Pindah dari gambar manual ke digital ternyata tidak selalu identik dengan biaya mahal. Di rentang harga tablet gambar di bawah Rp3 jutaan, sudah ada beberapa pilihan yang benar-benar layak untuk belajar ilustrasi digital, sketching, hingga catatan visual. Kuncinya bukan sekadar layar besar, tetapi dukungan stylus, palm rejection, dan kenyamanan jangka panjang.
Kriteria Penting Tablet untuk Gambar Digital Pemula
Sebelum masuk ke daftar rekomendasi, ada beberapa hal krusial yang wajib dimiliki tablet gambar murah tapi berkualitas. Pertama, tablet tersebut harus support stylus pen, baik sudah termasuk dalam paket maupun dijual terpisah. Kedua, fitur palm rejection wajib ada agar telapak tangan tidak mengganggu garis saat menggambar. Ketiga, tentu saja harga harus tetap ramah di kantong, idealnya masih di bawah Rp3 jutaan.
Menariknya, beberapa brand kini sudah mulai serius menggarap segmen kreator pemula.
Redmi Pad 2: Tablet Gambar 11 Inch Murah dengan Layar 2.5K
Jika membicarakan tablet gambar 3 jutaan layar besar, Redmi Pad 2 menjadi salah satu opsi paling masuk akal. Mengusung layar 11 inci resolusi 2.5K dengan refresh rate 90 Hz, area kerja terasa lega dan halus saat menggambar.
Stylus memang tidak selalu langsung tersedia di paket dasar, namun Xiaomi menyediakan opsi bundling tablet + pen dengan harga yang masih aman di kisaran Rp2,5 jutaan. Sensitivitas tekanan terasa responsif, tracking garis rapi, dan yang paling penting, palm rejection bekerja dengan baik. Untuk pemula yang ingin belajar ilustrasi digital tanpa ribet, kombinasi ini sudah sangat memadai.
Huawei MatePad SE 11: Alternatif iPad Murah untuk Ilustrasi
Berbeda pendekatan, Huawei MatePad SE 11 justru terasa seperti tablet yang “lahir” untuk menggambar. Salah satu daya tarik terbesarnya adalah aplikasi GoPaint, yang sering disebut sebagai alternatif Procreate versi gratis.
Pengalaman menggambar dengan Huawei M-Pencil generasi ketiga terasa lebih natural, terutama saat mengatur tekanan untuk shading halus. Resolusi layar FHD+ 11 inci memang tidak setinggi 2.5K, tetapi tetap nyaman untuk sesi menggambar panjang tanpa membuat mata cepat lelah.
Kekurangannya ada pada harga stylus yang dijual terpisah dan stok pen yang sempat terbatas. Namun dari sisi feel menggambar, tablet ini sering dianggap sebagai tablet gambar terbaik untuk transisi dari manual ke digital.
Itel Vista Tab 30 Pro: Tablet Gambar Layar 13 Inch dengan Pen
Bagi yang mengutamakan layar super besar untuk menggambar, Itel Vista Tab 30 Pro menawarkan dimensi 13 inci, terbesar di kelasnya. Stylus sudah termasuk dalam paket, sehingga tidak perlu membeli tambahan.
Panel IPS FHD+ memang bukan yang paling tajam, tetapi area kerja luas membuat aktivitas sketching dan line art terasa lebih lega. Kapasitas baterai besar juga mendukung sesi menggambar berjam-jam. Berdasarkan spesifikasi dan informasi yang tersedia, tablet ini sudah mendukung palm rejection, menjadikannya salah satu opsi menarik untuk digital artist pemula yang fokus pada kanvas besar.
Di luar dugaan, Moto Pad 60 Neo justru menjadi salah satu paket paling praktis. Stylus sudah langsung tersedia dalam kotak pembelian dan tidak dijual terpisah. Dengan harga di bawah Rp3 juta, tablet ini cocok bagi yang ingin langsung menggambar tanpa tambahan biaya.
Pengalaman menggambar tergolong cukup baik, meskipun performa kadang terasa terbatas saat bekerja dengan layer berat. Namun untuk sketching, note visual, dan latihan dasar digital art, tablet ini masih sangat layak. Tentu saja, palm rejection juga sudah tersedia, memenuhi syarat utama tablet gambar pemula.
Menariknya, tablet termahal tidak selalu menghasilkan karya terbaik. Setiap perangkat di daftar ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, mulai dari layar, stylus, hingga performa. Yang terpenting adalah konsistensi latihan dan kenyamanan tangan saat menggambar.
Bahkan dengan tablet gambar murah di bawah 3 juta, kemampuan ilustrasi tetap bisa berkembang pesat jika digunakan secara optimal.
Perangkat Penting, Skill Tetap Penentu
Sebagus apa pun tablet yang digunakan, hasil akhir tetap ditentukan oleh tangan dan kreativitas penggunanya. Perangkat hanyalah alat bantu untuk menuangkan ide. Dengan pilihan tablet gambar 3 jutaan yang support stylus dan palm rejection, proses belajar digital art kini semakin terjangkau dan realistis untuk banyak orang.
Jika tujuan utama adalah naik level dari gambar manual ke digital, daftar tablet di atas sudah lebih dari cukup untuk memulai perjalanan tersebut.





