Review iQOO Pad Ultra, Tablet Mini Gaming dengan Layar OLED 165 Hz dan Snapdragon Kelas Flagship
Review iQOO Pad Ultra, Tablet Mini Gaming dengan Layar OLED 165 Hz dan Snapdragon Kelas Flagship

Review iQOO Pad Ultra, Tablet Mini Gaming dengan Layar OLED 165 Hz dan Snapdragon Kelas Flagship

Posted on

Kehadiran iQOO Pad Ultra menambah persaingan di segmen tablet mini berperforma tinggi. Perangkat ini menawarkan kombinasi layar OLED 8,8 inci, refresh rate 165 Hz, chipset Snapdragon kelas flagship, serta sistem pendingin aktif yang dilengkapi kipas internal. Spesifikasi tersebut membuatnya menarik bagi pengguna yang menginginkan tablet berukuran ringkas, tetapi tetap mampu menjalankan game berat dan berbagai aplikasi dengan performa tinggi. Bahkan, perangkat ini diklaim mampu menjalankan sejumlah game PC melalui Steam maupun emulator, sehingga pengguna tidak hanya terbatas pada koleksi game Android.

Tablet ini juga menjadi alternatif menarik bagi mereka yang sedang mempertimbangkan iPad Mini generasi terbaru. Perbedaan pendekatan terlihat dari fokus iQOO Pad Ultra terhadap performa gaming, sistem pendinginan, dan kemampuan menjalankan game dengan kebutuhan komputasi tinggi. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli, mulai dari ketersediaan jaringan seluler hingga harga perangkat yang dipasarkan di China.

Desain iQOO Pad Ultra yang Ringkas dengan Sistem Pendingin Aktif

Dari segi tampilan, iQOO Pad Ultra tidak langsung memperlihatkan karakter tablet gaming yang agresif. Bodi berwarna perak dengan desain sederhana membuatnya terlihat seperti tablet premium pada umumnya. Modul kamera belakang berbentuk persegi menjadi salah satu elemen desain yang mudah dikenali, sementara lampu RGB di dekat kamera memberikan sentuhan khas perangkat gaming. Dimensinya juga tergolong ringkas dengan ketebalan sekitar 5,74 mm dan bobot kurang lebih 298 gram, sehingga relatif nyaman digunakan untuk bermain game dalam waktu lama.

Hal yang paling menarik justru terletak pada sistem pendinginnya. iQOO menyematkan active fan cooling system dengan jalur masuk udara di bagian belakang dan saluran pembuangan di sisi perangkat. Kipas internal tersebut benar-benar bekerja untuk membantu mengeluarkan panas, bukan sekadar elemen dekoratif. Sistem pendingin ini disebut mampu menurunkan suhu sekitar 2–3 derajat Celsius dalam kondisi tertentu. Namun, keberadaan kipas aktif juga menimbulkan suara ketika bekerja, sehingga pengalaman penggunaannya berbeda dari tablet yang mengandalkan sistem pendingin pasif atau pendingin cair tanpa kipas.

Untuk kelengkapan penjualan, perangkat yang dibahas merupakan varian RAM 12 GB dan penyimpanan internal 256 GB. Di dalam kotaknya terdapat unit tablet, panduan singkat, serta adaptor pengisian daya 66 watt. Kabel yang disertakan menggunakan konektor USB-A ke USB-C. Sementara itu, konektivitas perangkat sudah mendukung Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4, tetapi varian yang dibahas tidak memiliki jaringan seluler.

Performa Snapdragon dan Hasil Benchmark iQOO Pad Ultra

Salah satu alasan utama iQOO Pad Ultra menarik perhatian adalah penggunaan chipset Snapdragon kelas flagship yang dalam materi pengujian disebut Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Kombinasi prosesor tersebut dengan RAM 12 GB dan penyimpanan 256 GB membuat tablet ini ditujukan untuk menangani game berat, multitasking, serta aplikasi yang membutuhkan sumber daya besar. Dalam pengujian yang ditampilkan, skor AnTuTu diklaim mencapai lebih dari 5,1 juta poin.

Angka benchmark tersebut menunjukkan potensi performa yang sangat tinggi, meskipun hasil pengujian tetap dapat berbeda bergantung pada versi perangkat lunak, suhu, pengaturan performa, dan metode pengujian yang digunakan. Untuk penggunaan sehari-hari, tenaga sebesar ini jauh melampaui kebutuhan aplikasi ringan seperti menjelajah internet, menonton video, membaca dokumen, atau menjalankan beberapa aplikasi sekaligus.

Fitur yang tersedia mencakup ray tracing, super resolution, dan super frame rate. Teknologi tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas pencahayaan, bayangan, detail visual, serta kelancaran animasi. Pengguna dapat mengatur profil performa melalui Game Space, termasuk menyesuaikan konfigurasi untuk setiap game yang dimainkan.

Pengalaman Gaming Android dengan Layar 165 Hz

Layar menjadi salah satu daya tarik terbesar iQOO Pad Ultra. Panel OLED berukuran 8,8 inci ini memiliki resolusi 2304 × 1440 piksel dan refresh rate hingga 165 Hz. Kombinasi tersebut memberikan tampilan yang tajam, warna yang kaya, serta pergerakan gambar yang terasa lebih mulus ketika aplikasi atau game mendukung refresh rate tinggi. Bezel yang tipis juga membuat bagian depan tablet terlihat modern dan memberikan ruang layar yang luas untuk perangkat berukuran mini.

Dalam pengujian game, fitur super frame rate digunakan untuk meningkatkan kelancaran tampilan pada game yang secara bawaan memiliki batas frame rate lebih rendah. Pengulas mencontohkan Genshin Impact yang dapat dijalankan pada pengaturan 60 fps dengan ray tracing aktif, sementara mode tambahan membuat gerakan terlihat lebih halus. tampilan yang menyerupai frame rate lebih tinggi tidak selalu berarti game menghasilkan frame asli sebanyak refresh rate maksimum layar. Hasil akhirnya tetap bergantung pada dukungan game dan teknologi interpolasi yang digunakan.

Suhu perangkat ketika menjalankan Genshin Impact pada pengaturan tersebut dilaporkan berada di kisaran 40 derajat Celsius pada bagian layar maupun belakang. Angka ini berasal dari pengujian yang ditampilkan dan bukan jaminan bahwa suhu akan selalu sama dalam setiap kondisi. Durasi bermain, suhu ruangan, tingkat kecerahan, dan kecepatan kipas dapat memengaruhi temperatur tablet.

Bisa Menjalankan Game PC melalui Steam dan Emulator

Kemampuan menjalankan game PC menjadi bagian yang paling menonjol dalam pengujian iQOO Pad Ultra. Melalui Game Space, perangkat disebut dapat terhubung dengan pustaka Steam dan digunakan untuk mencoba sejumlah game yang biasanya dimainkan pada komputer atau perangkat handheld gaming PC. Pengulas menguji Cyberpunk 2077 dan melaporkan performa sekitar 60 fps dalam situasi tertentu. Namun, ketika adegan menjadi ramai dan beban pemrosesan meningkat, penurunan frame rate masih terjadi.

Hasil tersebut memperlihatkan bahwa performa tinggi tidak otomatis menjamin semua game PC berjalan mulus sepanjang waktu. Game dengan dunia terbuka, detail visual kompleks, dan kebutuhan komputasi besar tetap memberikan tantangan tersendiri bagi perangkat berbasis Android. Karena itu, pengalaman menjalankan Cyberpunk 2077 sebaiknya dipahami sebagai demonstrasi kemampuan perangkat, bukan bukti bahwa performanya sepenuhnya setara dengan komputer gaming khusus.

Pada game yang lebih ringan, hasilnya disebut jauh lebih mengesankan. Pengulas mencontohkan Hollow Knight: Silksong yang diklaim mampu berjalan pada kisaran 150 fps dalam pengujian tersebut. Angka ini menunjukkan potensi tablet untuk menghadirkan pengalaman bermain yang sangat responsif pada judul yang sesuai. Meski begitu, kompatibilitas, metode menjalankan game, pengaturan grafis, dan versi perangkat lunak tetap berpengaruh terhadap hasil akhir.

Bagi pengguna yang ingin bermain melalui layar eksternal, iQOO Pad Ultra juga memiliki fitur USB-C display out. Dengan dukungan tersebut, tampilan tablet dapat disalurkan ke monitor yang kompatibel. Fitur ini membuka kemungkinan penggunaan yang lebih fleksibel, misalnya bermain game dengan layar lebih besar atau menikmati pengalaman menyerupai konsol portabel yang terhubung ke monitor.

Baterai, Pengisian Daya 66 Watt, dan Kamera

Untuk mendukung aktivitas gaming, iQOO Pad Ultra disebut memiliki baterai berkapasitas sekitar 9.200 mAh. Kapasitas tersebut tergolong besar untuk tablet berukuran 8,8 inci dan berpotensi memberikan waktu penggunaan yang panjang. Pengulas memperkirakan perangkat dapat digunakan bermain game selama lebih dari 10 jam dalam kondisi tertentu. Namun, durasi aktual sangat bergantung pada jenis game, tingkat kecerahan layar, refresh rate, koneksi nirkabel, dan penggunaan kipas pendingin. Game berat dengan pengaturan grafis maksimal tentu dapat mengonsumsi daya lebih besar dibandingkan aktivitas menonton video atau membaca.

Pengisian daya didukung teknologi FlashCharge 66 watt. Daya tersebut membantu mempercepat pengisian baterai berkapasitas besar, walaupun waktu pengisian penuh tidak dijelaskan secara terperinci dalam pengujian. Bagi pengguna yang sering bermain game, kombinasi baterai besar dan pengisian daya cepat dapat menjadi nilai tambah karena mengurangi waktu menunggu ketika perangkat perlu diisi ulang.

Di sektor kamera, tablet ini membawa kamera belakang 13 MP dan kamera depan 8 MP. Kamera belakang diklaim mendukung perekaman video hingga resolusi 4K pada 30 fps, dengan detail dan warna yang dinilai cukup baik oleh pengulas. Kekurangannya, rekaman ketika perangkat bergerak masih memperlihatkan guncangan. Sementara itu, kamera depan mendukung perekaman hingga Full HD 30 fps dan dinilai memadai untuk panggilan video, rapat daring, atau kebutuhan komunikasi sehari-hari.

Walaupun bukan perangkat yang berfokus pada fotografi, keberadaan kedua kamera tersebut tetap berguna untuk kebutuhan dasar. Ukurannya yang ringkas juga memungkinkan tablet digunakan untuk mengambil gambar atau merekam video dengan satu tangan, meskipun kestabilan rekaman perlu diperhatikan ketika bergerak.

Sistem Operasi dan Fitur Multitasking iQOO Pad Ultra

Di luar gaming, iQOO Pad Ultra menjalankan OriginOS 7 HD berbasis Android 17 sebagaimana disebutkan dalam materi pengujian. Antarmukanya terlihat relatif bersih dan tidak terlalu menonjolkan identitas perangkat gaming. Pengguna dapat membuka Game Space melalui pintasan tertentu untuk mengakses pengaturan performa, sedangkan penggunaan normal tetap terasa seperti tablet Android pada umumnya.

Kemampuan multitasking juga menjadi nilai tambah. Pengguna dapat memanfaatkan tampilan beberapa jendela untuk menjalankan aplikasi secara bersamaan, sehingga perangkat tidak hanya cocok untuk bermain game. Aktivitas seperti membuka dokumen sambil melakukan pencarian informasi, menonton video sambil mengakses aplikasi lain, atau berpindah di antara beberapa pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih praktis.

Panel OLED dan sistem speaker ganda turut mendukung pengalaman hiburan. Warna yang kaya cocok untuk menikmati film dan video, sedangkan speaker ganda memberikan keluaran suara tanpa harus selalu menggunakan earphone. Kombinasi layar berkualitas, performa tinggi, dan desain ringkas membuat tablet ini berpotensi digunakan sebagai perangkat hiburan sekaligus alat produktivitas.

Harga iQOO Pad Ultra dan Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan

iQOO Pad Ultra di China dibanderol mulai dari 6.499 yuan, atau diperkirakan sekitar Rp17,5 juta. Angka tersebut merupakan perkiraan konversi, bukan harga resmi untuk pasar Indonesia. Jika dibeli melalui jalur impor, biaya akhir bisa lebih tinggi karena dipengaruhi pajak, biaya pengiriman, garansi, dan margin penjual. Ketersediaan serta harga aktual di Indonesia perlu diperiksa sebelum memutuskan pembelian.

Kekurangan yang paling jelas adalah tidak tersedianya jaringan seluler pada varian yang dibahas. Perangkat ini mengandalkan Wi-Fi untuk koneksi internet, sehingga pengguna yang sering bekerja atau bermain di luar jangkauan Wi-Fi perlu menyiapkan koneksi dari perangkat lain. Sistem pendingin aktif juga menghasilkan suara ketika kipas bekerja, yang mungkin terasa mengganggu bagi pengguna yang mengutamakan operasi senyap.

Selain itu, kemampuan menjalankan game PC tidak berarti semua judul akan kompatibel atau memberikan performa yang konsisten. Game berat masih dapat mengalami penurunan frame rate, sementara penggunaan emulator atau metode kompatibilitas tertentu dapat membutuhkan konfigurasi tambahan. Calon pembeli sebaiknya mempertimbangkan game yang benar-benar ingin dimainkan, bukan hanya terpaku pada angka benchmark atau demonstrasi satu judul.

iQOO Pad Ultra vs iPad Mini OLED, Mana yang Lebih Menarik?

Jika prioritas utama adalah performa gaming, refresh rate tinggi, sistem pendingin aktif, dan eksperimen menjalankan game PC, iQOO Pad Ultra menawarkan pendekatan yang menarik. Layar OLED 165 Hz, ukuran 8,8 inci, dan chipset kelas flagship menjadi kombinasi yang sulit diabaikan oleh penggemar tablet Android berperforma tinggi. Dukungan output layar eksternal serta fitur multitasking juga membuat perangkat ini tidak hanya berfungsi sebagai mesin gaming.

Di sisi lain, keputusan memilih tablet tidak seharusnya hanya didasarkan pada performa mentah. Ketersediaan aplikasi, ekosistem perangkat, dukungan aksesori, layanan purnajual, garansi, dan harga lokal juga berperan penting. Pengguna yang sudah terbiasa dengan ekosistem Apple mungkin memiliki pertimbangan berbeda dibandingkan mereka yang menginginkan fleksibilitas Android dan kemampuan menjalankan beragam aplikasi.

iQOO Pad Ultra tampil sebagai tablet mini yang berfokus pada performa tinggi dengan fitur gaming yang cukup lengkap. Layar OLED 165 Hz, pendinginan menggunakan kipas aktif, baterai besar, dan kemampuan menjalankan game berat menjadi daya tarik utamanya. Namun, keterbatasan koneksi seluler, suara kipas, dan harga yang berpotensi tinggi di Indonesia tetap perlu menjadi bahan pertimbangan sebelum membeli. Bagi pencinta gaming yang menginginkan tablet ringkas dengan tenaga besar, perangkat ini layak masuk daftar pilihan, selama fitur-fitur tersebut sesuai dengan kebutuhan dan anggaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *