Review Samsung Galaxy A37
Review Samsung Galaxy A37

Review Samsung Galaxy A37

Posted on

Pas pertama kali diumumkan, banyak pengguna langsung mempertanyakan keputusan Samsung menghadirkan Galaxy A37 dengan chipset lama tetapi harga yang cukup tinggi.

Tidak sedikit yang menyebut perangkat ini terlalu mahal untuk spesifikasi yang ditawarkan. Bahkan di media sosial, perdebatan tentang Samsung Galaxy A37 worth it atau tidak langsung ramai sejak hari pertama penjualan.

Namun situasinya berubah cukup cepat. Setelah beberapa bulan beredar di pasar, harga Samsung Galaxy A37 mulai turun cukup jauh dibandingkan harga awal.

Inilah yang membuat banyak orang mulai kembali melirik perangkat ini, terutama pengguna yang sebenarnya tidak terlalu peduli dengan benchmark ekstrem atau angka AnTuTu super tinggi.

Setelah dipakai harian selama beberapa waktu, Galaxy A37 ternyata punya karakter yang berbeda dibandingkan kompetitor kelas menengah lain. HP ini memang bukan monster gaming, tetapi ada beberapa sisi yang justru terasa sangat matang untuk penggunaan jangka panjang.

Review Samsung Galaxy A37 untuk Pemakaian Harian dan Produktivitas

Samsung tampaknya sadar bahwa tidak semua pengguna membeli smartphone hanya untuk bermain game berat. Karena itu Galaxy A37 lebih diarahkan menjadi perangkat harian yang nyaman digunakan dalam waktu lama.

Ketika pertama kali digenggam, bodinya terasa cukup ringan untuk ukuran layar besar 6,7 inci. Ketebalannya juga tipis sehingga nyaman dimasukkan ke saku atau digunakan satu tangan dalam aktivitas sehari-hari.

Meski frame-nya masih menggunakan material plastik, pengalaman menggenggamnya tetap terasa khas Samsung.

Desainnya minimalis dan bersih tanpa terlalu banyak ornamen mencolok. Namun memang, bagi pengguna yang terbiasa memakai smartphone dengan frame metal premium, feel material A37 terasa sedikit kurang mewah.

Hal lain yang cukup sering dibahas adalah ukuran bezel layarnya. Untuk standar tahun sekarang, bezel Galaxy A37 memang terlihat lebih tebal dibandingkan beberapa kompetitor dari brand lain.

Apalagi banyak HP harga tiga jutaan yang mulai tampil lebih modern dengan bezel tipis dan simetris. Tetapi kekurangan tersebut sedikit tertutupi dengan kehadiran sertifikasi IP68 yang masih menjadi daya tarik tersendiri.

HP Samsung 5 Jutaan dengan One UI Paling Stabil

Samsung masih punya satu kekuatan besar yang sulit disaingi banyak brand Android lain, yaitu software. Banyak orang mencari HP Samsung One UI terbaik harga 5 jutaan karena pengalaman penggunaan One UI memang terkenal stabil dan matang.

Galaxy A37 sudah langsung hadir dengan One UI 8.5 berbasis Android 16. Animasi terasa mulus, perpindahan aplikasi nyaman, dan hampir tidak ada aplikasi bawaan yang mengganggu. Tidak ditemukan iklan tersembunyi seperti yang kadang muncul di beberapa brand lain.

Samsung juga memberikan jaminan update software dan keamanan hingga enam tahun. Bagi pengguna yang suka memakai HP dalam waktu lama tanpa sering ganti perangkat, hal seperti ini sangat penting. Banyak pengguna sebenarnya tidak terlalu memikirkan performa gaming ekstrem, melainkan lebih mencari smartphone yang nyaman dipakai bertahun-tahun tanpa drama.

Fitur AI khas Samsung juga mulai turun ke seri ini. Mulai dari Circle to Search, Object Eraser, hingga fitur editing otomatis sudah tersedia. Memang belum selengkap seri flagship, tetapi untuk kelas menengah fitur-fitur tersebut sudah terasa cukup menyenangkan digunakan sehari-hari.

Performa Exynos 1480 Masih Layak untuk Game dan Multitasking?

Salah satu kritik terbesar tentu datang dari penggunaan chipset Exynos 1480. Chipset ini sebenarnya bukan baru dan sudah pernah dipakai pada generasi sebelumnya. Karena itu banyak orang merasa Samsung terlalu konservatif untuk harga yang ditawarkan.

Kalau dibandingkan dengan Poco atau iQOO di harga serupa, performa mentah Galaxy A37 memang kalah jauh. Benchmark AnTuTu tidak terlalu tinggi dan performa gaming berat juga tidak terlalu agresif. Saat digunakan untuk memainkan game seperti Genshin Impact atau Wuthering Waves, FPS memang masih terasa kurang stabil di setting tinggi.

Namun ada sisi menarik yang sering luput dibahas. Exynos 1480 ternyata memiliki stabilitas yang sangat baik. Dalam pengujian stress test, performanya mampu bertahan hampir penuh tanpa penurunan besar. Artinya, meskipun tidak sekencang kompetitor, performa yang ada bisa dipertahankan dengan cukup konsisten.

Untuk game ringan seperti Mobile Legends atau PUBG Mobile, performanya masih sangat aman. Bahkan suhu perangkat juga relatif terjaga dan tidak cepat panas berlebihan. Ini membuat Galaxy A37 terasa cocok untuk pengguna casual yang bermain game sewajarnya tanpa mengejar setting ultra ekstrem.

Daya Tahan Baterai Samsung Galaxy A37 Ternyata Sangat Awet

Bagian baterai menjadi salah satu kejutan terbesar dari perangkat ini. Kapasitasnya memang tidak sebesar beberapa kompetitor baru yang mulai memakai baterai raksasa, tetapi optimasi Samsung ternyata cukup efektif.

Aktivitas seperti media sosial, streaming video, chatting, browsing, hingga multitasking ringan masih bisa dilalui seharian penuh tanpa masalah berarti. Bahkan untuk penggunaan produktivitas, daya tahan baterainya termasuk sangat baik di kelas harga sekarang.

Efisiensi chipset yang tidak terlalu agresif justru membantu konsumsi daya menjadi lebih hemat. Suhu perangkat saat dipakai gaming juga masih nyaman disentuh meskipun digunakan cukup lama.

Kamera Samsung Galaxy A37 untuk Instagram dan Konten Sosial Media

Samsung masih mempertahankan karakter kamera yang kuat di seri Galaxy A. Inilah alasan banyak pengguna masih mencari HP Samsung kamera bagus untuk Instagram.

Foto siang hari terlihat hidup dengan dynamic range yang cukup rapi. Warna langit tampak biru cerah khas Samsung tetapi tidak terlalu berlebihan. Untuk kebutuhan media sosial, hasil kameranya terasa praktis karena langsung enak diposting.

Mode malam juga cukup membantu dalam kondisi cahaya minim. Detail masih bisa dipertahankan dengan baik meskipun memang belum setara flagship Samsung seri S.

Sayangnya kamera ultrawide menjadi titik kompromi terbesar. Resolusi 8MP membuat detail foto terasa kurang tajam, terutama saat kondisi pencahayaan tidak ideal. Untuk hasil terbaik, kamera utama jelas jauh lebih direkomendasikan dibandingkan ultrawide.

Samsung Galaxy A37 vs Poco X8 Pro dan iQOO 15R

Inilah alasan mengapa Galaxy A37 menjadi perangkat yang cukup membingungkan. Di harga yang mirip, pengguna sebenarnya bisa mendapatkan Poco atau iQOO dengan chipset jauh lebih tinggi dan performa gaming yang lebih brutal.

Kalau kebutuhan utama adalah gaming berat, benchmark tinggi, dan performa maksimal, pilihan dari Poco atau iQOO memang terlihat lebih menggoda. Tetapi Samsung punya pasar berbeda. Banyak pengguna lebih memprioritaskan kenyamanan software, kualitas kamera utama, stabilitas sistem, serta jaminan update panjang.

Nama besar Samsung dan jaringan service center yang luas masih menjadi alasan kuat bagi banyak pengguna Indonesia untuk tetap memilih Galaxy A series dibandingkan kompetitor lain.

Apakah Samsung Galaxy A37 Sekarang Sudah Lebih Layak Dibeli?

Jawabannya tergantung kebutuhan pengguna. Saat pertama rilis dengan harga tinggi, Galaxy A37 memang terasa sulit direkomendasikan karena terlalu banyak pesaing dengan spesifikasi lebih agresif. Namun setelah harga turun cukup jauh, situasinya mulai berubah.

Untuk pengguna yang mencari HP Samsung awet dipakai 5 sampai 6 tahun, Galaxy A37 mulai terasa lebih masuk akal. One UI yang matang, update panjang, baterai hemat, kamera utama solid, dan pengalaman penggunaan stabil menjadi nilai utama perangkat ini.

Tetapi jika fokus utama adalah gaming berat atau mencari value performa terbaik di harga lima jutaan, masih ada banyak alternatif lain yang lebih menarik. Galaxy A37 bukan perangkat untuk pemburu benchmark tinggi. Smartphone ini lebih cocok untuk pengguna yang ingin perangkat praktis, nyaman dipakai harian, dan tidak ingin repot memikirkan spesifikasi teknis terlalu dalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *