Smartwatch modern sudah berkembang jauh melampaui fungsi dasarnya sebagai penunjuk waktu. Perangkat yang dikenakan di pergelangan tangan kini dapat digunakan untuk menerima notifikasi, melakukan panggilan, memantau aktivitas olahraga, membuka peta, membalas pesan, hingga berinteraksi dengan asisten berbasis kecerdasan buatan. Salah satu perangkat yang membawa konsep tersebut adalah Samsung Galaxy Watch 9, generasi terbaru smartwatch Samsung yang mempertahankan tampilan khas pendahulunya tetapi mendapatkan sejumlah perubahan penting di bagian internal.
Sekilas, Galaxy Watch 9 memang tidak langsung terlihat seperti perangkat yang mengalami peningkatan besar. Desainnya masih mempertahankan bentuk bundar dengan karakter bingkai yang menjadi ciri khas Galaxy Watch. Jika hanya melihat dari luar, perangkat ini bahkan dapat terlihat seperti generasi sebelumnya. Namun, perubahan justru banyak ditemukan pada bagian yang tidak langsung terlihat, mulai dari chipset, kapasitas baterai, efisiensi daya, penyimpanan, hingga integrasi Gemini.
Bagi pengguna yang merasa Galaxy Watch Ultra terlalu besar untuk penggunaan sehari-hari, varian reguler Galaxy Watch 9 menawarkan pendekatan yang lebih sederhana. Bodinya lebih ringan dan relatif tipis sehingga lebih mudah dikenakan sepanjang hari, terutama bagi pengguna yang tidak terbiasa menggunakan smartwatch berukuran besar.
Desain Samsung Galaxy Watch 9 yang Tetap Familiar tetapi Lebih Nyaman
Samsung tidak melakukan perubahan ekstrem pada tampilan Galaxy Watch 9. Pendekatan tersebut mungkin terlihat konservatif, tetapi justru membuat perangkat tetap mudah dikenali. Bentuk bundar dipertahankan, sedangkan bagian bingkai memberikan karakter tersendiri sehingga tampilannya tidak benar-benar menyerupai jam analog biasa.
Bentuk tersebut juga membuat Galaxy Watch 9 terlihat lebih netral ketika dipakai dalam berbagai situasi. Smartwatch ini masih cocok digunakan ketika bekerja di kantor, berolahraga, menghadiri acara santai, maupun sekadar beraktivitas di rumah.
Salah satu perbedaan yang terasa ketika perangkat digunakan adalah bobotnya. Untuk ukuran 44 mm, bobotnya berada di kisaran 34 gram dengan ketebalan sekitar 8,6 mm. Angka tersebut membuatnya terasa cukup ringan di pergelangan tangan, terutama bagi pengguna yang sebelumnya menggunakan smartwatch dengan bodi lebih besar.
Perbedaan bobot tersebut menjadi semakin terasa ketika dibandingkan dengan perangkat kategori Ultra. Smartwatch berukuran besar memang menawarkan sejumlah keunggulan, tetapi tidak semua orang membutuhkan bodi besar. Bagi penggunaan sehari-hari, ukuran yang lebih ringkas dapat justru memberikan kenyamanan lebih baik.
Strap Air Pocket dan Sistem Dynamic Lug
Samsung juga memberikan perhatian pada bagian strap. Galaxy Watch 9 menggunakan desain strap yang dibuat agar terasa lebih ringan ketika digunakan. Salah satu pendekatannya adalah konsep Air Pocket, yaitu terdapat ruang pada bagian tertentu di dalam strap sehingga konstruksinya tidak terasa terlalu padat.
Selain kenyamanan, posisi sensor juga menjadi pertimbangan. Strap menggunakan sistem Dynamic Lug yang dirancang agar perangkat dapat menempel lebih baik pada pergelangan tangan. Hal tersebut penting karena smartwatch modern mengandalkan sensor yang berada di bagian belakang perangkat untuk membaca berbagai informasi tubuh dan aktivitas.
Pemasangan strap juga relatif sederhana. Mekanismenya memungkinkan strap dipasang tanpa harus melakukan langkah yang rumit. Untuk melepasnya, tombol pelepas dapat ditekan sehingga strap dapat dicopot dengan cepat.
Warna strap yang digunakan pada unit tersebut juga memberikan kesan berbeda. Warna hijau pastel yang mendekati olive atau sage green membuat perangkat terlihat lebih kalem dan mudah dipadukan dengan berbagai pakaian.
Pilihan Ukuran Samsung Galaxy Watch 9 40 mm dan 44 mm
Galaxy Watch 9 tersedia dalam dua ukuran utama, yaitu 40 mm dan 44 mm. Perbedaan ukuran tersebut bukan hanya berkaitan dengan dimensi fisik, tetapi juga kapasitas baterai.
Varian 40 mm mempunyai kapasitas baterai yang meningkat dibandingkan generasi sebelumnya. Dari sekitar 325 mAh, kapasitasnya meningkat menjadi sekitar 390 mAh. Peningkatan tersebut cukup menarik karena dilakukan tanpa membuat ukuran perangkat berubah secara ekstrem.
Sementara itu, model 44 mm mempunyai kapasitas baterai sekitar 445 mAh. Peningkatannya memang tidak sebesar varian 40 mm jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya, tetapi tetap memberikan tambahan kapasitas.
Untuk pengguna yang mengutamakan ukuran ringkas, model 40 mm lebih menarik. Sebaliknya, pengguna yang menginginkan layar lebih besar dan kapasitas baterai lebih tinggi dapat mempertimbangkan model 44 mm.
Snapdragon Wear Elite 3nm Menjadi Salah Satu Upgrade Terbesar
Perubahan penting Galaxy Watch 9 justru berada di dalam bodi. Perangkat ini menggunakan chipset Snapdragon Wear Elite dengan kode SDW 6100 dan fabrikasi 3 nm.
Penggunaan fabrikasi yang lebih kecil dapat membantu meningkatkan efisiensi sekaligus memberikan kemampuan pemrosesan yang lebih baik. Dalam penggunaan sehari-hari, efeknya dapat terasa ketika berpindah menu, membuka notifikasi, menjalankan aplikasi, atau melakukan scrolling.
Smartwatch dengan Wear OS terkadang dapat terasa kurang responsif ketika digunakan untuk berpindah menu dengan cepat. Pada perangkat ini, pengalaman awal menunjukkan antarmuka yang terasa lebih mulus dan responsif. Hal tersebut menjadi penting karena smartwatch pada dasarnya merupakan perangkat yang sering digunakan dalam waktu singkat untuk melakukan tugas sederhana.
RAM sebesar 2 GB dan penyimpanan internal 32 GB juga memberikan ruang yang cukup luas untuk kategori perangkat wearable. Kapasitas tersebut dapat digunakan untuk menyimpan aplikasi, data, serta berbagai kebutuhan lainnya tanpa terlalu cepat memenuhi penyimpanan.
Baterai Galaxy Watch 9 Lebih Besar, tetapi Wear OS Tetap Menjadi Tantangan
Peningkatan kapasitas baterai merupakan salah satu perubahan yang cukup menarik. Namun, kapasitas baterai yang lebih besar tidak otomatis membuat smartwatch dapat digunakan selama satu minggu penuh.
Galaxy Watch 9 menggunakan Wear OS, sebuah sistem operasi yang mempunyai banyak fitur dan kemampuan layaknya sistem operasi perangkat pintar. Pengguna dapat membuka aplikasi, menerima notifikasi, menggunakan peta, berinteraksi dengan asisten AI, bahkan melakukan panggilan langsung dari jam.
Konsekuensinya adalah konsumsi daya yang relatif tinggi. Dalam penggunaan intensif, daya tahan baterai masih berada pada kisaran beberapa hari, bukan satu minggu penuh. Pengguna yang mengaktifkan banyak sensor, layar always-on, notifikasi, koneksi, serta fitur pintar lainnya kemungkinan akan lebih sering mengisi daya.
Jadi, daya tahan baterai Samsung Galaxy Watch 9 sebaiknya dinilai berdasarkan karakter penggunaan. Jika semua fitur aktif secara terus-menerus, jangan berharap kapasitas baterai yang meningkat otomatis menghilangkan kebutuhan untuk melakukan pengisian secara rutin.
Layar Super AMOLED 3.000 Nit untuk Tampilan yang Terang
Galaxy Watch 9 menggunakan layar Super AMOLED dengan tingkat kecerahan hingga 3.000 nit. Panel tersebut memberikan tampilan dengan warna yang kuat dan tingkat hitam yang sangat pekat, karakter yang memang menjadi salah satu keunggulan teknologi AMOLED.
Always-on display juga tersedia. Fitur ini memungkinkan pengguna melihat informasi tertentu tanpa harus terus-menerus mengaktifkan layar secara manual. Untuk perangkat yang berfungsi sebagai jam, fitur tersebut sangat berguna karena informasi waktu dapat terlihat dengan cepat.
Pengguna juga dapat mengganti tampilan jam sesuai selera. Watch face tersedia dalam berbagai desain dan dapat menggunakan foto tertentu sebagai tampilan. Pilihan tersebut membuat Galaxy Watch 9 lebih mudah disesuaikan dengan karakter pengguna.
Beberapa watch face tersedia secara gratis, sementara pilihan lainnya dapat diperoleh melalui opsi berbayar. tampilan jam tidak harus selalu menggunakan desain bawaan yang sama.
Ketahanan Air dan Standar Militer
Meskipun bukan bagian Ultra, Galaxy Watch 9 tetap memiliki sejumlah perlindungan yang membuatnya lebih siap digunakan dalam berbagai kondisi. Perangkat ini mendukung ketahanan air 5 ATM dan sertifikasi IP68.
Selain itu, terdapat standar ketahanan tingkat militer MIL-STD-810H. Kombinasi tersebut menunjukkan bahwa smartwatch ini dirancang untuk menghadapi kondisi penggunaan yang lebih beragam dibandingkan perangkat wearable biasa.
Namun, sertifikasi ketahanan bukan berarti perangkat dapat diperlakukan sembarangan. Benturan keras, penggunaan ekstrem, atau kerusakan pada bagian tertentu tetap dapat memengaruhi kemampuan perlindungan perangkat.
Gemini Hadir Langsung di Samsung Galaxy Watch 9
Salah satu fitur yang membuat Galaxy Watch 9 terasa lebih modern adalah integrasi Gemini. Pengguna dapat memanggil asisten tersebut melalui tombol dan kemudian menggunakan perintah suara.
Konsep ini cukup menarik karena pengguna tidak harus selalu mengambil smartphone untuk mengajukan pertanyaan sederhana. Ketika sedang berjalan, berolahraga, atau melakukan aktivitas lain, pertanyaan dapat disampaikan langsung melalui jam.
Gemini dapat membantu dalam sejumlah aktivitas seperti merangkum percakapan, menerjemahkan bahasa, mencari informasi, serta membantu kebutuhan percakapan tertentu. Kemampuan tersebut memperlihatkan bagaimana smartwatch mulai bergerak menuju perangkat komputasi kecil yang dapat digunakan secara mandiri untuk berbagai tugas.
Walaupun begitu, kemampuan tertentu tetap bergantung pada data yang tersedia dan koneksi dengan perangkat lain. Tidak semua informasi yang tersimpan pada ekosistem pengguna otomatis dapat dianalisis oleh Gemini dalam setiap kondisi.
Galaxy Watch 9 Bisa Digunakan untuk Navigasi
Fitur navigasi juga menjadi salah satu kemampuan yang berguna. Galaxy Watch 9 dapat menampilkan peta sehingga pengguna tidak selalu perlu mengeluarkan smartphone ketika sedang mencari arah.
Tampilan navigasi dapat diberikan dalam bentuk peta maupun petunjuk arah. Untuk aktivitas seperti berjalan kaki atau jogging, melihat arahan langsung dari pergelangan tangan jauh lebih praktis dibandingkan harus terus memegang smartphone.
Ketika digunakan untuk berkendara, fungsi tersebut juga dapat membantu memberikan gambaran arah. Namun, pengguna tetap perlu memperhatikan kondisi jalan dan tidak menjadikan layar smartwatch sebagai satu-satunya sumber perhatian selama berkendara.
Satu hal penting yang perlu diketahui adalah model yang digunakan dalam pengujian tidak mempunyai koneksi seluler mandiri. Karena itu, sejumlah fungsi membutuhkan koneksi dengan smartphone. Artinya, smartwatch tidak sepenuhnya menggantikan ponsel untuk seluruh aktivitas.
Wear OS Membuat Galaxy Watch 9 Mirip Android dalam Bentuk Jam
Salah satu cara sederhana untuk memahami Wear OS adalah menganggapnya sebagai sistem operasi smartwatch yang memberikan pengalaman mirip Android, tetapi dirancang untuk perangkat dengan layar dan ukuran jauh lebih kecil.
Pengguna dapat memasang aplikasi, membuka notifikasi, menggunakan navigasi, berinteraksi dengan asisten AI, hingga menjalankan berbagai fungsi yang biasanya membutuhkan smartphone. Tentu saja kemampuan tersebut tidak selengkap smartphone, tetapi fleksibilitasnya jauh lebih besar dibandingkan smartwatch dengan sistem operasi yang sangat terbatas.
Inilah alasan Galaxy Watch 9 dapat terasa seperti perangkat komputer mini di pergelangan tangan. Pengguna tidak selalu harus membuka smartphone hanya untuk melakukan tugas sederhana.
Kelemahan dari pendekatan tersebut adalah konsumsi daya. Semakin banyak fungsi yang tersedia dan digunakan, semakin besar pula kebutuhan energi. Jadi, kelengkapan fitur dan daya tahan baterai menjadi dua aspek yang harus dipertimbangkan secara bersamaan.
Galaxy Watch 9 untuk Telepon dan Membalas Pesan
Galaxy Watch 9 juga dapat digunakan untuk melakukan panggilan melalui speaker dan mikrofon yang tersedia pada perangkat. Hal ini membuat smartwatch lebih praktis ketika smartphone sedang tidak berada di tangan.
Selain panggilan, notifikasi pesan juga dapat ditampilkan. Dalam ekosistem yang mendukungnya, pengguna bahkan dapat memberikan respons melalui smartwatch.
Kemampuan semacam ini mungkin terlihat sederhana, tetapi dalam penggunaan sehari-hari justru cukup berguna. Ketika sedang bekerja atau beraktivitas, pengguna dapat mengetahui apakah sebuah notifikasi perlu segera ditangani tanpa harus membuka smartphone berkali-kali.
Gesture Control Membuat Interaksi Lebih Praktis
Samsung juga memberikan dukungan terhadap berbagai gestur untuk mengendalikan fungsi tertentu. Konsepnya adalah memungkinkan pengguna menjalankan tindakan tertentu melalui gerakan tangan.
Fitur semacam ini dapat berguna ketika tangan sedang tidak mudah digunakan untuk menyentuh layar. Walaupun mungkin tidak menjadi fitur yang digunakan setiap saat, gesture control menunjukkan bahwa interaksi smartwatch mulai berkembang dari sekadar sentuhan layar dan tombol fisik.
Kombinasi tombol, layar sentuh, perintah suara, serta gestur membuat metode interaksi menjadi lebih beragam. Pengguna dapat memilih cara yang paling nyaman berdasarkan situasi.
Harga Samsung Galaxy Watch 9 dan Posisi di Kelasnya
Harga peluncuran Galaxy Watch 9 berada di sekitar Rp5 jutaan untuk varian tertentu. Dalam pengujian tersebut disebutkan harga resmi sekitar Rp5,999 juta untuk model 40 mm dan sekitar Rp6,499 juta untuk model 44 mm.
Harga ritel dapat berbeda dari harga peluncuran resmi karena penjual dapat memberikan promosi, potongan harga, atau paket tertentu. Oleh karena itu, calon pembeli sebaiknya membandingkan harga aktual sebelum melakukan transaksi.
Pada rentang harga tersebut, Galaxy Watch 9 menyasar pengguna yang memang membutuhkan smartwatch dengan fitur lengkap. Perangkat ini bukan sekadar aksesori penunjuk waktu, tetapi lebih mendekati perangkat pendamping smartphone dengan berbagai kemampuan pintar.
Apakah Samsung Galaxy Watch 9 Layak Dibeli?
Galaxy Watch 9 cukup menarik bagi pengguna yang menginginkan smartwatch dengan sistem operasi kaya fitur, layar berkualitas, kemampuan komunikasi, navigasi, serta integrasi AI. Perubahan terbesar dari generasi sebelumnya mungkin tidak terlihat secara fisik, tetapi peningkatan chipset dan baterai memberikan fondasi yang lebih baik untuk penggunaan sehari-hari.
Pengguna yang sudah memiliki Galaxy Watch generasi sebelumnya perlu mempertimbangkan apakah peningkatan tersebut cukup berarti untuk melakukan upgrade. Jika perangkat lama masih bekerja dengan baik dan kebutuhan hanya sebatas notifikasi serta pemantauan aktivitas, perpindahan generasi mungkin belum menjadi keharusan.
Sebaliknya, bagi pengguna yang baru ingin masuk ke ekosistem smartwatch Samsung atau menginginkan perangkat yang lebih ringan daripada kategori Ultra, Galaxy Watch 9 menjadi opsi yang menarik. Terlebih lagi, integrasi Gemini dan berbagai aplikasi Wear OS membuatnya mempunyai kemampuan yang lebih luas dibandingkan smartwatch sederhana.
Kesimpulan Samsung Galaxy Watch 9
Samsung Galaxy Watch 9 menunjukkan bahwa peningkatan sebuah smartwatch tidak selalu harus diwujudkan melalui perubahan desain besar. Dari luar, perangkat ini masih terlihat familiar, tetapi sejumlah komponen internal mendapatkan pembaruan yang cukup berarti.
Chipset Snapdragon Wear Elite berbasis fabrikasi 3 nm menjadi salah satu peningkatan paling penting karena membantu memberikan pengalaman antarmuka yang lebih responsif sekaligus meningkatkan efisiensi. RAM 2 GB dan penyimpanan internal 32 GB juga memberikan konfigurasi yang cukup lega untuk ukuran smartwatch.
Kapasitas baterai ikut ditingkatkan, terutama pada model 40 mm. Meski demikian, penggunaan Wear OS dengan berbagai fitur membuat daya tahan beberapa hari tetap menjadi ekspektasi yang lebih realistis dibandingkan penggunaan selama satu minggu tanpa pengisian.
Layar Super AMOLED 3.000 nit, always-on display, ketahanan 5 ATM, IP68, standar MIL-STD-810H, navigasi, panggilan, notifikasi, gesture control, serta Gemini membuat Galaxy Watch 9 terasa seperti perangkat pintar yang semakin mendekati konsep smartphone mini di pergelangan tangan.
Samsung Galaxy Watch 9 cocok untuk pengguna yang menginginkan smartwatch Wear OS dengan fitur lengkap dan performa responsif. Perangkat ini bukan revolusi desain, tetapi pembaruan di balik tampilannya membuat pengalaman penggunaan menjadi lebih modern. Jika ukuran ringkas, fitur pintar, integrasi AI, dan ekosistem Samsung menjadi prioritas, Galaxy Watch 9 merupakan salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan.





