Kalau hanya lihat spek doang, Itel Vista Tab 11 ini kelihatan menggoda. Tapi setelah dicoba buat aktivitas harian dan sedikit game, rasanya seperti nonton film yang trailernya seru tapi isinya… ya gitu deh. Tapi bukan berarti nggak ada sisi positifnya ya.
Tablet 1 Jutaan RAM 4GB: Worth It Buat Anak Sekolah atau Cuma Gimmick?
Ngomongin performa, tablet ini pakai UniSoc Tiger T615, RAM 4GB, dan storage 128GB UFS. Di atas kertas sih menjanjikan. Tapi ketika dipakai buat buka-tutup aplikasi, kadang suka lemot. Masih kerasa delay, terutama saat multitasking. Ada harapan sih kalau nanti dapat update software, bisa lebih stabil. Tapi untuk sekarang, ya masih kategori lumayan aja.
Kalau dilihat dari skor benchmark, tablet ini dapet:
- AnTuTu R289.000 (cukup untuk harian)
- Geekbench 6 dan 3DMark juga menunjukkan performa yang pas-pasan
Tapi tetap kita coba:
- Mobile Legends: High frame rate, dapet 56 FPS-an tapi nggak stabil
- PUBG Mobile: 23 FPS-an, jalan tapi patah-patah
- Call of Duty Mobile: 53 FPS-an, kurang nyaman juga
- Genshin Impact? Ya ampun… mentok di 30 FPS-an setting terendah
Jadi simpulannya, tablet ini bukan buat gaming experience serius. Layarnya juga agak kurang responsif untuk game FPS, dan belum ada fitur bypass charging. Tapi buat main santai masih oke.
Tablet Murah Layar Besar, Tapi Speaker dan Baterai Bikin Menghela Napas
Layar IPS 10,1 inci, resolusi HD+, refresh rate 60Hz. Bisa nonton YouTube 1080p 60fps, udah cukup buat nonton sambil rebahan. Tapi jangan berharap bisa pakai stylus dengan nyaman. Layar ini lebih cocok buat baca e-book atau akses Google Classroom.
Nah, speakernya ini yang bikin agak kecewa. Walaupun dual speaker, tapi kalau volumenya mentok malah bikin suaranya pecah. Kualitas audionya belum memuaskan. Ditambah lagi, baterainya 6.000 mAh yang tergolong boros. Buat pemakaian normal aja nggak bisa tahan seharian penuh.
Kamera dan Keamanan: Cukuplah Buat Zoom dan Google Meet
Kamera belakang 8MP, kamera depan 5MP. Jangan harap hasil foto tajam atau jernih. Tapi buat video call atau kelas online, masih bisa diandalkan. Ada face unlock, walau nggak ada fingerprint, tapi ya udah cukup oke buat harga segini. Kalau dipakai buat rekam video via kamera depan, gambarnya standar.
Desain Tablet Premium Rasa Ekonomis
Finishing-nya lumayan elegan buat kelas harga tablet murah di bawah 2 juta. Nggak terasa murahan waktu dipegang. Plus, udah ada slot dual SIM hybrid, jadi bisa masukin dua kartu atau satu kartu + microSD.
Sayangnya, WiFi masih versi L3, belum cocok buat koneksi cepat atau jarak jauh. Belum ada virtual background di Zoom juga karena chipset-nya belum mendukung fitur itu. Tapi untuk sekadar kelas online atau streaming, masih bisa jalan.
Fitur AI Study: Gimmick Edukasi atau Inovasi Setengah Jadi?
Salah satu fitur andalan dari Itel Vista Tab 11 adalah AI Study. Ini semacam aplikasi bantu belajar yang bisa bantu ngecek bacaan atau tugas anak. Tapi sayangnya, akurasinya belum stabil. Kadang berhasil, kadang gagal. Jadi lebih ke “nice to have” aja, bukan fitur utama yang bisa diandalkan sepenuhnya.
Tablet ini juga sudah support USB OTG, tapi belum punya infrared, IP rating, FM radio, atau gyroscope. Navigasi GPS juga masih delay. Jadi tidak direkomendasikan untuk dipakai navigasi atau jadi pengganti smartphone GPS.
Tablet untuk Anak Sekolah Murah? Ini Alternatifnya
Itel Vista Tab 11 memang bukan tablet sempurna. Tapi buat yang budgetnya cuma 1 jutaan, dan butuh layar besar buat belajar online, Zoom, atau sekadar nonton YouTube, ini masih bisa dipertimbangkan. Harus kompromi di banyak sisi sih, tapi dengan harapan Itel bakal kasih update software ke depannya, mungkin akan jadi lebih stabil dan fungsional.
Nggak Semua Murah Itu Jelek, Tapi Harus Tahu Batasnya
Tapi kalau berharap performa dewa, speaker mantap, dan layar tajam kayak tablet 3 jutaan ke atas, ya siap-siap kecewa.
Setidaknya tablet ini punya niat baik—memberikan layar besar, storage lega, fitur belajar bawaan, dan desain yang nggak memalukan. Cocok buat anak-anak sekolah, atau buat mereka yang cuma butuh perangkat buat baca, belajar, dan video call. Tapi jangan lupa, tahu prioritas dan kebutuhan kamu itu penting.



