Vivo X300 Mini tampak seperti paket lengkap yang layak ditunggu. Meski datang sebagai versi compact, fitur kamera, performa Dimensity 9500, serta pembaruan OriginOS membuatnya terasa seperti perangkat flagship berukuran kecil. Bagi yang menunggu ponsel ringan tetapi tetap galak di sisi kamera, seri ini terlihat berpotensi mengisi celah tersebut.
Performa Chipset Vivo X300 Dimensity 9500
Unit yang dipakai adalah Vivo X300 Mini versi China, sehingga skor AnTuTu mencapai kisaran 3,3 juta–lebih rendah dari versi Pro yang mencapai 3,5–3,6 juta. Penurunan kecil ini masuk akal karena ukuran bodinya yang ringkas membuat aliran panas tidak selega seri Pro.
Walau demikian, untuk penggunaan harian, aplikasi berat, multitasking, OriginOS 6, dan animasi layar—semuanya berjalan mulus. Engine baru di UI memberikan efek liquid-glass, transisi yang lebih cepat, serta respons pemindaian sidik jari ultrasonic yang sangat gesit. Untuk gaming serius, pengujian menyeluruh masih menunggu unit resmi Indonesia, tetapi performanya kemungkinan tidak akan jauh berbeda.
Video 4K 120 FPS Vivo X300 Mini
Bagian yang paling mengejutkan dari perangkat ini justru ada di sektor videonya. Vivo X300 Mini mampu merekam 4K 120 FPS dengan format log 10-bit. Ketika diuji, frame yang dihasilkan tampak tajam dan stabil. Walau masih ada rasa penasaran apakah 120 FPS tersebut benar-benar native atau interpolasi ala teknologi DLSS, hasil awalnya tetap mengesankan.
Yang cukup unik, fitur cinematic portrait video 4K 60 FPS ternyata masih mengalami proses processing pending. Saat proses belum selesai, perekaman jatuh ke 1080p 30 FPS. Setelah selesai, barulah output tampil sebagai 4K 60 FPS. Untuk klip pendek 1–5 detik, hasilnya terlihat halus; tetapi untuk adegan panjang dengan banyak gerakan cepat, interpolasi terlihat jelas.
Desain Compact 190 Gram
Menariknya, bagian desain baru dibahas setelah aktivitas foto-foto. Bobot 190 gram dengan ketebalan 7,95 mm membuat ponsel ini terasa enteng dikantongi. Bezel depannya tipis, finishing belakang matte, dan modul kamera yang lebih simpel membuatnya tidak goyang ketika diletakkan di meja.
Sidik jari menggunakan sensor ultrasonic yang tampil dengan animasi tetesan air. Bingkai perangkat terasa solid, tidak menusuk tangan, serta sudah memiliki IP rating ganda.
Kualitas Foto 200MP
Justru fitur paling menyenangkan ditemukan ketika mencoba teknik cropping super detail. Dengan kamera utama 200MP, foto yang diambil dapat dicrop berkali-kali hingga bagian kecil seperti menara atau ornamen bangunan tetap terlihat jelas. Watermark tidak ikut tercrop dan resolusi akhir masih membaca angka yang tinggi.
Untuk ultrawide, sensornya 50MP dari Samsung. Ada perbedaan kualitas dibanding kamera utama, tetapi tidak ekstrem. Hasilnya tetap natural dan konsisten.
Pengalaman Low Light
Malah, foto low light yang mencuri perhatian. Dengan fitur AI Enhance Visual, tekstur wajah bisa diatur agar tetap natural. Efek beauty tidak berlebihan, tetapi hasilnya tetap rapi dan bersih layaknya kamera pocket dengan lampu flash kecil. Dalam kondisi gelap maupun cahaya bercampur, hasil foto tampak siap dipamerkan tanpa perlu diedit lagi.
Fitur seperti remove people, sky enhance, dan auto cloud processing membuat foto keramaian atau langit mendung menjadi lebih dramatis secara instan.
OriginOS 6
Pemilik ponsel ini kemungkinan akan menghabiskan waktu cukup lama hanya untuk menikmati UI baru:
- Animasi fingerprint seperti tetesan cairan
- Efek glow pada ikon
- Stacking notifikasi ala iOS
- Origin Island mirip Dynamic Island
- Scroll & Translate
- Wallpaper flip-card yang bisa berubah saat digoyang
- Stage video untuk dual kamera depan-belakang
Meski versi China belum memiliki Gemini, versi global kemungkinan sudah membawanya.
Video Stabil, Walau Ada Kendala Tak Terduga
Ketika menguji berbagai mode video di tengah keramaian, beberapa footage sempat tidak dapat dipakai karena ada orang di belakang tidak menggunakan masker. Akhirnya beberapa bagian harus di-dubbing. Kendala yang lucu namun nyata saat melakukan review mobile di lokasi wisata.
Pilih X300 Mini atau X300 Pro?
Setelah memegang keduanya, ada kebimbangan:
- X300 Mini unggul karena ringan, compact, nyaman dipakai harian.
- X300 Pro menggoda dengan tele 200MP dan kemampuan kamera yang lebih ekstrem.
Tetapi jika versi Indonesia tidak banyak berubah dari unit uji China, Vivo X300 Mini sangat layak ditunggu. Ringan, performa stabil, kamera 200MP yang bisa di-crop ekstrem, 4K 120 FPS, serta OriginOS 6 yang terasa sangat segar.
Untuk saat ini—setelah dipakai 3–5 hari—X300 Mini tampak seperti kandidat kuat bagi pengguna yang ingin flagship compact tanpa harus membawa ponsel berat.



