Apakah benar mouse kerja bisa menjadi produk yang mudah diperbaiki? Logitech ternyata benar-benar mengeksekusi klaimnya. Modul getar heptic feedback, PCB kiri & kanan, hingga baterainya tidak disolder—semuanya bisa diganti. Paradigma mouse yang biasanya habis pakai, buang langsung patah.
Review Desain Baru Logitech MX Master 4 2025
Namun keunikan MX Master 4 tidak berhenti di urusan modularitas. Desain barunya justru tampil lebih ergonomis dibanding MX Master 3S. Grip lebih rendah, klik kiri-kanan lebih luas, dan sudut tekanan kini stabil dari berbagai arah. Bahkan tombol gestur kini dipindah ke bagian depan, memberikan sensasi yang berbeda saat digunakan untuk navigasi cepat.
Yang menarik, bagian bodi mouse kini lebih dominan plastik silikon dibanding karet. Keputusan ini memang membuat tampilan sedikit menyerupai mouse gaming, tetapi lebih tahan jamur dan lebih mudah dibersihkan. Banyak pengguna lama mengakui bahwa MX Master 3S cepat kotor—di MX Master 4 hal itu berkurang drastis.
Fitur Action Ring MX Master 4
Jika ada fitur yang paling terasa beda, jawabannya berada pada action ring. Saat tombol gestur ditekan, muncul overlay melingkar berisi delapan opsi fungsi. Navigasi antar opsi inilah yang memanfaatkan heptic feedback. Getarannya lembut, tetapi cukup membuat jari tahu bahwa kita sudah berpindah mode.
Dari membuka folder tertentu, memicu Play/Pause, hingga shortcut untuk Adobe Premiere atau Photoshop—semuanya tinggal disesuaikan di Logi Options+. Bahkan setiap aplikasi bisa memiliki preset berbeda, membuat workflow semakin konsisten.
Unboxing Logitech MX Master 4 Indonesia: Kemasan Baru yang Minimalis
Menariknya, bagian unboxing kini jauh lebih sederhana. Dalam kotak hanya ada mouse dan receiver USB Type-C. Logitech tidak menyertakan kabel charger dengan alasan pengurangan jejak karbon. Bagi yang sudah menggunakan perangkat USB-C di kantor atau rumah, ini bukan masalah. Namun untuk pengguna pemula, keputusan ini mungkin terasa cukup janggal untuk perangkat premium.
Yang lebih menarik, walaupun receiver-nya Type-C, MX Master 4 tetap bisa memakai receiver USB-A Logitech generasi lama. Bahkan menggunakan converter pun tetap aman.
Kinerja: Sensor Darkfield Laser, DPI 8.000, dan Polling Rate 125 Hz
Pada sisi performa, Logitech tetap mempertahankan sensor Dark Precision yang dapat digunakan di permukaan kaca. DPI 200–8000 sudah cukup untuk penggunaan produktivitas, walaupun polling rate 125–135 Hz memang menunjukkan bahwa ini bukan mouse gaming.
Switch klik kiri-kanan pun kini semakin senyap—lebih senyap dari seri 3S. Cocok untuk ruang kerja bersama atau kantor.
Ketahanan & Baterai
Selama pengujian sekitar 4–5 hari dengan koneksi Bluetooth, baterai hanya turun 10%. Untuk pengguna 2,4 GHz mungkin hasilnya berbeda, tetapi efisiensi energi dari perangkat ini tetap mengesankan.
Logitech Flow tetap hadir untuk perpindahan device secara seamless. Pengguna yang bekerja di dua laptop berbeda akan merasa fitur ini sangat membantu.
Ergonomi MX Master 4: Tombol Samping dan Side Scroll Wheel Baru
Sisi ergonominya mengalami peningkatan besar. Tombol samping kini tiga buah, posisi scroll samping diperbaiki, dan penempatan lampu indikator kini berada di area yang lebih mudah terlihat. Glide-nya terasa lebih halus karena area mouse feet semakin lebar. Pengguna jari kelingking yang sering jatuh pada seri sebelumnya kini merasa lebih nyaman.
Fitur Heptic Feedback di Mouse Kerja: Inovasi atau Gimik?
Inilah pertanyaan yang banyak diangkat reviewer: apakah getaran ini benar-benar berguna?
Untuk sebagian orang, jawabannya mungkin tidak. Banyak pengguna tidak membutuhkan action ring sama sekali. Namun bagi pekerja kreatif—editor, motion artist, colorist—sensasi feedback saat berpindah parameter memberi pengalaman baru. Seolah-olah terdapat roda preset mini di dalam mouse.
Kekuatan Terbesar MX Master 4: Software Paling Matang di Kelasnya
Dengan integrasi Logi Options+ yang sangat matang, preset Adobe, plugin Figma, hingga integrasi dengan Discord atau Voicemod, MX Master 4 terasa seperti perangkat kerja yang didesain khusus untuk hari kerja yang padat. Dibandingkan alternatif mouse kerja yang muncul pada 2025, keunggulan Logitech jelas berada pada software dan ekosistemnya.
MX Master 4 bukan mouse tercepat, bukan mouse gaming, dan bukan mouse paling ringan. Namun ia menggabungkan desain ergonomis, modularitas tinggi, action ring, heptic feedback, serta software yang jauh lebih matang dari kompetitornya. Pada tahun 2025, masih terlihat jelas mengapa Logitech percaya diri menyebutnya mouse kerja terbaik.
Apakah Logitech MX Master 4 Worth It?
Dengan harga kelas premium, keputusan kembali ke masing-masing pengguna. Bila menginginkan mouse kerja yang awet, modular, ergonomis, dan memiliki integrasi aplikasi yang sangat kuat, MX Master 4 sulit digantikan. Namun bagi pengguna yang lebih suka mouse ringan atau tanpa fitur gestur, alternatif lain mungkin cukup memadai.



