Review Motorola Moto G37, HP 5G Harga Rp3 Jutaan Layar 120 Hz
Review Motorola Moto G37, HP 5G Harga Rp3 Jutaan Layar 120 Hz

Review Motorola Moto G37, HP 5G Harga Rp3 Jutaan Layar 120 Hz

Posted on

Motorola kembali meramaikan pasar smartphone kelas menengah melalui Moto G37, ponsel yang menawarkan konektivitas 5G dengan harga di kisaran Rp3 jutaan. Di tengah persaingan perangkat dengan spesifikasi yang semakin beragam, Moto G37 hadir membawa kombinasi fitur yang cukup menarik, mulai dari performa chipset, layar dengan refresh rate tinggi, kemampuan kamera, hingga ketahanan bodi untuk penggunaan sehari-hari.

Keunggulan smartphone ini tidak hanya terletak pada dukungan jaringan generasi kelima. Motorola juga berusaha memberikan pengalaman yang seimbang melalui desain relatif ringan, speaker stereo, perlindungan layar, dan fitur perekaman video yang lebih lengkap.

Harga Motorola Moto G37 Rp3 Jutaan dan Kelengkapan dalam Kotak

Kelengkapannya meliputi unit smartphone, casing pelindung, kartu perdana IM3, buku panduan, kartu garansi, kabel USB-C, serta adaptor pengisian daya 20 watt.

Kehadiran adaptor charger dan casing menjadi nilai tambah bagi pengguna yang ingin langsung memakai ponsel tanpa harus membeli aksesori dasar secara terpisah. Meski demikian, kelengkapan paket penjualan bukan satu-satunya faktor yang menentukan daya tarik sebuah smartphone.

Motorola menjadwalkan peluncuran resmi Moto G37 pada 7 Oktober dengan harga Rp3.799.000. Selain harga perangkat, terdapat pula penawaran keuntungan promosi hingga Rp2 juta dari sejumlah mitra, termasuk IM3, Vision+, Mister Aladin, dan DMS Plus. Nilai promosi tersebut merupakan penawaran yang disebutkan dalam materi peluncurannya, sehingga syarat dan ketersediaannya perlu diperiksa ketika melakukan pembelian.

Desain Motorola Moto G37 dengan Warna Pantone yang Berkarakter

Salah satu aspek yang membuat Moto G37 terlihat berbeda adalah pilihan warnanya. Motorola menghadirkan beberapa opsi yang terinspirasi dari Pantone, yaitu Impenetrable, Capri, dan Nautical Blue. Setiap pilihan memiliki karakter tersendiri, tetapi tetap dipadukan dengan pendekatan desain yang sederhana sehingga perangkat tidak terlihat terlalu mencolok.

Dimensi bodi yang memiliki ketebalan sekitar 7,85 mm dan bobot 191 gram juga menjadi keunggulan untuk penggunaan sehari-hari. Ponsel terasa relatif ringan ketika digenggam, termasuk saat digunakan untuk membaca, menjelajahi media sosial, atau menonton video dalam waktu lama. Dibandingkan dua pesaingnya, Moto G37 menawarkan keseimbangan yang menarik antara tampilan, ukuran, dan kenyamanan.

Oppo A6C terlihat lebih premium dari sisi penampilan, tetapi bobotnya sekitar 215 gram sehingga terasa lebih berat. Sementara itu, Samsung Galaxy A08 memilih gaya minimalis yang cenderung aman dan sederhana. Bagi pengguna yang mengutamakan perangkat ringan dengan pilihan warna menarik, desain Motorola Moto G37 menjadi salah satu alasan untuk mempertimbangkannya.

Ketahanan Motorola Moto G37 dengan Standar Military Grade

Moto G37 dibekali fitur ketahanan berstandar military grade yang menjadi pembeda dari Oppo A6C dan Samsung Galaxy A08 dalam perbandingan tersebut. Fitur ini dirancang untuk meningkatkan ketahanan perangkat terhadap kondisi penggunaan tertentu, meskipun bukan berarti smartphone sepenuhnya kebal terhadap kerusakan akibat benturan atau terjatuh.

Ketiga perangkat sama-sama disebut memiliki sertifikasi IP64. Peringkat tersebut menunjukkan perlindungan terhadap debu dan cipratan air, bukan kemampuan untuk digunakan di dalam air. Karena itu, pengguna tetap perlu menghindari perendaman, paparan air bertekanan, maupun kondisi yang melampaui batas perlindungan perangkat.

Kombinasi bodi yang relatif ringan dan ketahanan tambahan membuat Moto G37 menarik bagi pengguna yang aktif beraktivitas. Kendati demikian, penggunaan casing pelindung tetap disarankan untuk mengurangi risiko kerusakan ketika ponsel terjatuh atau terbentur benda keras.

Performa Moto G37 5G dengan MediaTek Dimensity 6300

Daya tarik utama Motorola Moto G37 terletak pada dukungan jaringan 5G yang dipadukan dengan chipset MediaTek Dimensity 6300 5G. Sementara itu, Oppo A6C menggunakan Unisoc T7250 dan Samsung Galaxy A08 mengandalkan MediaTek Helio G99. Perbedaan chipset tersebut membuat masing-masing perangkat memiliki karakteristik performa tersendiri.

Dalam pengujian AnTuTu Benchmark yang disampaikan pada ulasan, Moto G37 memperoleh skor sekitar 612.000 poin. Hasil tersebut menempatkannya di posisi tengah dalam perbandingan ketiga perangkat. Angka benchmark memang dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan pemrosesan, tetapi pengalaman nyata tetap dipengaruhi oleh aplikasi yang digunakan, pengelolaan sistem, suhu perangkat, serta kondisi penyimpanan.

Untuk aktivitas harian seperti membuka aplikasi, mengakses media sosial, melakukan panggilan video, dan menikmati konten multimedia, Moto G37 menawarkan performa yang cukup menjanjikan berdasarkan pengujian tersebut. Perangkat ini juga dinilai mampu menjalankan aktivitas gaming dengan lancar pada penggunaan yang sesuai dengan kemampuan hardware-nya. Namun, performa pada game berat tetap dapat berbeda bergantung pada pengaturan grafis dan kebutuhan masing-masing permainan.

Dukungan 5G turut memberikan keuntungan bagi pengguna yang tinggal di wilayah dengan cakupan jaringan tersebut. Koneksi generasi kelima berpotensi menawarkan kecepatan unduh lebih tinggi dan latensi lebih rendah dibandingkan jaringan 4G dalam kondisi yang mendukung. Meski begitu, hasil akhirnya tetap bergantung pada operator, kekuatan sinyal, kepadatan jaringan, dan ketersediaan layanan 5G di lokasi pengguna.

RAM 4 GB dan Penyimpanan 64 GB Menjadi Catatan Moto G37

Perangkat ini disebut hanya tersedia dalam konfigurasi RAM 4 GB dan penyimpanan internal 64 GB. Kapasitas tersebut masih dapat digunakan untuk kebutuhan dasar, tetapi pengguna yang sering memasang banyak aplikasi, mengunduh gim berukuran besar, atau menyimpan video perlu memperhatikan ruang penyimpanan yang tersedia.

Sebagai pembanding, Oppo A6C menawarkan pilihan penyimpanan hingga 128 GB, sedangkan Samsung Galaxy A08 tersedia dengan kapasitas hingga 256 GB. Perbedaan ini membuat kedua pesaing tersebut lebih fleksibel bagi pengguna yang mengutamakan ruang untuk menyimpan berbagai berkas.

Motorola tetap menyediakan slot microSD pada Moto G37 sehingga kapasitas penyimpanan dapat diperluas untuk kebutuhan tertentu. Fitur ini berguna untuk menyimpan foto, video, dokumen, dan berkas lain yang kompatibel. Namun, kartu microSD tidak selalu dapat menggantikan penyimpanan internal, terutama untuk aplikasi yang membutuhkan ruang instalasi langsung di memori utama.

Bagi calon pembeli, kapasitas 64 GB sebaiknya dipertimbangkan sejak awal. Jika kebutuhan utama hanya komunikasi, media sosial, dan aplikasi harian dalam jumlah terbatas, kapasitas tersebut mungkin mencukupi. Sebaliknya, pengguna yang rutin merekam video beresolusi tinggi atau menyimpan banyak gim perlu mempertimbangkan kebutuhan ruang penyimpanan dalam jangka panjang.

Layar Moto G37 120 Hz dengan Kecerahan hingga 1.050 Nits

Ketiga smartphone dalam perbandingan ini masih menggunakan panel LCD beresolusi HD Plus. Namun, terdapat perbedaan pada refresh rate yang memengaruhi kelancaran tampilan ketika pengguna menggulir halaman atau berpindah antarmenu. Motorola Moto G37 dan Oppo A6C sama-sama mendukung refresh rate 120 Hz, sedangkan Samsung Galaxy A08 memiliki refresh rate 90 Hz.

Keunggulan Moto G37 tidak berhenti pada kecepatan penyegaran layar. Tingkat kecerahannya diklaim mencapai 1.050 nits, sementara permukaan layar dilindungi Corning Gorilla Glass 7i. Kombinasi ini menjadi nilai tambah untuk pengguna yang sering memakai ponsel di luar ruangan atau menginginkan perlindungan ekstra pada bagian layar.

Refresh rate tinggi membuat animasi terlihat lebih halus, tetapi manfaatnya juga bergantung pada aplikasi dan konten yang digunakan. Tidak semua video atau aplikasi berjalan pada 120 frame per detik. Selain itu, resolusi HD Plus tetap memiliki keterbatasan dibandingkan layar beresolusi lebih tinggi, terutama ketika menampilkan tulisan kecil atau detail visual yang rapat.

Meski demikian, untuk smartphone di kisaran harga Rp3 jutaan, perpaduan refresh rate 120 Hz, tingkat kecerahan tinggi, dan perlindungan Gorilla Glass 7i membuat layar Moto G37 terlihat kompetitif. Pengguna yang mengutamakan kenyamanan untuk membaca, menggulir media sosial, dan menikmati berbagai konten dapat mempertimbangkan kombinasi fitur tersebut.

Speaker Stereo Dolby Atmos Menjadi Keunggulan Audio Moto G37

Pengalaman multimedia tidak hanya ditentukan oleh layar. Kualitas speaker juga berpengaruh ketika pengguna menonton film, mendengarkan musik, bermain gim, atau melakukan panggilan tanpa menggunakan headset. Dalam aspek ini, Moto G37 menawarkan konfigurasi speaker stereo dengan dukungan Dolby Atmos.

Berbeda dari Moto G37, Oppo A6C dan Samsung Galaxy A08 disebut masih menggunakan speaker mono. Konfigurasi stereo memungkinkan suara terdengar dari dua kanal, sehingga pengalaman mendengarkan konten dapat terasa lebih luas ketika dibandingkan dengan speaker tunggal. Moto G37 juga dinilai mampu menghasilkan suara yang lebih lantang dalam pengujian yang dijelaskan pada ulasan.

Walaupun demikian, dukungan Dolby Atmos tidak otomatis membuat kualitas audio selalu sama pada setiap jenis konten. Hasil akhirnya tetap dipengaruhi oleh sumber suara, pengaturan audio, dan lingkungan tempat perangkat digunakan. Untuk menikmati musik atau film dengan detail suara yang lebih konsisten, penggunaan headset yang sesuai masih dapat menjadi pilihan.

Perbandingan Kamera Moto G37, Oppo A6C, dan Samsung Galaxy A08

Ketiga smartphone sama-sama mengandalkan kamera belakang dengan angka resolusi 50 MP dalam materi pemasarannya. Namun, kesamaan angka tersebut tidak berarti hasil foto yang dihasilkan pasti setara. Pengolahan gambar, sensor, bukaan lensa, sistem pemfokusan, dan pemrosesan perangkat lunak turut menentukan kualitas foto akhir.

Motorola Moto G37 memiliki kamera utama 50 MP dengan bukaan f/1.8, teknologi Quad Pixel, dan PDAF. Perangkat ini juga dilengkapi sensor cahaya tambahan pada bagian belakang. Sementara itu, Oppo A6C menggunakan kamera 13 MP sebagai resolusi bawaan, dengan opsi 50 MP melalui mode high resolution yang memanfaatkan pemrosesan perangkat lunak. Samsung Galaxy A08 mengandalkan kamera utama 50 MP dengan bukaan f/1.8.

Dalam kondisi pencahayaan yang baik, ketiganya dapat digunakan untuk memotret berbagai kebutuhan sehari-hari. Namun, hasil perbandingan dalam ulasan menunjukkan bahwa Moto G37 dan Galaxy A08 mampu mempertahankan detail lebih baik daripada Oppo A6C. Perbedaan juga terlihat pada rentang dinamis, terutama ketika satu foto memuat area yang terang dan gelap sekaligus.

Moto G37 dinilai menghasilkan warna yang relatif natural. Karakter warna seperti ini dapat menjadi kelebihan bagi pengguna yang menginginkan foto dengan tampilan mendekati kondisi aslinya. Galaxy A08 juga mampu memberikan rentang dinamis yang cukup baik, sehingga detail pada area terang maupun gelap dapat terlihat lebih seimbang dalam situasi tertentu.

Ketika digunakan pada kondisi minim cahaya, Moto G37 kembali mendapat penilaian positif. Secara keseluruhan, hasil kameranya dianggap lebih matang dalam hal detail dan reproduksi warna. Meski begitu, kualitas foto tetap bergantung pada kondisi lingkungan, kestabilan tangan, serta pengaturan kamera yang digunakan. Pengguna sebaiknya tidak hanya terpaku pada angka megapiksel ketika memilih smartphone dengan kamera terbaik di kelas harga Rp3 jutaan.

Kamera Depan Moto G37 untuk Selfie dan Panggilan Video

Kamera depan menjadi salah satu aspek yang menarik dalam perbandingan ini. Walaupun Oppo A6C memiliki kamera depan dengan resolusi 13 MP, hasil selfie Moto G37 justru dinilai lebih baik dalam pengujian yang disampaikan. Foto dari kamera depan Motorola terlihat lebih terang, memiliki sudut pandang luas, serta menghasilkan warna kulit yang relatif natural.

Kemampuan mempertahankan detail pada bagian terang dan gelap juga menjadi nilai tambah. Rentang dinamis yang baik dapat membantu ketika pengguna mengambil selfie di dekat jendela atau di tempat dengan pencahayaan yang tidak merata. Hasilnya, wajah tidak selalu terlihat terlalu gelap ketika latar belakang memiliki cahaya kuat.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa resolusi kamera bukan satu-satunya faktor yang menentukan kualitas selfie. Pemrosesan gambar, karakter sensor, dan pengaturan pencahayaan turut memengaruhi hasil akhir. Bagi pengguna yang sering mengambil foto diri, melakukan panggilan video, atau membuat konten untuk media sosial, kemampuan kamera depan Moto G37 layak menjadi pertimbangan.

Kemampuan Rekam Video Moto G37 hingga 2K 30 FPS dengan EIS

Kemampuan perekaman video menjadi salah satu pembeda paling menonjol dari Motorola Moto G37. Perangkat ini mendukung perekaman hingga 1080p pada 60 fps dan menyediakan Electronic Image Stabilization (EIS) untuk membantu mengurangi guncangan. Sementara itu, Oppo A6C dan Samsung Galaxy A08 disebut memiliki kemampuan perekaman maksimal 1080p pada 30 fps tanpa fitur stabilisasi yang sama.

Moto G37 juga disebut mampu merekam video hingga resolusi 2K pada 30 fps dengan dukungan EIS. Fitur ini memberikan pilihan lebih luas bagi pengguna yang ingin menghasilkan rekaman dengan detail lebih tinggi. Kamera depannya pun diklaim mendukung perekaman 2K 30 fps, sehingga kemampuan video tidak terbatas pada kamera belakang.

Bagi pembuat konten pemula, fitur tersebut dapat membantu ketika merekam aktivitas sehari-hari, vlog perjalanan, atau video pendek untuk media sosial. Stabilisasi elektronik berguna untuk mengurangi guncangan ringan ketika ponsel digerakkan, meskipun tidak menjamin hasil yang sepenuhnya bebas getaran dalam semua kondisi. Kualitas video juga dipengaruhi oleh pencahayaan, gerakan subjek, dan cara memegang perangkat.

Jika kebutuhan utama adalah mengambil foto sesekali, kemampuan video tambahan mungkin bukan faktor terpenting. Namun, pengguna yang rutin membuat konten akan mendapatkan fleksibilitas lebih besar dari fitur perekaman Moto G37 dibandingkan dua pesaingnya dalam perbandingan tersebut.

Perbandingan Baterai Moto G37, Oppo A6C, dan Samsung Galaxy A08

Kapasitas baterai merupakan pertimbangan penting bagi pengguna yang mengandalkan smartphone sepanjang hari. Dalam aspek ini, Oppo A6C unggul dengan baterai 7.000 mAh. Samsung Galaxy A08 membawa baterai 6.000 mAh, sedangkan Motorola Moto G37 memiliki kapasitas 5.200 mAh.

ketiga perangkat tersebut dinilai mampu mendukung pemakaian harian hingga malam hari. Namun, daya tahan aktual tidak hanya ditentukan oleh kapasitas baterai. Tingkat kecerahan layar, penggunaan jaringan seluler, aktivitas gaming, perekaman video, dan aplikasi yang berjalan di latar belakang dapat memengaruhi konsumsi daya secara signifikan.

Untuk pengisian daya, Oppo A6C mendukung daya hingga 15 watt, Samsung Galaxy A08 hingga 25 watt, dan Moto G37 hingga 20 watt. Artinya, Oppo memiliki kapasitas baterai terbesar, tetapi dukungan pengisian dayanya paling rendah di antara ketiganya. Samsung menawarkan daya pengisian tertinggi, sementara Moto G37 berada di antara dua pesaing tersebut.

Pengguna yang sering bepergian tanpa akses ke stopkontak mungkin lebih tertarik pada kapasitas baterai besar milik Oppo A6C. Sebaliknya, bagi mereka yang menginginkan kombinasi baterai cukup besar dan fitur lain yang seimbang, Moto G37 masih layak dipertimbangkan. Kecepatan pengisian aktual tetap dapat berbeda bergantung pada adaptor, kabel, suhu perangkat, dan kondisi baterai.

Kelebihan Motorola Moto G37

Motorola Moto G37 memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya kompetitif di kelas smartphone Rp3 jutaan. Dukungan jaringan 5G menjadi salah satu daya tarik utama, terutama bagi pengguna yang ingin memakai perangkat dengan konektivitas lebih modern. Performa MediaTek Dimensity 6300, layar 120 Hz dengan kecerahan tinggi, perlindungan Gorilla Glass 7i, serta speaker stereo Dolby Atmos turut memperkuat nilai yang ditawarkan.

Di sektor fotografi, Moto G37 menunjukkan hasil yang menjanjikan melalui kamera utama, kamera depan, dan kemampuan perekaman video yang lebih lengkap. Dukungan EIS serta opsi video hingga 2K 30 fps menjadi kelebihan bagi pengguna yang gemar membuat konten. Desain relatif tipis dan ringan, pilihan warna Pantone, serta ketahanan berstandar military grade juga menambah daya tarik perangkat ini.

Walaupun demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli. Konfigurasi RAM 4 GB dan penyimpanan internal 64 GB mungkin terasa terbatas bagi pengguna dengan kebutuhan aplikasi dan berkas yang besar. Slot microSD memang membantu memperluas kapasitas untuk data tertentu, tetapi tidak sepenuhnya menggantikan ruang penyimpanan internal.

Kapasitas baterai 5.200 mAh juga lebih kecil daripada milik Oppo A6C dan Samsung Galaxy A08. Selain itu, resolusi layar yang masih HD Plus mungkin kurang ideal bagi pengguna yang memprioritaskan ketajaman gambar. Karena itu, keunggulan Moto G37 lebih terlihat pada keseimbangan konektivitas, layar, audio, kamera, dan ketahanan daripada dominasi pada setiap spesifikasi.

Moto G37 vs Oppo A6C vs Samsung Galaxy A08: Mana yang Lebih Layak Dibeli?

Memilih di antara ketiga smartphone tersebut sebaiknya disesuaikan dengan prioritas penggunaan. Motorola Moto G37 cocok bagi pengguna yang mencari HP 5G murah dengan fitur multimedia dan kamera yang lengkap. Dukungan 5G, refresh rate 120 Hz, speaker stereo, serta kemampuan perekaman video yang lebih fleksibel membuatnya menarik bagi pengguna aktif.

Oppo A6C dapat dipertimbangkan oleh pengguna yang lebih mengutamakan kapasitas baterai besar. Dengan kapasitas 7.000 mAh, perangkat ini menawarkan keunggulan dari sisi daya tampung baterai, meskipun dukungan pengisian dayanya hanya 15 watt berdasarkan perbandingan tersebut. Kapasitas penyimpanan hingga 128 GB juga memberikan pilihan lebih luas dibandingkan konfigurasi dasar Moto G37.

Sementara itu, Samsung Galaxy A08 lebih menarik bagi pengguna yang membutuhkan opsi penyimpanan internal besar, dengan pilihan hingga 256 GB. Perangkat ini juga memiliki baterai 6.000 mAh dan kamera utama 50 MP. Namun, refresh rate layarnya berada di bawah Moto G37 dan Oppo A6C, sedangkan konektivitas yang disebutkan dalam perbandingan masih terbatas pada 4G.

Dengan demikian, tidak ada satu perangkat yang otomatis menjadi pilihan terbaik untuk semua orang. Pengguna yang memprioritaskan jaringan 5G, kenyamanan desain, audio stereo, dan perekaman video dapat memilih Moto G37. Mereka yang mengutamakan baterai jumbo bisa melirik Oppo A6C, sedangkan pengguna yang membutuhkan penyimpanan internal lebih besar dapat mempertimbangkan Samsung Galaxy A08.

Review Motorola Moto G37 Harga Rp3.799.000

Motorola Moto G37 hadir sebagai pilihan smartphone 5G di kisaran harga Rp3 jutaan dengan pendekatan yang berfokus pada keseimbangan fitur. Perangkat ini bukan hanya menawarkan konektivitas generasi kelima, tetapi juga membawa layar 120 Hz, tingkat kecerahan hingga 1.050 nits, speaker stereo Dolby Atmos, kamera yang dinilai kompetitif, dan kemampuan perekaman video yang lebih lengkap dibandingkan dua pesaing dalam ulasan.

Desain yang relatif ringan, pilihan warna Pantone, serta ketahanan berstandar military grade menjadi nilai tambah bagi pengguna yang membutuhkan perangkat untuk aktivitas sehari-hari. Di sisi lain, konfigurasi memori 4 GB/64 GB dan kapasitas baterai 5.200 mAh merupakan kompromi yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan pembelian.

Dengan harga peluncuran yang disebutkan sebesar Rp3.799.000, Moto G37 berpotensi menarik bagi pengguna yang tidak ingin hanya berfokus pada satu spesifikasi unggulan. Ponsel ini lebih menonjol melalui kombinasi konektivitas, layar, audio, kamera, dan daya tahan. keputusan terbaik tetap bergantung pada kebutuhan masing-masing, terutama apakah pengguna lebih membutuhkan 5G dan fitur multimedia, kapasitas baterai besar, atau ruang penyimpanan internal yang lebih luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *