Tidak semua kejutan datang dari ponsel pintar atau kartu grafis. Di kelas monitor gaming, justru Samsung membuat langkah yang cukup mengejutkan lewat Samsung Odyssey G5 G53F. Bagaimana tidak, nama Odyssey selama ini identik dengan monitor premium berharga tinggi. Namun kali ini, Samsung menghadirkan monitor gaming 2.5K 200Hz harga 3 jutaan yang spesifikasinya terasa tidak masuk akal di kelasnya.
Menariknya, keunggulan monitor ini tidak hanya berhenti pada angka di atas kertas. Justru banyak aspek yang membuatnya terasa relevan untuk gamer kompetitif, pengguna kasual, hingga multitasking harian.
Panel IPS 2.5K 200Hz: Sweet Spot Monitor Gaming 27 Inci
Jika berbicara soal kenyamanan visual, kombinasi ukuran 27 inci dengan resolusi 2560 x 1440 (2.5K) merupakan titik ideal. Kepadatan piksel terasa pas, tidak terlalu rapat seperti 4K, namun jauh lebih tajam dibanding Full HD di ukuran layar yang sama.
Samsung Odyssey G5 G53F menggunakan panel Flat IPS yang kini menjadi standar baru monitor gaming modern. Keputusan ini cukup menarik, mengingat Samsung sebelumnya sering menggunakan panel VA di kelas harga serupa. Dampaknya terasa langsung:
- Gerakan objek lebih bersih
- Ghosting jauh berkurang
- Sudut pandang luas dan konsisten
Ditambah lagi dengan refresh rate 200Hz dan response time 1 ms, pengalaman bermain game kompetitif seperti FPS atau MOBA terasa lebih mulus dan responsif.
Refresh Rate 200Hz untuk Game Kompetitif Modern
Bagi pengguna yang sudah terbiasa bermain di 144Hz atau 165Hz, peningkatan ke 200Hz tetap terasa. Pergerakan kamera, tracking musuh, hingga transisi animasi terlihat lebih halus.
Pada game kompetitif seperti CS, Valorant, atau judul FPS cepat lainnya, kelebihan ini bukan sekadar angka. Monitor ini mampu memberikan visual yang lebih stabil, terutama saat flicking atau tracking target bergerak cepat.
Namun perlu dicatat, untuk menikmati refresh rate maksimal 200Hz, pengguna wajib menggunakan DisplayPort. Jika menggunakan HDMI, refresh rate akan dibatasi hingga 120Hz.
Akurasi Warna Monitor Gaming Samsung Odyssey G5
Salah satu alasan mengapa harga monitor ini bisa ditekan adalah pada sektor color gamut.
Hasil pengujian menunjukkan:
- sRGB sekitar 98,3%
- DCI-P3 sekitar 88,1%
Angka tersebut sebenarnya sangat baik untuk kelas monitor gaming. Warna terlihat hidup, kontras cukup kuat, dan nyaman untuk konsumsi multimedia maupun game AAA. Namun, bagi editor profesional yang membutuhkan presisi warna mutlak 100% sRGB atau lebih, monitor ini memang bukan fokus utamanya.
Hal ini wajar karena Samsung Odyssey G5 G53F lebih diarahkan untuk kebutuhan gaming dibanding color grading profesional.
Dukungan HDR10 Dasar dan Kualitas Visual
Monitor ini sudah mendukung HDR10 (versi basic). Walaupun belum setara dengan HDR kelas atas, fitur ini tetap memberikan peningkatan pada kontras dan highlight saat menikmati konten HDR.
Dengan tingkat kecerahan sekitar 340 nits di mode FPS, tampilan game terlihat lebih terang dan detail tetap terjaga, terutama di area gelap yang sering muncul pada game kompetitif.
Desain Khas Odyssey Tanpa RGB Berlebihan
Secara visual, monitor ini tetap membawa DNA desain Samsung Odyssey, meski tampil lebih kalem. Dominasi warna hitam membuatnya terlihat profesional dan tidak terlalu mencolok di meja kerja.
Material bodi memang masih berbahan plastik, termasuk bagian kaki dan penyangga. Namun di dalamnya terdapat rangka besi untuk menjaga kekokohan. Monitor terasa stabil dan tidak ringkih saat digunakan.
Sayangnya, dari sisi ergonomi:
- Hanya mendukung tilt
- Tidak mendukung swivel atau height adjustment
Kabar baiknya, tersedia VESA mount, sehingga pengguna tetap bisa memasang arm monitor atau wall mount sesuai kebutuhan.
Fitur Gaming Lengkap untuk Monitor 3 Jutaan
Samsung tidak setengah-setengah dalam menyematkan fitur. Beberapa fitur unggulan yang tersedia antara lain:
- AMD FreeSync Premium untuk mengurangi screen tearing
- Black Equalizer untuk meningkatkan visibilitas area gelap
- Virtual Crosshair untuk membantu akurasi bidikan
- Response Time Mode (Standard, Faster, Extreme)
- Eye Saver Mode untuk kenyamanan mata
Semua pengaturan ini dapat diakses melalui joystick fisik di bagian bawah monitor. Kualitas joystick terasa solid dan responsif, tidak memberikan kesan murahan.
Konsumsi Daya Rendah dan Auto Source Switch
Dari sisi efisiensi, Samsung Odyssey G5 G53F tergolong hemat daya.
- Kondisi idle: sekitar 5 watt
- Penggunaan aktif: sekitar 10 watt
Tersedia pula fitur Auto Source Switch, yang memungkinkan monitor otomatis berpindah input saat perangkat baru terhubung, misalnya dari PC ke konsol.
Konektivitas dan Port yang Mudah Dijangkau
Monitor ini dilengkapi port yang cukup lengkap dan mudah diakses. Untuk performa maksimal, DisplayPort menjadi pilihan utama. HDMI tetap tersedia untuk penggunaan konsol atau perangkat lain.
Penempatan port tidak menyulitkan pengguna saat melakukan colok-lepas kabel, baik di meja kerja maupun setup gaming.
Kompromi yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli
Meski menawarkan spesifikasi tinggi, tetap ada beberapa catatan penting:
- Ergonomi terbatas hanya tilt
- HDR masih level dasar
- Akurasi warna belum ditujukan untuk profesional kreatif
Namun melihat harga dan target pasarnya, kompromi tersebut terasa sangat masuk akal.
Monitor Gaming 2.5K Murah yang Sulit Ditolak
Dengan harga sekitar Rp3,1 jutaan, Samsung Odyssey G5 G53F 27 inci 200Hz menawarkan paket yang sangat kompetitif. Panel IPS 2.5K, refresh rate tinggi, fitur gaming lengkap, serta efisiensi daya menjadikannya salah satu monitor gaming paling menarik di kelasnya.
Bagi pengguna yang ingin merasakan pengalaman monitor Odyssey tanpa harus mengeluarkan dana besar, model ini menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan, baik untuk gaming kompetitif, hiburan, maupun produktivitas harian.
Samsung jelas berhasil membuat pasar monitor gaming kelas menengah menjadi jauh lebih panas.



