar dari pabrik.

Keeway Benda Napoleon Bob 500 sendiri membawa konsep bobber yang sangat kuat. Desainnya tidak dibuat untuk menjadi motor yang terlihat ramai dengan banyak ornamen, tetapi justru mengandalkan bentuk dasar yang tegas dan proporsi yang mencolok. Ketika dilihat sekilas, karakter custom langsung terasa. Namun, pertanyaan yang lebih menarik sebenarnya adalah bagaimana motor dengan tampilan seunik ini ketika digunakan sehari-hari? Apakah kenyamanannya sebanding dengan penampilannya? Bagaimana karakter mesin V-Twin 500 cc tersebut? Dan apakah bobot 215 kg serta ban supergemuk membuat pengendalian menjadi merepotkan?

Harga Keeway Benda Napoleon Bob 500 dan Posisi di Kelas Cruiser 500 cc

Dengan harga sekitar Rp178 juta on the road Jakarta, Keeway Benda Napoleon Bob 500 berada di wilayah yang cukup menarik dalam persaingan motor cruiser. Harganya memang bukan yang paling murah, tetapi masih berada di bawah Honda Rebel 500. Di sisi lain, motor ini harus berhadapan dengan sejumlah model lain seperti Kawasaki Eliminator 450/500 dan CFMOTO 450CL-C.

Yang membuat Napoleon Bob 500 mempunyai daya tarik tersendiri adalah pendekatan desainnya. Jika beberapa kompetitor masih mempertahankan bentuk cruiser yang relatif konvensional, Keeway Benda justru berani bermain lebih jauh dengan konsep bobber. Hasilnya adalah motor yang secara visual jauh lebih mudah dikenali.

Motor ini juga seolah ditujukan kepada konsumen yang tidak terlalu mengejar kepraktisan atau kelincahan seperti motor perkotaan. Napoleon Bob 500 lebih cocok untuk seseorang yang ingin menikmati gaya berkendara santai sambil mendapatkan kendaraan dengan karakter visual kuat. Bahkan dalam kondisi standar, motor ini sudah terlihat seperti hasil proyek custom dengan konsep yang matang.

Desain Napoleon Bob 500 yang Terlihat Seperti Motor Custom

Salah satu bagian paling menarik dari desain Keeway Benda Napoleon Bob 500 adalah proporsi keseluruhannya. Motor dibuat rendah dengan jok yang hanya sekitar 695 mm dari permukaan tanah. Bentuk tersebut menghasilkan siluet yang sangat ceper dan membuat posisi pengendara terlihat menyatu dengan bodi motor.

Kesan bobber semakin kuat karena motor hanya mempunyai satu jok. Tidak ada jok belakang untuk penumpang sehingga karakter personalnya sangat terasa. Motor ini memang seperti dibuat untuk dinikmati seorang pengendara. Bagi pengguna yang sering bepergian berdua, tentu konfigurasi tersebut perlu dipertimbangkan sejak awal.

Bagian depan juga tidak kalah unik. Suspensi teleskopiknya mempunyai bentuk yang berbeda dari suspensi motor pada umumnya. Bagian bawah suspensi mendapatkan pelindung dengan desain khas yang mengingatkan pada konstruksi motor klasik. Dipadukan dengan roda depan berukuran besar, tampilannya benar-benar terasa seperti kendaraan custom.

Ban depan berukuran 150/80 R16 menjadi salah satu elemen yang paling dominan. Ban tersebut terlihat sangat gemuk dan membuat bagian depan motor tampak berisi. Secara estetika, keputusan ini berhasil. Napoleon Bob 500 langsung terlihat kekar dan berkarakter.

Namun, ukuran ban tersebut juga mempunyai konsekuensi terhadap pengendalian. Ban lebar memberikan hambatan dan bobot gerak yang lebih besar sehingga setang terasa berat ketika motor mulai diajak bermanuver. Jadi, sesuatu yang menjadi nilai plus dari sisi tampilan justru berubah menjadi tantangan ketika motor dikendarai.

Bobot 215 Kg Membuat Handling Perlu Adaptasi

Untuk motor dengan kapasitas sekitar 500 cc, bobot Keeway Benda Napoleon Bob 500 sekitar 215 kg tergolong cukup berat. Ketika bobot tersebut dikombinasikan dengan ban depan berukuran besar dan posisi berkendara yang rendah, karakter handling menjadi sangat berbeda dibandingkan motor yang lebih ringan.

Pada penggunaan awal, pengendara membutuhkan waktu untuk memahami bagaimana motor merespons input setang dan gerakan tubuh. Motor ini bukan tipe kendaraan yang bisa dengan mudah diajak berpindah arah secara cepat. Ketika melewati lalu lintas padat dan harus melakukan manuver berulang, bobotnya akan terasa.

Setelah terbiasa, karakter tersebut sebenarnya dapat dinikmati. Pengendara hanya perlu lebih percaya diri dan tidak memaksakan gaya berkendara yang biasa digunakan pada motor kecil. Napoleon Bob 500 meminta pengendara untuk mengendalikan motor dengan lebih tenang dan memperhitungkan setiap gerakan.

Karena itu, handling Keeway Benda Napoleon Bob 500 untuk penggunaan harian bisa dibilang membutuhkan proses adaptasi. Sekitar puluhan kilometer pertama menjadi masa penting untuk mengenali karakter motor. Setelah tubuh mulai terbiasa dengan posisi duduk, bobot, serta respons roda depan, pengendaliannya terasa lebih natural.

Posisi Berkendara Rendah, Gagah, tetapi Bisa Membuat Pegal

Jok rendah memang menjadi salah satu keunggulan Napoleon Bob 500. Dengan tinggi sekitar 695 mm, pengendara dengan postur tertentu akan sangat mudah menapak menggunakan kedua kaki. Posisi tersebut juga memberikan rasa percaya diri ketika motor harus berhenti.

Masalahnya muncul pada ergonomi secara keseluruhan. Stang berada cukup jauh di depan, sedangkan pijakan kaki juga ditempatkan ke arah depan. Kombinasi tersebut membuat tubuh berada dalam posisi yang cukup menekuk. Perut dan bagian tubuh tengah terasa lebih terlipat dibandingkan motor dengan posisi duduk tegak.

Pada awal penggunaan, posisi tersebut dapat terasa kurang nyaman. Namun, setelah melewati perjalanan sekitar 50 km, tubuh mulai menyesuaikan diri. Untuk perjalanan singkat, karakter ini tidak terlalu mengganggu. Akan tetapi, ketika digunakan lebih dari satu jam, potensi pegal mulai terasa.

Jadi, kenyamanan posisi berkendara Napoleon Bob 500 untuk perjalanan jauh sangat bergantung pada kemampuan pengendara beradaptasi. Motor ini lebih cocok dinikmati dengan ritme santai daripada dipaksa menjadi kendaraan touring dengan gaya berkendara agresif.

Suspensi Napoleon Bob 500 Justru Sangat Nyaman

Jika handling membutuhkan penyesuaian, bagian suspensi justru memberikan kejutan positif. Karakternya cenderung empuk dan mampu meredam permukaan jalan yang tidak rata dengan cukup baik.

Suspensi depan menggunakan teleskopik dengan desain yang terlihat klasik. Bentuk bagian bawahnya menjadi salah satu elemen visual yang membuat motor tampak seperti kendaraan custom. Walaupun tampilannya unik, fungsinya tetap mampu memberikan kenyamanan ketika melewati jalan bergelombang.

Suspensi belakang juga mempunyai karakter empuk. Ketika melewati permukaan jalan yang kurang baik, motor tidak terasa terlalu keras. Bahkan dengan bobot yang besar, sistem suspensinya mampu menjaga perjalanan tetap nyaman.

Karakter empuk tersebut membuat Napoleon Bob 500 cocok digunakan dengan gaya berkendara santai. Motor terasa stabil ketika melaju dan tidak memberikan sensasi terlalu keras ketika melewati permukaan jalan yang kurang sempurna.

Namun, rendahnya posisi motor membawa konsekuensi lain. Ground clearance yang terbatas membuat bagian bawah motor mudah bersentuhan dengan aspal ketika menikung terlalu dalam. Pijakan kaki bisa mengalami gesekan, sementara di sisi lain standar samping juga berpotensi menyentuh permukaan jalan.

Ban Gendut Napoleon Bob 500: Keren Dilihat, Menantang Dikendalikan

Tidak dapat disangkal bahwa ban berukuran besar merupakan salah satu alasan utama Napoleon Bob 500 terlihat begitu menarik. Ban depan 150/80 R16 memberikan kesan kekar dan membuat proporsi motor menjadi sangat berbeda.

Jika hanya melihatnya dari samping, ban tersebut benar-benar cocok dengan konsep bobber. Motor terlihat padat, rendah, dan berisi. Akan tetapi, ukuran ban yang besar membuat pengendalian menjadi lebih berat.

Secara teori, ukuran ban yang sedikit lebih kecil mungkin bisa membuat motor lebih mudah diajak bermanuver. Tetapi jika ukuran tersebut dikurangi terlalu banyak, tampilan yang menjadi ciri khas Napoleon Bob 500 juga akan berubah. Inilah kompromi yang harus diterima pemiliknya.

Dengan kata lain, kelebihan ban besar pada Keeway Benda Napoleon Bob 500 terutama berada pada sisi estetika dan kestabilan, sedangkan konsekuensinya terasa pada kelincahan. Motor ini memang bukan dibuat untuk menjadi kendaraan yang lincah di tengah kemacetan.

Mesin V-Twin 476 cc dengan Karakter Torsi yang Menyenangkan

Beranjak ke dapur pacu, Napoleon Bob 500 menggunakan mesin dua silinder V-Twin berkapasitas sekitar 476 cc. Mesin tersebut memakai sistem injeksi, delapan katup, pendingin cairan, dan transmisi manual enam percepatan.

Karakter V-Twin langsung terasa dari putaran bawah. Torsi yang tersedia sejak awal membuat motor mudah bergerak ketika gas dibuka. Untuk menyalip atau berakselerasi dari kecepatan rendah, pengendara tidak perlu terlalu sering memutar mesin sampai putaran tinggi.

Mesin ini mempunyai karakter yang lebih santai. Putaran mesin tidak melonjak secepat motor berkarakter sport. Sebaliknya, tenaga terasa mengalir secara bertahap dengan dorongan torsi yang cukup kuat di bawah.

Inilah karakter yang sebenarnya sangat sesuai dengan konsep bobber. Motor tidak perlu dipaksa berteriak pada putaran tinggi untuk memberikan sensasi menyenangkan. Cukup membuka gas secara bertahap, tenaga sudah terasa mengisi.

Suara mesin juga menjadi bagian penting dari pengalaman tersebut. Walaupun knalpot masih standar, suara khas V-Twin tetap terdengar. Karakternya tidak terlalu berlebihan, tetapi cukup untuk memberikan sensasi berbeda dibandingkan mesin dua silinder dengan konfigurasi lainnya.

Perpindahan Gigi Ringan dan Penyaluran Tenaga Menggunakan Belt

Salah satu hal yang menarik dari Napoleon Bob 500 adalah perpindahan giginya. Tuas transmisi terasa ringan ketika digunakan untuk naik maupun turun gigi. Bahkan teknik perpindahan gigi tanpa menarik kopling masih dapat dilakukan dengan relatif mudah ketika kondisi berkendara memungkinkan.

Sistem penggerak roda belakang juga menggunakan belt, bukan rantai. Pilihan ini sangat sesuai dengan karakter cruiser karena memberikan penyaluran tenaga yang lebih halus.

Belt tidak menghasilkan sensasi hentakan seperti rantai yang kurang terawat. Ketika gas dibuka atau ditutup, respons terasa lebih lembut. Begitu pula ketika terjadi engine brake, transisinya terasa lebih nyaman.

Keuntungan lainnya adalah suara. Sistem belt bekerja lebih senyap dibandingkan rantai sehingga karakter motor terasa lebih halus. Kombinasi mesin V-Twin dan belt akhirnya menghasilkan sensasi berkendara yang santai sekaligus berkelas.

Performa Napoleon Bob 500 Tidak Brutal, tetapi Cukup Bertenaga

Di atas kertas, mesin 476 cc ini menghasilkan sekitar 47 horsepower dengan torsi 42 Nm. Angka tersebut tidak dapat disebut sebagai sesuatu yang luar biasa untuk kelas 500 cc, tetapi sudah cukup untuk menunjang karakter motor.

Akselerasi 0-100 km/jam dapat dicapai dalam waktu kurang dari tujuh detik. Artinya, Napoleon Bob 500 tetap mempunyai performa yang memadai untuk kebutuhan sehari-hari maupun perjalanan luar kota.

Hal yang menarik justru terjadi pada pengujian kecepatan maksimum. Klaim pabrikan berada di sekitar 129 km/jam, tetapi pengujian menunjukkan angka speedometer dapat melewati 140 km/jam. Pengukuran menggunakan perangkat berbasis GPS menghasilkan angka sekitar 141 km/jam.

Perbedaan antara speedometer dan pengukuran GPS tersebut relatif kecil. Dengan demikian, ketika indikator menunjukkan kecepatan 60-80 km/jam, pengendara memang merasakan laju yang cukup cepat dan sesuai dengan kecepatan aktual.

Konsumsi BBM Keeway Benda Napoleon Bob 500

Dengan mesin hampir 500 cc, konsumsi bahan bakar sekitar 21 km/liter tergolong wajar. Motor ini bukan kendaraan yang dirancang untuk mengejar angka konsumsi bahan bakar seirit mungkin.

Karakter mesin yang mempunyai respons torsi kuat tentu membutuhkan suplai bahan bakar yang sesuai. Apalagi bobot motor mencapai lebih dari 200 kg. Karena itu, angka tersebut masih dapat diterima untuk motor cruiser dengan konfigurasi mesin seperti ini.

Kapasitas tangki mencapai 16 liter. Dengan konsumsi sekitar 21 km/liter, jarak tempuh secara teoritis dapat mencapai lebih dari 300 kilometer sebelum perlu kembali mengisi bahan bakar, tergantung kondisi perjalanan dan gaya berkendara.

Kapasitas tangki yang besar menjadi keuntungan tersendiri untuk perjalanan luar kota. Pengendara tidak perlu terlalu sering mencari stasiun pengisian bahan bakar ketika melakukan perjalanan jauh.

Fitur Napoleon Bob 500 Bergaya Klasik tetapi Tetap Modern

Walaupun tampilan luarnya sangat kuat dengan nuansa custom, sejumlah fitur Napoleon Bob 500 justru sudah menggunakan pendekatan modern. Salah satunya adalah panel instrumen digital.

Panel tersebut mempunyai bentuk angka yang unik. Karakter tampilannya mengingatkan pada susunan kotak seperti permainan Tetris sehingga terlihat berbeda dari panel digital kebanyakan motor.

Informasi yang ditampilkan juga cukup lengkap, mulai dari kecepatan, jam, tekanan oli, traction control, posisi gigi, takometer, odometer, trip meter, indikator bahan bakar, ABS, lampu sein, hingga indikator lainnya.

Bagian menarik lainnya adalah panel yang memiliki fungsi sentuh untuk beberapa pengaturan. Jadi meskipun secara desain motor ini seperti kendaraan custom klasik, bagian instrumennya tidak sepenuhnya mengikuti gaya lama.

Lampu LED Napoleon Bob 500 Punya Desain Tidak Biasa

Lampu depan menjadi salah satu elemen visual yang langsung mencuri perhatian. Bentuknya bulat dan ditempatkan di antara kedua batang suspensi. Desain tersebut memperkuat karakter custom sekaligus membuat wajah Napoleon Bob 500 mudah dikenali.

Lampu utama sudah menggunakan LED dengan pembagian beberapa bagian pencahayaan. Sayangnya, posisi pelat nomor depan dapat mengganggu sebagian sorotan lampu ketika posisi pelat terlalu tegak.

Ini bukan masalah yang hanya berkaitan dengan estetika. Posisi pelat yang menutupi sebagian area pencahayaan tentu menjadi sesuatu yang kurang ideal. Desain dudukan pelat yang lebih sesuai dengan karakter lampu mungkin dapat menjadi solusi.

Di bagian belakang, desain lampu dibuat sangat tipis dan menggunakan LED. Bentuk tersebut berpadu dengan bodi belakang yang minimalis dan memperkuat kesan bobber.

Tangki 16 Liter dan Jok Tunggal Menegaskan Konsep Bobber

Tangki bahan bakar Napoleon Bob 500 mempunyai kapasitas 16 liter. Bentuknya dibuat menyerupai tangki motor custom sehingga tidak terlihat seperti komponen yang sekadar ditempelkan pada rangka.

jok pengendara dibuat tunggal dengan lapisan yang terasa lembut. Busa jok juga memberikan kenyamanan ketika motor digunakan dalam perjalanan.

Konsep jok tunggal memang menjadi salah satu ciri khas motor ini. Bagi pengguna yang senang berkendara sendirian, desain tersebut justru menjadi nilai tambah. Namun, jika motor sering digunakan untuk berboncengan, keterbatasan tersebut tentu menjadi kekurangan besar.

Bagian belakang juga memiliki desain yang terbuka. Saat digunakan dalam kondisi hujan, cipratan air dan kotoran dari roda belakang berpotensi mengenai punggung pengendara. Jadi, motor ini terlihat sangat keren ketika cuaca cerah, tetapi pengguna perlu lebih berhati-hati ketika jalan basah.

Sistem Rem Radial Empat Piston

Untuk urusan pengereman, spesifikasinya cukup menarik. Rem depan menggunakan cakram tunggal dengan kaliper radial empat piston, sedangkan rem belakang memakai cakram tunggal dengan kaliper dua piston.

Walaupun perangkatnya terlihat cukup premium, karakter pengeremannya lebih mengarah pada rasa yang progresif daripada sangat agresif. Tarikan awal terasa cukup nyaman dan tidak membuat motor berhenti secara mendadak.

ABS juga bekerja dengan karakter yang relatif lembut. Sistem tersebut tidak terlalu mengganggu ketika bekerja sehingga tetap memberikan rasa aman tanpa membuat pengendara merasa kaget.

Untuk penggunaan harian, sistem pengereman tersebut sudah memadai. Namun, karakter pengereman yang tidak terlalu menggigit sejak awal membuat pengendara tetap perlu menarik tuas secara lebih dalam ketika membutuhkan daya pengereman maksimal.

Spion dan Posisi Kunci Kontak Sama-Sama Membutuhkan Adaptasi

Napoleon Bob 500 tidak hanya berbeda pada bagian mesin dan bodi. Spionnya juga mempunyai posisi unik karena ditempatkan lebih rendah. Pengendara yang terbiasa dengan spion konvensional harus mengubah kebiasaan ketika ingin memantau kondisi di belakang.

Bentuk spion yang bulat juga memberikan bidang pandang berbeda. Karena posisinya rendah, arah pandangan harus sedikit diturunkan untuk melihat kaca.

Kunci kontak juga tidak ditempatkan pada posisi lazim di bagian tengah. Letaknya berada di sisi kiri dekat area radiator. Sistemnya masih sederhana dan hanya berfungsi sebagai pengoperasian utama.

Untuk mengunci setang, tersedia mekanisme terpisah pada area segitiga bawah. Konsep tersebut semakin memperkuat nuansa motor klasik.

Build Quality Napoleon Bob 500 Patut Mendapat Apresiasi

Salah satu kesan positif dari motor ini adalah kualitas pengerjaannya. Meskipun berasal dari pabrikan China, detail bodi, pengecatan, material logam, hingga baut terlihat cukup solid.

Tidak banyak bagian yang memberikan kesan murahan. Bahkan detail kecil seperti finishing pada rangka dan komponen luar ikut memperkuat kesan bahwa Napoleon Bob 500 dibuat sebagai produk yang serius.

Karakter visual seperti cat dengan efek pecah-pecah pada sejumlah bagian juga membuat motor semakin menyerupai kendaraan custom. Efek tersebut terlihat pada beberapa komponen, termasuk area lampu, lengan ayun, dan bagian rangka tertentu.

Kelebihan Keeway Benda Napoleon Bob 500

Kelebihan Keeway Benda Napoleon Bob 500 terletak pada desainnya yang sangat berbeda, karakter mesin V-Twin yang menyenangkan, perpindahan gigi ringan, penyaluran tenaga menggunakan belt, suspensi empuk, kapasitas tangki besar, serta build quality yang terlihat solid.

Motor ini juga mempunyai nilai emosional yang kuat. Pengendara tidak sekadar membeli kendaraan untuk berpindah tempat, tetapi mendapatkan motor yang ketika diparkir pun tetap menarik untuk dilihat. Bagi orang yang ingin tampil beda, faktor tersebut bisa menjadi pertimbangan penting.

Kekurangan Keeway Benda Napoleon Bob 500 terutama berada pada bobot dan handling. Berat sekitar 215 kg ditambah ban depan yang sangat lebar membuat motor terasa berat ketika bermanuver. Posisi berkendara juga dapat menyebabkan pegal setelah digunakan dalam waktu lama.

Ground clearance rendah menjadi catatan lain. Pengendara perlu memperhatikan polisi tidur, jalan rusak, serta kemiringan ketika menikung karena pijakan kaki dan standar samping berpotensi menyentuh aspal.

Konsumsi bahan bakarnya juga tidak bisa dikategorikan irit. Angka sekitar 21 km/liter masih masuk akal untuk kelasnya, tetapi jelas bukan pilihan bagi seseorang yang prioritas utamanya adalah efisiensi bahan bakar.

Apakah Napoleon Bob 500 Layak Dibeli?

Jawabannya sangat bergantung pada kebutuhan. Jika yang dicari adalah motor yang ringan, lincah, mudah digunakan di tengah kemacetan, dan nyaman untuk perjalanan panjang tanpa banyak kompromi, Napoleon Bob 500 mungkin bukan pilihan paling rasional.

Namun, apabila prioritasnya adalah motor cruiser 500 cc bergaya bobber yang unik, maka cerita menjadi berbeda. Desainnya merupakan salah satu daya tarik terbesarnya. Bahkan tanpa modifikasi tambahan, motor ini sudah terlihat seperti hasil garapan bengkel custom.

Dengan harga sekitar Rp178 juta, Napoleon Bob 500 juga mempunyai posisi yang menarik. Harganya masih lebih rendah daripada Honda Rebel 500, tetapi menawarkan karakter desain yang jauh lebih berani. Performa mesinnya pun sudah cukup untuk kebutuhan berkendara harian maupun perjalanan luar kota.

Keeway Benda Napoleon Bob 500 bukan motor yang dibuat untuk semua orang. Motor ini meminta pengendaranya untuk menerima beberapa kompromi, terutama bobot, kelincahan, posisi berkendara, dan ground clearance. Sebagai gantinya, pemilik mendapatkan cruiser dengan tampilan yang sangat berbeda, suara V-Twin, karakter berkendara santai, serta aura motor custom yang sudah hadir sejak keluar dari dealer.

Bagi pencinta motor yang ingin memiliki kendaraan dengan karakter kuat dan tidak terlihat pasaran, Napoleon Bob 500 bisa menjadi salah satu cruiser 500 cc yang menarik untuk dipertimbangkan. Desainnya memang menjadi senjata utama, tetapi mesin V-Twin, suspensi yang nyaman, sistem belt, dan kualitas pengerjaan membuat motor ini tidak hanya mengandalkan penampilan. Yang jelas, sebelum memutuskan membeli, calon pemilik sebaiknya mencoba langsung posisi duduk dan handling-nya karena dua hal tersebut menjadi bagian paling penting untuk menentukan apakah karakter Napoleon Bob 500 benar-benar cocok dengan gaya berkendara masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *